Di Balik Proyek Lukis Gerbong Kereta Erika Richardo untuk Persembahan Istimewa Hari Kartini

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Satu lagi proyek lukisan unik digarap Erika Richardo. Influencer sekaligus pelukis itu kali ini menghias gerbong kereta relasi Jakarta - Surabaya dengan sapuan kuas dan cat akriliknya untuk memeriahkan Hari Kartini 2026.

Dalam akun Instagram pribadinya, perempuan kelahiran 2 Juni 2002 itu menjelaskan saat ia dan tim mencari sesuatu yang baru untuk dikreasikan, mereka bertemu dengan KAI dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf). Mereka akhirnya bersepakat untuk membuat proyek lukis di kereta pertamanya pada bulan lalu. 

Pengerjaan lukisan itu dilakukan Erika, dibantu tim, selama tiga hari. Inspirasinya datang dari semangat Hari Kartini. Ia menuliskan dalam keterangan salah satu unggahan di Instagram bahwa setiap goresan yang ia dan timnya buat membawa cerita tentang kekuatan, keberanian, dan kelembutan perempuan.

Ia membubuhkan gambar kupu-kupu, bunga anggrek, dan burung-burung pada badan kereta untuk memperindahnya. Tapi, hal utama yang ingin disampaikannya adalah pesan kepada perempuan Indonesia, 'Perempuan hebat adalah mereka yang berani bermimpi dan mewujudkannya'.

"Jujur guys, sampai sekarang aku masih enggak nyangka bisa lukis di mobil, mobil balap, pesawat, sampai akhirnya kali ini di kereta. Padahal awalnya guys, aku tuh cuma lukis di tembok, lukis di piring, lukis di kamar orangtua, dan itu semua di rumah. Tapi, selama lima tahun itu aku berusaha mencapai mimpi aku, walaupun banyak banget sedihnya, susahnya, capeknya," kata Erika dalam unggahan 19 April 2026.

Gerbong Kereta Jakarta-Surabaya

Proyek kolaborasi itu akhirnya resmi diluncurkan pada Selasa, 21 April 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, gerbong relasi Jakarta-Surabaya dipilih lantaran menjadi salah satu lintas dengan mobilitas tinggi, sehingga karya itu bisa dinikmati banyak orang.

Lewat kolaborasi itu, Erika menghadirkan interpretasi artistik melalui gaya visual khasnya, KAI menyediakan medium dengan jangkauan luas melalui layanan transportasi nasional, sementara Kementerian Ekraf mendorong perluasan akses bagi karya kreatif dan Intellectual Property (IP) lokal untuk hadir di ruang publik.

"Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana aset negara seperti KAI dapat menjadi katalis pertumbuhan bagi IP lokal agar semakin dikenal dan hadir secara inklusif di ruang publik," ujar Wamenekraf Irene Umar.

Partisipasi langsung Wamenekraf dalam proses kreatif menjadi simbol dukungan nyata terhadap kolaborasi lintas sektor ini. Momentum Hari Kartini turut memperkuat pesan tentang keberanian berkarya serta pentingnya membuka ruang yang lebih luas bagi kreativitas perempuan dan talenta muda Indonesia.

Hadirkan IP Lokal Lainnya di Gerbong Kereta

Direktur SDM dan Kelembagaan KAI, Atih Nurhayati, menyampaikan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan arah transformasi perusahaan. "Momentum Hari Kartini menjadi ruang untuk menghadirkan kolaborasi yang lebih terbuka dan inklusif. KAI ingin menghadirkan perjalanan yang semakin dekat dengan kehidupan dan kreativitas masyarakat," ujarnya.

Selain karya utama, sejumlah karakter IP lokal yang dikelola oleh perusahaan Tale X, seperti Starla (Sekuya), Miyu (Halomiyu), Ripple, dan Dripsy turut hadir menghiasi badan kereta. Kehadiran elemen visual ini memberikan dimensi baru dalam perjalanan serta memperkuat kedekatan antara karya kreatif dan publik.

Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara kreator, pemerintah, dan industri dapat menghadirkan nilai yang lebih luas. Karya kreatif memperoleh ruang baru, masyarakat mendapatkan pengalaman yang berbeda, dan perjalanan kereta menjadi bagian dari interaksi tersebut.

Sebelumnya, Erika Richardo mencuri perhatian dengan aksinya melukis badan pesawat Boeing 737-800 NG milik maskapai Garuda Indonesia. Ia dan timnya melukis manual livery itu untuk menyambut HUT ke-80 RI.

16 Suku di Badan Pesawat Garuda Indonesia

Erika menjelaskan, karya di livery Garuda Indonesia-nya menceritakan karakter-karakter masyarakat dari 16 suku yang ada di Indonesia, seperti suku Bali, Jawa, dan Papua. Ia menamai karyanya dengan 'People with Culture'.

"Ke-16 suku Indonesia ini yang juga mewakili destinasi prioritas penerbangan Garuda Indonesia. Kami ikuti juga arahan dari Garuda seperti apa," tuturnya. "Karena ada approval segala macam, mungkin baru selesai minggu lalu lah, selesai semuanya," ujar Erika.

Setelah semua desain disepakati, ia baru bergerak melukis langsung di pesawat. Proses penyelesaiannya memerlukan waktu tiga hari dengan dibantu tim dan menggunakan cat semprot. Lewat akun media sosialnya, Erika mengaku itu adalah proyek dan lukisan terbesarnya sepanjang hidupnya. 

Selain Erika, seniman Indonesia lain, Raka Jana, juga dilibatkan. Pendiri HNS Studio di Bali itu bertanggung jawab mendesain kain head rest di setiap bangku penumpang. Ia lalu membuat motif kain bertema Jejak Garuda, yang memadukan kekayaan alam dan budaya Nusantara, seperti anggrek, tenun sekomandi, dan kayonan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |