Desainer Denim Legendaris Italia Meninggal Dunia

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Adriano Goldschmied, desainer Italia yang secara luas dijuluki "bapak baptis denim," meninggal dunia pada Minggu, 5 April 2026, di Italia. Ia menghembuskan napas terkahir di usia 82 tahun setelah berjuang melawan kanker.

Di balik merek-merek ikonis, seperti Diesel, Reply, Gap 1969, AG, dan Goldsign, Goldschmied meninggalkan warisan yang mengubah jeans dari pakaian kerja utilitarian menjadi landasan mode kelas atas, melansir WWD, Selasa (7/4/2026).

Selama kariernya yang berlangsung lebih dari lima dekade, Goldschmied mempelopori denim premium, membimbing para pemimpin industri masa depan, dan memperjuangkan keberlanjutan jauh sebelum hal itu menjadi keharusan global.

Perjalanannya di dunia mode dimulai pada awal tahun 1970-an, ketika seorang teman mendorongnya menjual jeans impor pada kerumunan orang di luar sebuah klub malam populer. Mengoperasikan toko pertamanya, King's Shop, di kota resor pegunungan Cortina d'Ampezzo, ia melayani klien internasional yang kaya raya yang mencari mode yang langka dan khas.

Naluri inovasinya dengan cepat membedakannya dari yang lain. Pada 1974, ia meluncurkan Daily Blue, sebuah label denim yang memperkenalkan model, warna, dan—yang paling penting—harga yang lebih tinggi yang membantu mengangkat jeans ke ranah fesyen desainer.

"Daily Blue penting bukan hanya karena penjualan dan kesuksesannya, tapi juga karena memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam bisnis fesyen," kata Goldschmied dalam sebuah wawancara tahun 2023 dengan SJ Denim. "Pada dasarnya, saat itu, fesyen denim dimulai."

Meski tidak memiliki pelatihan desain formal, Goldschmied merangkul eksperimen sejak awal. "Jelas, saya tidak memiliki persiapan apa pun," katanya. "Saya tidak tahu apa pun tentang desain, tidak tahu apa pun tentang konstruksi dan desain pakaian."

Inovasi Denim Premium

Sang desainer menyebut, "Produksi pertama itu adalah tentang pergi ke toko kain di kota asal saya, membeli kain-kain aneh dengan harga yang sangat tinggi dan melakukan proses manufaktur dengan penjahit saya. Produknya sangat mahal, dan dengan cara tertentu, saya menciptakan denim premium secara tidak sengaja."

Naluri kreatif dan kewirausahaan Goldschmied membawanya mendirikan Genious Group pada 1981, sebuah kolektif yang membina desainer-desainer baru dan membantu meluncurkan merek-merek berpengaruh, seperti Diesel dan Replay.

"Pada awal tahun 80-an, kami fokus hanya pada menciptakan produk-produk baru yang luar biasa dengan memimpin tren mode menggunakan semangat dan kemampuan kerajinan Italia kami," ujarnya. "Tidak ada batasan untuk mencapai tujuan estetika kami."

"Kami berpikir untuk menciptakan jeans yang unik dan pada saat itu, kami bahkan tidak memikirkan fakta bahwa karya desain kami memiliki pengaruh besar pada produksi jeans massal di dunia," kata Goldschmied.

Dampak Sosial dan Lingkungan

Genious Group juga mendorong inovasi penting dalam produksi denim, termasuk teknik pencucian dan penyelesaian akhir yang baru. "Salah satu ciri kepribadian saya adalah ketika saya berhasil melakukan sesuatu, saya langsung meninggalkannya," katanya.

Ini merupakan etos yang mendorongnya terus-menerus berinovasi dan mengembangkan diri, serta industri di sekitarnya. Setelah meraih kesuksesan internasional, Goldschmied beralih ke bidang konsultasi, melakukan perjalanan luas ke Jepang, AS, dan China.

Pengalaman-pengalaman ini membentuk kembali perspektifnya, khususnya mengenai dampak sosial dan lingkungan dari industri fesyen. "Saya ingat kembali dari perjalanan pertama saya ke Tiongkok dan menyadari bahwa kita harus memperbaiki kesalahan kita," katanya. "Itulah mengapa saat itu saya mulai bekerja di bidang keberlanjutan."

Tahun 1993, ia ikut mendirikan Agolde, dan pada 2000 meluncurkan AG Adriano Goldschmied bersama Yul Ku di Los Angeles, dengan menekankan produksi yang bertanggung jawab selama masa kejayaan denim premium.

Kolaborator Terbesar

Beberapa dekade kemudian, ia terus berinovasi, berkolaborasi dengan merek-merek, seperti Chloe, dalam denim sirkular dan memperkenalkan kembali Daily Blue dengan praktik yang ramah lingkungan.

Sepanjang perjalanan kariernya, Goldschmied menjadi salah satu kolaborator terbesar di industri ini, memberikan keahliannya pada perusahaan-perusahaan di seluruh rantai pasokan denim.

Di luar berbagai pencapaian bisnisnya, Goldschmied membimbing talenta-talenta baru dan membina hubungan yang langgeng di dunia mode. Dikenal karena kemurahan hati dan keterbukaannya, ia meluangkan waktu untuk para mahasiswa, desainer muda, jurnalis, dan siapa pun yang penasaran tentang denim atau berkomitmen untuk meningkatkan industri ini.

Pengaruh Goldschmied kemudian terasa bukan hanya di industri denim global yang ia bantu bangun, tapi juga pada generasi desainer yang ia inspirasi dan gerakan berkelanjutan menuju masa depan yang lebih hijau dalam dunia mode.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |