Dubai Bangun Destinasi Wisata Hijau Baru Bertema Oasis, Nilai Proyeknya Capai Rp18,3 Triliun

1 week ago 37

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden sekaligus Perdana Menteri Uni Emirat Arab dan Penguasa Dubai, Mohammed bin Rashid Al Maktoum mengumumkan rencana pembangunan destinasi wisata skala besar terbaru Oasis Al Layan, pada Selasa, 10 Februari 2026. Pembangunan itu merupakan bagian dari paket proyek pembangunan hijau dan berbasis air senilai empat miliar dirham (sekitar Rp12,28 triliun)

Ia menjelaskan bahwa destinasi bertema oasis itu berada di lahan seluas 10 juta kaki persegi dan akan berpusat pada danau seluas 2,5 juta kaki persegi. Tempat itu, kata Sheikh Mohammed di akun X-nya, akan dilengkapi dengan fasilitas rekreasi, jalur olahraga, perkemahan, dan pengalaman wisata gurun 'yang belum pernah ada sebelumnya'.

"Setiap hari di UEA adalah kesempatan untuk menulis kisah baru, menanam benih baru, dan menambahkan jejak yang berbeda pada perjalanan pembangunan yang menciptakan masa depan yang lebih baik dan memastikan kualitas hidup terbaik di dunia," kata Sheikh Mohammed, mengutip Gulf News, Rabu (11/2/2026).

Oasis Al Layan merupakan bagian dari serangkaian inisiatif di bawah Peta Jalan Biru dan Hijau 2030, yang baru-baru ini diluncurkan Pemerintah Kota Dubai. Peta jalan ini memajukan pendekatan Dubai untuk berinvestasi di alam guna meningkatkan kesejahteraan, sebagai bagian dari visi yang lebih luas untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang menyeimbangkan keberlanjutan, kelayakan huni, dan kualitas hidup.

Proyek ini juga melengkapi Rencana Pengembangan Pedesaan dan Daerah Terpencil Dubai, yang berupaya melestarikan lanskap alam sambil menyediakan layanan dan fasilitas yang meningkatkan kehidupan penduduk dan menciptakan pengalaman wisata yang khas di seluruh emirat. Proyek ini juga mendukung tujuan Strategi Kualitas Hidup Dubai 2033 dan Rencana Induk Perkotaan Dubai 2040.

Target Kunjungan Wisatawan per Tahun

Proyek ini mencakup pengembangan infrastruktur terpadu, 1.000 tempat parkir. Proyek ini juga memiliki jalur pejalan kaki dan sepeda sepanjang 14 km, termasuk empat kilometer jalur layang yang menjulang lima meter di atas permukaan tanah, menawarkan pemandangan panorama oasis dan terhubung dengan rute yang sudah ada di Al Marmoom.

Oasis ini akan berfungsi sebagai tempat persinggahan utama di sepanjang rute karavan Dubai dan destinasi unik yang terletak sekitar 50 menit dari pusat kota, memungkinkan pengunjung untuk menikmati gurun dalam suasana yang tenang dan damai. Proyek ini diharapkan dapat menarik 330.000 pengunjung setiap tahunnya, menyeimbangkan pengembangan ekowisata dengan pelestarian sistem alam.

Rencana juga mencakup perluasan penanaman tanaman asli dan area berbayang untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

4 Oasis di Satu Tempat

Proyek ini dibagi menjadi empat zona utama yang memberikan pengalaman terpadu di bidang rekreasi, alam, dan layanan. Oasis Pertemuan akan menampilkan bioskop terbuka, amfiteater, area food truck, dan ruang acara. Oasis Keluarga akan menawarkan 28 area istirahat, zona bermain anak-anak, dan fasilitas terpadu.

Oasis Perkemahan mencakup area khusus yang dilengkapi untuk menampung 100 karavan, selain pusat pengunjung yang mempromosikan kesadaran dan pendidikan lingkungan. Sementara itu, Oasis Rekreasi akan menyediakan berbagai kegiatan, gerai ritel, dan layanan dalam lingkungan alam yang berkelanjutan.

Selain Al Layan, Dubai juga merencanakan pembangunan 'Jalan Emas' sungguhan. Lokasinya akan berada di Distrik Emas Dubai yang merupakan rebranding dari Pasar Emas kota saat ini.

Menurut Euro News, dikutip Jumat, 30 Januari 2026, jalan di distrik itu akan 'dibangun menggunakan emas'. Namun, detail tentang rencana dimaksud masih menjadi misteri. Tanggal pembukaan Jalan Emas juga belum diumumkan.

Distrik Emas Dubai

Sementara, pengumuman tentang Distrik Emas Dubai disampaikan oleh Kantor Media Dubai pada Selasa, 27 Januari 2026. Area terletak di Deira, rumah bagi sekitar 1.000 pengecer yang menjual emas dan perhiasan. 

Menurut Kantor Media Dubai, UEA adalah tujuan perdagangan emas fisik terbesar kedua di dunia, dengan mengekspor emas senilai USD 53,41 miliar pada 2024--2025. Pasar Emas (Gold Souk) adalah objek wisata populer di Kota Tua Dubai, dan dapat ditemukan berdampingan dengan pasar-pasar lain yang menjual rempah-rempah, parfum, dan barang antik.

"Emas sangat terkait erat dengan budaya dan perdagangan Dubai, melambangkan warisan, kemakmuran, dan semangat kewirausahaan kita yang abadi," kata Ahmed Al Khaja, CEO Dubai Festivals and Retail Establishment (DFRE), bagian dari Departemen Ekonomi dan Pariwisata Dubai (DET).

"Melalui destinasi penting ini, kita tidak hanya merayakan warisan tersebut tetapi juga membayangkannya kembali untuk era baru yang dibentuk oleh kreativitas dan keberlanjutan."

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |