Festival Perayaan Indonesian Bounce Music Hadir di 4 Kota, NDX AKA hingga Naykilla Bakal Tampil

13 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Pernah dengar istilah Indonesian Bounce Music (IBM)? Bagi Anda yang tidak familiar, istilah itu pada dasarnya adalah musik DJ/EDM yang beat-nya 'mantul dan bikin pengen goyang'.

IBM merupakan payung untuk berbagai gaya musik dance lokal Indonesia. Di dalamnya termasuk hip-hop dangdut alias hipdut, koplo, breakbeat, dan lain-lain.

Didorong oleh platform digital dan budaya komunitas, Indonesina Bounce Music tidak lagi hanya dinikmati secara personal, tetapi telah menjadi fenomena gabungan yang hadir di berbagai panggung, klub, hingga festival. Genre yang sebelumnya sering dianggap sebagai guilty pleasure, kini berkembang pesat menjelma sebagai bagian dari identitas generasi masa kini. 

Tren itu membuka ruang baru bagi eksplomasi musik lokal yang lebih ekspresif, inklusif, dan dekat dengan keseharian audiens. Melihat momentum tersebut, Primaria Fest 2026 digelar sebagai ajang festival musik yang secara khusus mengangkat Indonesian Bounce Music ke panggung yang lebih luas. 

"Primaria Fest adalah adalah platform festival yang diinisiasi oleh RESONINE, yang berfokus pada pengembangan ekosistem kreatif melalui musik, pengalaman, dan komunitas. Tidak seperti festival musik pada umumnya, PRIMARIA FEST mengedepankan konsep experience-driven, sehingga audiens tidak hanya menjadi penonton, tetapi bagian aktif dari keseluruhan acara,” ungkap Reza Lubis, Festival Director PRIMARIA FEST, dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Senin, 27 April 2026.

Bangun Kedekatan Personal dan Emosional

Festival itu menghadirkan interaksi real-time antara artis dan penonton, aktivasi berbasis partisipasi seperti karaoke koplo dan sing along, konsep yang mengajak audiens untuk berpartisipasi secara aktif.

"Lewat pendekatan ini, Primaria Fest ingin mengubah cara menikmati musik. Dari sekadar tontonan menjadi pengalaman bersama yang emosional dan personal," kata Reza.

PRIMARIA FEST 2026 akan hadir di empat kota utama di Indonesia, yaitu Tegal (5 Juni), Sukabumi (10 Juli), Bekasi (21 Agustus), dan Semarang (11 September). Di setiap kota, akan hadir sekitar 6--7 artis dengan kombinasi headline acts, talenta lokal, hingga performer koplo dan DJ yang relevan dengan kultur Indonesian Bounce Music.

Line-up Primaria Fest tahun ini menghadirkan nama-nama dengan daya tarik kuat di kalangan audiens, termasuk NDX AKA, Whisnu Santika, Tenxi, Naykilla, Juan Reza, Bravy, DNA (Jayjax & Mister Aloy), OM Lorensa, Jammin Love, Ade Astrid, Om Abidin, Mentik Wangi, Pertelon Koplo, hingga Pemandu Karaoke Sedih.

Harga Tiket Primaria Fest 2026

Harga tiket PRIMARIA FEST 2026 dibanderol mulai dari Rp89 ribu hingga Rp150 ribu. Kategori tiket dibagi menjadi Gercep (presale), Warga Rajin (early bird), dan Warga & Sultan (reguler). Harga ini dirancang tetap terjangkau bagi masyarakat, dengan nilai lebih melalui pengalaman interaktif yang ditawarkan.

"Lebih dari sekadar hiburan, festival kami ingin membangun kebanggaan terhadap musik lokal sebagai bagian dari identitas generasi masa kini Indonesia. Dengan konsep yang menggabungkan musik, pengalaman, dan interaksi, PRIMARIA FEST menargetkan diri menjadi festival Indonesian Bounce Music terbesar di Indonesia," ungkap Reza.

Selain festival utama, PRIMARIA FEST juga menghadirkan rangkaian Pemanasan (road to) di berbagai kota seperti Semarang, Jakarta Timur, Karawang, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, hingga Tegal. Kegiatan ini mencakup DJ performance, karaoke koplo, dan pengalaman personal yang membangun kedekatan dengan audiens.

Koplo Ikut Bius Warga Suriname

Reza kembali menekankan bahwa festival musik yang akan diselenggarakannya itu bertujuan mengangkat Indonesian Bounce Music menjadi arus utama atau mainstream cultural movement, membangun ruang ekspresi tanpa stigma, mendorong koneksi antara artis, komunitas, dan audiens, serta menjadikan festival sebagai ruang kolektif bagi masyarakat.

Bahkan, musik koplo juga diterima oleh warga Suriname. Hal itu terbukti dari meriahnya perayaan Indofair 2025 di Sana Budaya, Suriname, pada Sabtu, 29 Oktober 2025. Tak hanya itu, festival itu juga menghadirkan beragam tarian nusantara, gamelan, keroncong, pencak silat, dan jaran kepang yang tahun ini diusulkan ke UNESCO untuk tercatat sebagai intangible heritage bersama antara Indonesia dan Suriname. 

Mengutip kanal Global Liputan6.com, keseruan semakin bertambah dengan hadirnya berbagai makanan khas Indonesia. Indomie, Bakso, Cendol, Sate, Gulai, Bakmi, dan Lumpia laku keras hanya dalam waktu dua jam sebelum acara penutupan benar-benar berakhir.

Kuliner lainnya turut digelar dengan demo memasak tiga jenis soto yaitu Bandung, Lamongan, dan Betawi, di mana menghadirkan koki yang berasal dari Indonesia. Jumlah pengunjung tercatat mencapai 12 ribu orang selama dua hari penyelenggaraan acara. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |