Festival Bunga Sakura di Kaki Gunung Fuji Dibatalkan Gara-gara Overtourism, Simak Opsi Alternatifnya

4 days ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Festival bunga sakura yang digelar di sebuah kota di kaki Gunung Fuji batal digelar tahun ini gara-gara overtourism. Dalam pengumuman yang disampaikan pada Selasa, 3 Februari 2026 itu, disampaikan bahwa festival yang berusia satu dekade itu dibatalkan karena 'kehidupan tenang penduduk setempat terancam'.

"Di balik pemandangan indah (Gunung Fuji) terdapat kenyataan bahwa kehidupan tenang warga terancam. Kami merasakan krisis yang kuat," kata Shigeru Horiuchi, Wali Kota Fujiyoshida, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Jumat (6/2/2026).

Festival bunga sakura itu berlangsung selama beberapa minggu dan bisa menarik sekitar 200 ribu wisatawan ke Fujiyoshida. Masuknya wisatawan asing ke Fujiyoshida menyebabkan kemacetan lalu lintas yang luar biasa dan sampah puntung rokok yang berserakan di seantero kota. Pemerintah kota juga mendapat laporan warga terkait pelanggaran batas hingga ada yang buang air besar di kebun pribadi.

"Untuk melindungi martabat dan lingkungan hidup warga kami, kami telah memutuskan untuk mengakhiri festival yang telah berlangsung selama 10 tahun ini," sambung Horiuchi.

Meski festival bunga sakura dibatalkan, lokasi penyelenggaraan festival, yakni sebuah taman yang menghadap Gunung Fuji, pohon sakura, dan pagoda lima lantai, masih akan dibuka dan kemungkinan mengalami peningkatan jumlah pengunjung menjelas musim semi. Terlebih, Gunung Fuji adalah objek wisata abadi Jepang.

Sementara itu, kota-kota terdekat di kaki Gunung Fuji lebih dulu mengalami masalah pariwisata yang berlebihan. Mereka mengatasinya dengan membangun penghalang yang menghalangi pemandangan ke Gunung Fuji untuk mencegah turis berfoto dan berkerumun, meningkatkan biaya masuk untuk pendaki, dan membatasi jumlah pengunjung harian.

Destinasi Wisata Selain Jepang untuk Nikmati Musim Sakura

Sakura selama ini identik dengan Jepang. Dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, beberapa waktu lalu, tiket.com menyatakan bahwa terdapat peningkatan pencarian perjalanan ke destinasi bertema sakura sejak awal tahun. Bahkan, itu tidak saja menuju Jepang, tetapi destinasi-destinasi wisata lain yang memiliki objek wisata serupa.

"Kami melihat wisatawan Indonesia kini semakin terbuka mengeksplorasi berbagai destinasi selain Jepang, sekaligus memanfaatkan momentum awal tahun untuk mulai merencanakan liburan musim semi," kata Maria Risa Puspitasari, SVP of Brand Marketing, tiket.com. Berikut adalah empat destinasi menikmati sakura di Asia selain Jepang yang bisa jadi pilihan:

Korea Selatan

Korea Selatan menjadi salah satu alternatif utama untuk menikmati sakura dengan perpaduan suasana urban modern dan budaya lokal. Di Seoul, wisatawan dapat menikmati sakura di kawasan seperti Yeouido Park, Seokchon Lake, dan Namsan Park yang berlatar gedung kota.

Sementara Busan menawarkan pemandangan sakura di Dalmaji Hill dan Oncheoncheon Stream dengan nuansa pesisir. Berbagai festival musim semi yang digelar setiap tahun turut menjadikan Korea Selatan destinasi menarik untuk berburu sakura.

Alternatif Menikmati Sakura Selain di Jepang

Taiwan

Taiwan menawarkan pengalaman menikmati sakura dengan suasana yang lebih santai dan biaya perjalanan yang relatif terjangkau. Hamparan sakura dapat ditemukan di Yangmingshan National Park dan Wulai, dengan latar pegunungan serta udara sejuk. Wisatawan juga dapat mengombinasikan  aktivitas berburu sakura dengan wisata kuliner di pasar malam, kunjungan ke kedai teh tradisional, hingga relaksasi di pemandian air panas. Wisatawan dapat terbang ke Taiwan melalui China Airlines (CI) dengan rute Jakarta – Taipei dan Denpasar – Taipei.

Tiongkok

Di Beijing, Yuyuantan Park, Temple of Heaven, dan Summer Palace menjadi lokasi populer untuk menikmati sakura bersama warga lokal. Perpaduan bunga sakura dengan bangunan klasik memberikan pengalaman musim semi yang kental dengan nuansa budaya dan heritage. Penerbangan menuju Tiongkok kini juga tersedia melalui China Southern (CZ) dengan rute Jakarta – Shanghai dan Jakarta – Guangzhou, sehingga wisatawan dapat menjelajahi berbagai kota yang memiliki festival serta spot sakura bersejarah.

Prediksi Tanggal Mekarnya Sakura di Jepang

Hong Kong

Bagi wisatawan dengan waktu liburan terbatas, Hong Kong dapat menjadi pilihan praktis untuk menikmati sakura. Kota ini menawarkan spot sakura di Kowloon Park, Hong Kong Velodrome Park, hingga kawasan Ngong Ping yang menghadirkan kombinasi pemandangan sakura, cable car, dan lanskap pegunungan. Destinasi ini cocok untuk liburan singkat namun tetap ingin merasakan atmosfer musim semi. 

Tapi bila Anda tetap memilih Jepang untuk menikmati musim bunga sakura, banyak lokasi lain yang bisa dipertimbangkan selain Tokyo, Kyoto, dan Osaka yang sudah begitu padat pengunjung. Perusahaan prakiraan cuaca Jepang, Weathernews, pun sejak awal tahun merlis daftar perkiraan tanggal mekar sakura pertama 2026. Berikut detailnya, seperti dikutip dari Japan Today, Rabu, 21 Januari 2026: 

Akita: 12 April 2026

Aomori: 17 April 2026

Fukuoka: 23 Maret 2026

Hiroshima: 25 Maret 2026

Kagoshima: 26 Maret 2026

Kanazawa: 31 Maret 2026

Kochi: 24 Maret 2026

Kushiro: 7 Mei 2026

Nagano: 8 April 2026

Nagoya: 23 Maret 2026

Niigata: 5 April 2026

Osaka: 27 Maret 2026

Sapporo: 25 April 2026

Sendai: 4 April 2026

Tokyo: 21 Maret 2026

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |