Di Balik Bisnis Daur Ulang Sepatu Kets di Prancis, Mampu Jual Kembali 2.000 Pasang

5 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Semua barang punya masa pakainya, begitu pula dengan sepatu olahraga atau sepatu kets. Melihat peluang, SneakCoeurZ menawarkan bisnis daur ulang sepatu kets. Mereka menampung sepatu-sepatu bekas untuk kemudian dipilah mana yang benar-benar dapat dijual kembali, didistribusikan ulang atau ditolak.

Mohamed Boukhatem, direktur dan salah satu pendiri perusahaan nirlaba itu menjelaskan bahwa perusahaannya menyoroti masalah sampah yang semakin meningkat di Paris, yang secara luas diakui sebagai salah satu pusat mode dan barang mewah dunia. Di bengkelnya di Champs-sur-Marne, para pekerja SneakCœurZ memeriksa sepatu bekas dan mengecek mana yang masih bisa diselamatkan.

Sepatu yang lolos seleksi dibersihkan dari sol ke atas, didesinfeksi di bagian dalam, dan dalam beberapa kasus, diputihkan di bawah sinar UV sebelum dikembalikan ke peredaran. "Elemen struktural sepatu adalah yang menentukan apakah kita dapat memperbaikinya atau tidak," menurut manajer bengkel Paul Defawes Abadie.

"Tali Velcro yang rusak bukanlah masalah. Tali sepatu yang rusak bukanlah masalah. Kotoran tidak pernah menjadi masalah," katanya. "Yang benar-benar penting adalah keausan bahan struktural, terutama sol luar."

Tahun lalu, mereka berhasil menjual kembali 2.000 dari 30.000 pasang sepatu kets bekas yang dikumpulkan, dan sekarang mereka ingin meningkatkannya.

"Selama tiga tahun ke depan, tujuannya adalah untuk melipatgandakan atau bahkan melipatgandakan empat kali lipat volume ini dan beralih ke skala industri," kata Boukhatem, dikutip dari Euronews, Minggu (5/4/2026). "Saat ini, tidak ada proyek sebesar ini di sektor sepatu kets. Kami adalah satu-satunya yang mampu mengindustrialisasi baik proses maupun pengumpulan sepatu kets untuk digunakan kembali."

Sampah Sepatu Bekas di Prancis

Selain itu, SneakCoeurZ telah mendistribusikan lebih dari 7.000 pasang sepatu kepada orang-orang yang membutuhkan dan membantu menciptakan 19 lapangan kerja. Tapi, pekerjaan rumah terkait sampah sepatu masih jauh dari kata tertangani.

Refashion, organisasi ramah lingkungan yang disetujui pemerintah Prancis untuk pakaian, linen rumah tangga, dan alas kaki, menyatakan bahwa 259 juta pasang sepatu terjual di negara tersebut pada 2024. Namun, mereka mengklaim bahwa hanya sekitar sepertiga dari tekstil dan alas kaki bekas yang dikumpulkan secara terpisah, sementara sebagian besar sisanya dibiarkan di lemari atau dibuang bersama sampah rumah tangga.

Prancis mencoba menanggapi masalah limbah fast-fashion dengan hukum dan juga retorika. Undang-undang anti-limbah yang resmi berlaku pada 2020 mewajibkan barang non-makanan yang tidak terjual untuk digunakan kembali, disumbangkan, atau didaur ulang, bukan dihancurkan.

Subsidi Biaya Reparasi Baju dan Sepatu

Pada Selasa, 11 Juli 2023, Menteri Negara untuk Ekologi Prancis Bérangère Couillard mengumumkan skema subsidi biaya reparasi baju dan sepatu lama. Di bawah skema tersebut, pemerintah menyediakan beragam diskon. Besarannya dari 6--25 euro (sekitar Rp100 ribu hingga Rp420 ribu), tergantung kerumitan perbaikan.

Contohnya, perbaikan baju sederhana akan disubsidi 6 euro, sedangkan perbaikan sepasang sepatu lama bisa memenuhi syarat mendapat potongan harga 25 euro. "Itu bisa mendorong orang-orang yang telah membeli, misalnya, sepatu dari brand yang membuat sepatu berkualitas atau juga baju berkualitas baik untuk ingin memperbaikinya alih-alih dibuang," kata Couillard dalam jumpa pers, dikutip dari CNN, Jumat, 14 Juli 2023.

"Dan tentu saja tujuannya adalah untuk menciptakan ekonomi sirkular bagi sepatu dan tekstil sehingga produk-produk itu bertahan lama karena pemerintah, kami meyakini kehidupan kedua sebuah produk."

Couillard mengatakan industri tekstil diperkirakan akan berkontribusi seperempat emisi gas rumah kaca global pada 2050, menjadi industri penyumbang polutan tertinggi kedua di dunia. "Apa yang kuharapkan adalah bahwa warga Prancis akan lebih sadar dengan apa yang kami lihat, yakni dampak industri tekstil di seluruh dunia hari ini," katanya.

Bagaimana Skema Subsidi Biaya Reparasi Berlaku?

Kementerian Ekologi Prancis kemudian memerintahkan organisasi swasta Prancis bernama Refashion untuk memulai skema tersebut. Para penjahit, brand pakaian, dan toko reparasi dapat bergabung dalam insiatif tersebut secara gratis melalui Refashion, yang akan mengumpulkan 'eco-contribution' kecil di penjualan mereka untuk menutupi subsidi.

Pemerintah disebutkan tak akan mendanai skema yang dijadwalkan mulai berlangsung pada Oktober 2023. Untuk konsumen, subsidi itu akan segera dipotong dari tagihan mereka. Refashion kemudian akan mengatur perusahaan agar mendaftar ke skema itu agar bisa dananya bisa dikembalikan dalam 15 hari.

Refashion mengatakan 3,3 miliar potong pakaian, sepatu, dan linen rumah tangga dipasarkan di Prancis sepanjang 2022. Sementara menurut kementerian, 700.000 ton pakaian dibuang oleh orang Prancis setiap tahun dengan dua pertiganya berakhir di tempat pembuangan sampah. Skema ini mengikuti prakarsa Prancis serupa untuk barang-barang elektronik rumah tangga, seperti lemari es dan mesin cuci.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |