Epstein Files Seret Nama Supermodel Naomi Campbell, Singgung Fasilitas Jet Pribadi

6 days ago 24

Liputan6.com, Jakarta - Merujuk Epstein Files yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS), salah satu nama paling terkenal di dunia mode muncul berulang kali: Naomi Campbell. Pertukaran email menunjukkan supermodel asal Inggris itu meminta terbang dengan jet pribadi Jeffrey Epstein dan mengatakan dia akan bertemu penjahat seksual itu di rumah mewahnya di New York.

Melansir Irish Times, Selasa (17/2/2026), Epstein diundang atas nama Campbell ke acara-acara mewah di seluruh dunia. Rencana-rencana ini sebagian besar dikoordinasikan melalui asisten Epstein yang sudah lama bekerja dengannya, Lesley Groff.

Dalam wawancara dengan penyelidik federal, para korban yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Epstein memperkenalkan mereka pada supermodel berusia 55 tahun tersebut di acara-acara sosial. Mereka juga melihat Campbell di rumah mewahnya dan di pulaunya.

Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa model itu tetap berada di lingkaran Epstein lama setelah ia dihukum di Florida pada 2008 karena meminta prostitusi dari anak di bawah umur. Interaksi mereka memberi contoh lain tentang bagaimana Epstein, yang meninggal karena bunuh diri di sel penjara Manhattan pada 2019, memanfaatkan dan memengaruhi jaringan sosial yang luas dan kuat saat ia memikat gadis-gadis dan wanita muda ke dalam hidupnya.

Hubungan Campbell dengan Epstein sebelumnya telah menjadi publik melalui proses hukum yang melibatkan dirinya, teman lamanya Ghislaine Maxwell, yang menjalani hukuman penjara federal atas tuduhan perdagangan seks, dan lainnya.

Kata Pengacara Naomi Campbell

Pengacara Campbell, Martin Singer, mengatakan dalam pernyataan panjang melalui email bahwa kliennya tidak mengetahui "perilaku kriminal keji Epstein sampai setelah penangkapannya pada 2019" dan tidak memiliki kontak dengannya setelah itu.

"Jika klien saya pernah bertemu wanita muda mana pun yang menurutnya menjadi korban Epstein, dia akan segera mengambil tindakan untuk membantunya," kata Singer. Ia menambahkan bahwa Campbell tinggal di Moskow dari 2008 hingga 2013 dan "ia tidak tahu bahwa Epstein adalah pelaku kejahatan seksual."

Campbell belum dituduh melakukan kesalahan apapun. Wawancara FBI dengan para korban tidak berisi bukti yang menguatkan pernyataan mereka terkait Campbell.

Nama supermodel itu muncul di hampir 300 dokumen yang dirilis departemen kehakiman AS, termasuk beberapa entri duplikat, menjadikannya tokoh selebritas wanita terkenal dalam dokumen yang juga diisi pria-pria berpengaruh, termasuk mantan presiden Bill Clinton, mantan perdana menteri Israel Ehud Barak, dan Presiden AS Donald Trump.

Mencantumkan Nama Naomi Campbell

Sebuah dokumen berjudul "Daftar Orang yang Membutuhkan Alamat JE!" mencantumkan Campbell dan beberapa lusin orang lainnya di bawah serangkaian instruksi tentang cara mengirim surat, kartu pos, dan buku ke penjara Florida tempat Epstein mulai menjalani hukumannya pada musim panas tahun 2008.

Namun menurut Singer, Campbell "tidak tahu siapa yang membuat daftar ini atau mengapa namanya muncul di dokumen ini." "Dia tidak pernah meminta alamat Epstein pada siapa pun untuk berkomunikasi dengannya di penjara di Florida," sebut si pengacara.

Menurut transkrip wawancara FBI, ketika menjaring wanita muda, Epstein tampaknya menggunakan hubungannya dengan Campbell untuk meyakinkan mereka bahwa karier modeling dapat diraih. Pada 2020, seorang korban anonim yang bertemu Epstein ketika berusia 15 tahun mengatakan, Epstein berjanji akan memberinya pekerjaan di Victoria's Secret.

Diperkenalkan pada Naomi Campbell

Epstein mengatakan pada korban bahwa dia mengenal Campbell, yang telah berjalan di peragaan busana terkenal merek tersebut, dan Leslie Wexner, yang saat itu menjabat sebagai kepala eksekutif perusahaan induk Victoria's Secret, L Brands.

Korban yang sama mengatakan dia diperkenalkan pada Campbell di kantor pribadi Epstein. Tapi, Singer mengatakan bahwa Campbell tidak pernah terikat kontrak dengan merek pakaian dalam tersebut.

Ia menambahkan bahwa jika Epstein menggunakan namanya untuk "membuat siapapun terkesan atau membangun kepercayaan dengan mereka, dia melakukannya sepenuhnya tanpa sepengetahuan atau izinnya."

Virginia Giuffre, salah satu korban Epstein yang paling vokal, yang meninggal karena bunuh diri tahun lalu, sebelumnya juga melaporkan pada 2016 bahwa Epstein memperkenalkannya pada Campbell, menurut dokumen pengadilan.

Dalam pernyataan tersebut, pengacara Campbell mencatat bahwa dia dan "sekelompok orang yang akan menonton balapan F1" sempat berada di pulau Epstein "dalam perjalanan transit dari penerbangan komersial."

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |