Cara Membuat Kue Bolu Goreng yang Tidak Berminyak, Lembut di Dalam dan Renyah di Luar

1 month ago 86

Liputan6.com, Jakarta - Kue bolu goreng banyak digemari karena rasanya yang manis, teksturnya lembut, dan mudah dikreasikan sesuai selera. Namun, tak sedikit yang kecewa karena hasilnya justru terasa berat, berminyak, dan cepat lembek setelah dingin. Masalah ini sering muncul akibat kesalahan kecil dalam proses pembuatan yang kerap dianggap sepele.

Bolu goreng yang terlalu berminyak tidak hanya mengurangi cita rasa, tetapi juga membuat tampilannya kurang menarik dan terasa enek saat disantap. Banyak orang mengira penyebabnya hanya dari minyak, padahal adonan, suhu, dan teknik menggoreng juga sangat berpengaruh. Berikut cara membuat kue bolu goreng yang tidak berminyak, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Senin (26/1/2026). 

1. Gunakan Adonan Bolu dengan Tekstur yang Tepat dan Seimbang

Tekstur adonan merupakan fondasi utama dalam pembuatan bolu goreng yang tidak berminyak. Adonan yang terlalu cair akan membuat struktur bolu rapuh sehingga mudah menyerap minyak saat digoreng. Sebaliknya, adonan yang terlalu kental akan menghasilkan bolu yang padat dan kurang mengembang.

Keseimbangan antara bahan cair seperti telur dan susu dengan bahan kering seperti tepung harus benar-benar diperhatikan. Proses pengadukan juga tidak boleh berlebihan karena dapat merusak struktur udara dalam adonan. Udara inilah yang membantu bolu mengembang dan matang dengan sempurna saat digoreng.

Dengan adonan yang teksturnya pas, bolu akan membentuk pori-pori yang baik saat terkena panas minyak. Pori-pori yang stabil membantu bolu matang merata tanpa menyerap minyak berlebihan. Hasil akhirnya adalah bolu goreng yang empuk, ringan, dan tidak lengket di mulut.

2. Gunakan Minyak Goreng yang Cukup Banyak dan Berkualitas Baik

Minyak goreng yang digunakan sangat memengaruhi hasil bolu goreng. Minyak yang terlalu sedikit menyebabkan bolu bersentuhan langsung dengan dasar wajan sehingga menyerap lebih banyak minyak. Selain itu, minyak yang sudah keruh atau bekas gorengan sebelumnya dapat memperburuk kualitas bolu.

Minyak bersih memiliki titik panas yang lebih stabil sehingga membantu bolu membentuk lapisan luar dengan cepat. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung agar minyak tidak masuk ke bagian dalam bolu. Oleh karena itu, penggunaan minyak baru atau minyak yang masih jernih sangat disarankan.

Dengan jumlah minyak yang cukup dan kualitas yang baik, proses penggorengan menjadi lebih efektif. Bolu dapat mengapung dan matang merata tanpa menyerap minyak secara berlebihan. Hasil bolu pun terlihat lebih kering, cerah, dan menggugah selera.

3. Pastikan Suhu Minyak Benar-Benar Stabil Sebelum Menggoreng

Suhu minyak merupakan faktor krusial yang sering diabaikan saat menggoreng bolu. Minyak yang belum cukup panas akan membuat bolu menyerap minyak lebih lama sebelum lapisan luarnya terbentuk. Hal ini menyebabkan bolu menjadi berat dan berminyak.

Sebaliknya, minyak yang terlalu panas dapat membuat bagian luar bolu cepat gosong sementara bagian dalam masih mentah. Kondisi ini membuat bolu harus digoreng lebih lama sehingga minyak tetap terserap. Oleh karena itu, menjaga suhu minyak tetap stabil sangat penting.

Suhu ideal berada pada kisaran sedang, di mana bolu langsung mengapung dan berbuih perlahan saat dimasukkan ke minyak. Dengan suhu yang tepat, bolu akan matang secara merata dan minyak tidak mudah meresap. Tekstur bolu pun menjadi lebih ringan dan lembut.

4. Goreng Bolu dengan Api Sedang dan Perhatikan Waktu Penggorengan

Menggoreng bolu dengan api sedang membantu menjaga keseimbangan antara kematangan luar dan dalam. Api yang terlalu besar memang mempercepat proses, tetapi berisiko membuat bolu menyerap minyak karena bagian dalam belum matang. Api kecil juga tidak disarankan karena memperlama waktu penggorengan.

Waktu menggoreng sebaiknya disesuaikan dengan ukuran bolu. Bolu yang terlalu lama berada di minyak akan kehilangan kelembutannya dan menyerap minyak tambahan. Oleh karena itu, bolu cukup digoreng hingga berwarna kuning keemasan secara merata.

Dengan kontrol api dan waktu yang tepat, bolu goreng akan matang sempurna tanpa menjadi keras. Lapisan luar terasa ringan dan tidak berminyak. Bagian dalam tetap empuk dan nyaman saat dikunyah.

5. Tiriskan Bolu Goreng Menggunakan Teknik yang Tepat

Proses penirisan memiliki peran besar dalam mengurangi minyak berlebih pada bolu goreng. Bolu yang langsung ditumpuk atau diletakkan di wadah tertutup akan menjebak minyak dan uap panas. Akibatnya, permukaan bolu menjadi lembap dan berminyak.

Gunakan saringan logam atau rak kawat agar minyak dapat menetes dengan maksimal. Posisi bolu yang tidak saling menempel membantu sirkulasi udara berjalan dengan baik. Cara ini membuat minyak berlebih cepat turun tanpa kembali meresap.

Dengan teknik penirisan yang benar, bolu goreng akan terlihat lebih kering dan bersih. Teksturnya tetap ringan meski sudah agak dingin. Tampilan dan rasanya pun menjadi lebih profesional seperti hasil gorengan toko kue.

6. Diamkan Bolu Goreng Sebentar Sebelum Disajikan atau Dikemas

Bolu goreng yang baru diangkat dari minyak masih mengandung uap panas dari dalam. Jika langsung ditutup atau disajikan dalam wadah tertutup, uap tersebut akan berubah menjadi embun dan membuat bolu lembap. Kondisi ini memicu minyak kembali meresap ke permukaan bolu.

Mendiamkan bolu selama beberapa menit di suhu ruang membantu uap keluar secara alami. Proses ini membuat permukaan bolu lebih kering dan stabil. Tekstur bolu juga menjadi lebih set saat disantap.

Dengan memberi waktu jeda sebelum disajikan, kualitas bolu goreng dapat terjaga lebih lama. Bolu tidak cepat lembek dan tetap terasa ringan. Cara ini sangat penting terutama jika bolu akan dijual atau dikemas.

7. Gunakan Lapisan Tepung Tipis sebagai Pelindung Jika Diperlukan

Lapisan tepung tipis dapat membantu mengurangi penyerapan minyak pada bolu goreng. Tepung berfungsi membentuk lapisan luar yang cepat kering saat terkena minyak panas. Namun, penggunaannya harus sangat tipis agar tidak mengubah rasa asli bolu.

Tepung maizena atau tepung terigu protein sedang bisa digunakan sebagai pelapis ringan. Taburkan secara merata dan tipis pada permukaan bolu sebelum digoreng. Teknik ini sangat membantu terutama untuk bolu dengan tekstur sangat lembut.

Dengan lapisan pelindung yang tepat, minyak tidak mudah masuk ke dalam bolu. Tekstur luar menjadi lebih kering dan renyah. Bolu goreng pun terasa lebih ringan dan tidak berminyak.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

1. Mengapa bolu goreng tetap berminyak meski minyak sudah panas?

Karena adonan terlalu cair atau struktur bolu belum cukup kuat menahan minyak.

2. Apakah bolu kukus harus dingin sebelum digoreng?

Ya, bolu yang sudah dingin memiliki struktur lebih stabil dan tidak mudah menyerap minyak.

3. Apakah bolu goreng bisa disimpan semalaman?

Bisa, asalkan sudah benar-benar dingin dan disimpan dalam wadah terbuka atau kertas makanan.

4. Minyak apa yang paling cocok untuk bolu goreng?

Minyak nabati dengan aroma netral dan titik panas tinggi lebih disarankan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |