Curhat Maudy Ayunda Nyaris Tak Bisa Produksi Lip Balm Andalan karena Tengkawang Kalimantan

10 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Maudy Ayunda serius menekuni bisnis kosmetiknya, From This Island (FTI), yang fokus memanfaatkan bahan-bahan baku lokal dalam prroduknya. Salah satunya adalah illipe butter, semacam shea butter yang dihasilkan dari tengkawang, tanaman endemik Kalimantan. Bahan baku itu dimanfaatkannya dalam produksi lip balm, salah satu produk terlaris FTI. 

Beberapa waktu lalu, ia mendapat email pemberitahuan yang membuatnya sedih. Mitra penyuplai bahan baku ekstrak illipe butter-nya mengumumkan bahwa mereka tak bisa lagi memproduksi ekstrak lantaran tak mendapatkan tengkawang. Penyebabnya adalah karena banjir dan kerusakan alam.

"Dan banyak sekali partner-partner hutan kami yang sudah dijual untuk dijadikan kelapa sawit. Jadi even secara operational, on the day to day, kami mendapatkan email seperti itu, membuat kami juga tentunya concern tentang keberlanjutannya," kata Maudy dalam intimate media gathering di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.

Apa yang dialaminya, kata dia, menjadi contoh bagaimana kerusakan lingkungan berdampak nyata pada bisnis. Ia menerangkan bahwa pohon tengkawang menjadi salah satu indikator ada tidaknya hutan di Kalimantan. 

"Ketidakadaan illipe butter ini berarti hutannya jauh-jauh berkurang. Itu menjadi satu concern tapi juga satu source kesedihan dari kami," ujar Maudy lagi.

Kondisi yang tidak menguntungkan itu memaksanya untuk putar otak. Ia dan tim mencari partner lain untuk membantunya mencari sumber bahan baku yang dibutuhkan. Sumber tengkawang baru bisa didapatkan tanpa terduga.

"Kami ada program For the Forest. Kami bekerja sama dengan Hutan Itu. Jadi sistemnya selain benar-benar planting, itu adalah mengadopsi hutan yang ada agar tidak teralihkan untuk kegunaan lain yang kurang baik," katanya.

Maudy mengaku ia meminta bantuan tim Hutan Itu untuk mencari pohon tengkawang di hutan yang mereka kelola. Ternyata, permintaannya bisa dipenuhi, terlebih kebutuhan ekstrak tengkawang alias illipe butter-nya untuk perusahaannya mencapai ratusan kilogram dalam beberapa waktu mendatang.

"Kami ikut senang karena kita menjadi connector juga dalam ekosistemnya. Jadi partner impact kita malah ternyata bisa kami hubungkan juga ke partner supply chain kita. dan itu menjadi kaya cycle yang saling men-support," katanya.

Dalam jangka panjang, pihaknya terus melanjutkan program adopsi hutan dan menanam kembali hutan agar bisa kembali hijau dan menghidupkan para petani hutan. Program itu bahkan masuk sebagai salah satu pilar program berdampak pendukung bisnis FTI. 

"Fokusnya kita di Stewarding Botanical Ecosystems, empowering farmer communities karena kita memang berhubungan langsung dengan petani-petani, dan advancing sustainability education juga karena kita merasa bahwa ketiga hal ini tuh sesuatu yang benar-benar punya exposure langsung," urainya.

Di Balik Layar Penggunaan Buah Merah Papua

Selain tengkawang, FTI juga memanfaatkan buah merah papua untuk rangkaian produk perawatan kulit lainnya. Terkait ini, Maudy mengungkapkan bahwa sebelum bisa memproduksi produk berbasis buah merah Papua, ia mendekati peneliti yang disapanya Prof. Rudy untuk mendapatkan paten penggunaan hasil riset ekstrak buah itu. Alasan ketertarikan Maudy karena kandungan beta karoten yang begitu tinggi di dalam buah tersebut.

"Hasil-hasil clinical test tersebut, beliau sudah pegang selama tujuh tahun waktu itu kalau enggak salah. Jadi selama tujuh tahun, hasil riset yang luar biasa bagus ini belum punya jalan untuk komersialisasi," kata Maudy.

Mendapatkan fakta itu mebuat Maudy dan timnya membayangkan jalan panjang yang harus dilalui agar bisa menjual produk berbahan baku buah merah. Setidaknya, pihaknya harus mengedukasi pasar dan menaruh investasi yang cukup besar untuk sesuatu yang bisa saja gagal di pasaran.

Tapi, keputusan yang diambil Maudy dan Patricia Davina, co-founder FTI, berbuah manis. Pihaknya bisa menghasilkan tiga produk, yakni krim, serum, dan oil, yang salah satunya menjadi produk andalan FTI. "Krimnya ini best-selling, dan ini akhirnya menjadi salah satu ekstrak yang paling dikenal dari kami," kata dia.

Buah Manis Konsisten Penggunaan Bahan Lokal

Maudy mengatakan lewat pengalamannya mengelola bisnis kosmetik selama sekitar dua tahun terakhir, ia tak menyesal telah mengambil jalur yang sulit dalam mewujudkan misinya untuk mengedepankan bahan-bahan baku lokal. 

"Karena kita sekarang sebagai brand baru, mungkin udah mau ngelakuin PR, beli paten, padahal belum tahu bakalan sukses apa enggak. Dengan begitu, kita punya sesuatu yang defensible, yang menjadi pembeda, dan sesuatu yang tentunya high technology juga," ujarnya.

"Dengan kita melakukan banyak proses connecting ke local farmer sendiri, membangun supply chain dari scratch, bikin partnership juga sama ITB dan lain-lain, itu ternyata juga ensuring bahwa kita berbeda dan kita punya investment terhadap teknologi dan inovasi yang membuat From This Island unggul juga dalam market," sambungnya.

Dengan keyakinan itu, ia dan timnya bermimpi bisa membawa brand-nya ke luar negeri untuk mempromosikan Indonesia. "Sudah kebayang pakai ekstrak lokal bawa Indonesia lebih luas lagi, tapi dari skincare. 'Oh ada pulau namanya Sulawesi', itu akan sangat meaningful buat kami," ujarnya. "Kami sudah pikirkan jalur-jalur awal untuk lakuin itu," imbuh dia.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |