- Berapa harga keripik teripang per kilogramnya?
- Apakah keripik teripang aman dikonsumsi setiap hari?
- Mengapa keripik teripang terkadang terasa pahit?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Pesisir Gresik, khususnya wilayah Sidayu, menyimpan kekayaan kuliner unik yang jarang ditemukan di daerah lain yakni keripik teripang. Camilan ini bukan sekadar penganan ringan biasa, melainkan produk premium yang melambangkan kreativitas masyarakat nelayan dalam mengolah hasil laut. Teksturnya yang sangat renyah dan rasa gurih alaminya membuat keripik ini selalu menjadi buruan utama para pelancong maupun warga lokal.
Yeni Armaini, seorang perajin keripik teripang sejak 2020 ini menjelaskan bahwa kunci kelezatan camilan ini terletak pada kemurnian bahan bakunya. Berbeda dengan kerupuk ikan pada umumnya yang didominasi oleh tepung tapioka, keripik khas Gresik ini benar-benar diproduksi tanpa campuran tepung sama sekali. Hal inilah yang membuat cita rasa daging lautnya tetap terjaga dan memberikan sensasi makan yang eksklusif bagi siapapun.
Meskipun terlihat sederhana saat sudah dikemas, proses transformasi dari timun laut yang kenyal menjadi keripik yang mekar membutuhkan dedikasi waktu yang luar biasa. Para perajin harus memiliki kesabaran ekstra untuk melalui tahap pembersihan yang sangat mendetail agar produk akhir tidak menyisakan rasa pahit. Dedikasi inilah yang membuat harga jual keripik teripang tergolong tinggi dibandingkan dengan jenis kerupuk laut konvensional lainnya.
Berikut langkah demi langkah pengolahan teripang menjadi camilan mewah yang siap menggoyang lidah Anda yang dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber dan wawancara langsung dengan narasumber yang kredibel pada Rabu (29/4/2026).
Tahap Pembersihan dan Penghilangan Lendir yang Ekstra Teliti
Proses awal dimulai dengan membelah tubuh teripang segar untuk mengeluarkan seluruh isi perut dan kotoran yang ada di dalamnya. Anda harus memastikan bahwa seluruh sisa pasir serta lumpur yang menempel pada dinding bagian dalam teripang benar-benar hilang tanpa sisa sedikit pun. Jika proses pembersihan ini dilakukan secara asal-asalan, maka hasil akhir keripik akan memiliki rasa pahit yang sangat mengganggu kenyamanan saat dikunyah.
Setelah bersih dari kotoran, teripang kemudian harus dicuci berulang kali di bawah air mengalir hingga tekstur lendirnya berkurang secara signifikan. Tahap selanjutnya adalah merebus teripang dalam air mendidih selama kurang lebih 20 hingga 30 menit untuk menetralisir aroma amis yang menyengat. Dalam wawancara berlangsung, Yeni sering menambahkan irisan jahe segar ke dalam air rebusan agar aroma khas laut tetap harum dan memberikan sensasi rasa yang lebih segar.
"Saat merebus, saya sering menambahkan sedikit jahe atau rempah tertentu untuk menetralisir aroma amis alami dari teripang. ." ujar wanita 33 tahun itu saat diwawancarai oleh Liputan6.com via telepon pada Rabu (9/4) lalu.
Teripang yang sudah matang dan kenyal kemudian ditiriskan secara sempurna sebelum masuk ke tahap pengirisan sesuai dengan bentuk yang diinginkan pembeli. Anda bisa memotongnya menjadi lembaran tipis yang lebar atau membentuknya bulat-bulat kecil yang di kalangan masyarakat lokal sering disebut dengan istilah terung. Ketebalan irisan harus dijaga agar seragam karena hal tersebut akan sangat memengaruhi kecepatan pengeringan saat dijemur di bawah terik matahari nanti.
"Kami juga mengenal dua jenis, ada kerupuk teripang yang bentuknya lembaran dan ada "terung" yang bentuknya bulat seperti bola. Semuanya diolah secara tradisional tanpa bahan pengawet kimia." tambahnya.
Rahasia Bumbu Minimalis untuk Menjaga Keaslian Rasa Laut
Yeni menekankan bahwa penggunaan bumbu dalam pembuatan keripik teripang ini sebenarnya sangat sederhana namun harus memiliki takaran yang sangat pas. Bahan utama yang digunakan hanyalah ulekan bawang putih berkualitas dan garam dapur secukupnya tanpa tambahan penyedap rasa buatan yang berlebihan. Kesederhanaan bumbu ini bertujuan agar rasa gurih alami dari daging teripang itu sendiri tetap menonjol dan tidak tertutup oleh aroma rempah lain.
"kami menggunakan bumbu minimalis, biasanya hanya bawang putih dan garam, untuk menjaga keaslian rasa daging teripangnya." terangnya.
Proses pembumbuan dilakukan dengan cara merendam irisan teripang ke dalam larutan bawang putih dan garam hingga bumbunya meresap sempurna ke dalam serat daging. Anda perlu mendiamkan rendaman ini selama beberapa saat agar rasa asin dan gurihnya bisa terkunci di dalam daging hewani tersebut sebelum proses pengeringan dimulai. Teknik rendaman yang lama akan menjamin setiap gigitan keripik nantinya memiliki rasa yang konsisten dari bagian luar hingga ke bagian paling dalam.
Hal yang paling krusial dalam tahap ini adalah komitmen perajin untuk tetap tidak menggunakan campuran tepung atau bahan pengisi lainnya ke dalam adonan. Meskipun tanpa tepung membuat volume produksi menjadi lebih sedikit, namun kualitas "nol tepung" inilah yang menjadi identitas utama keripik teripang khas pesisir Gresik. Tanpa adanya lapisan tepung, konsumen bisa merasakan tekstur daging laut asli yang bertransformasi menjadi struktur renyah yang sangat unik dan menggoda.
Proses Penjemuran di Bawah Terik Matahari yang Menentukan Kualitas
Setelah proses pembumbuan selesai, irisan teripang harus segera ditata dengan rapi di atas tampah besar atau alas jemur yang terbuat dari bambu. Anda wajib menjemur teripang ini langsung di bawah sinar matahari yang terik selama minimal dua hingga tiga hari berturut-turut sampai kondisinya kering kerontang. Cuaca yang sangat panas sangat dibutuhkan agar kadar air di dalam daging teripang bisa menguap secara total dan menyisakan tekstur yang sangat keras.
Kunci utama agar keripik tidak menjadi alot atau keras saat digigit adalah memastikan tingkat kekeringan bahan baku sudah mencapai titik maksimal sebelum digoreng. Jika masih ada sedikit saja kelembapan yang tersisa di bagian dalam daging, maka proses pemekaran di dalam minyak panas tidak akan berjalan dengan sempurna. Perajin di Gresik biasanya melakukan tes dengan cara mematahkan satu sampel; jika terdengar bunyi yang nyaring, berarti teripang sudah siap untuk masuk ke wajan.
Tantangan terbesar bagi para perajin seperti Yeni muncul ketika musim penghujan tiba karena pasokan sinar matahari menjadi sangat tidak menentu dan terbatas. Proses pengeringan yang terhambat oleh mendung atau hujan berisiko membuat kualitas teripang menurun bahkan bisa memicu pertumbuhan jamur jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, pengaturan jadwal produksi yang mengikuti ramalan cuaca menjadi keterampilan tambahan yang harus dimiliki oleh setiap produsen keripik tradisional di wilayah pesisir.
"Kalau cuaca buruk, pasokan teripang berkurang drastis dan harganya melambung tinggi. Selain itu, proses pembuatannya yang manual dan sangat bergantung pada sinar matahari membuat kapasitas produksi jadi terbatas kalau musim hujan datang." jelas Yeni.
Teknik Menggoreng Tradisional Menggunakan Media Pasir atau Minyak
Beberapa perajin tradisional masih mempertahankan teknik menyangrai teripang kering menggunakan media pasir bersih yang sudah dipanaskan terlebih dahulu di atas tungku kayu. Pasir berfungsi sebagai penghantar panas yang sangat merata sehingga bagian dalam teripang yang keras bisa melunak secara perlahan sebelum nantinya digoreng kembali. Teknik kuno ini dipercaya mampu memberikan aroma asap yang khas dan meningkatkan kerenyahan struktur keripik saat menyentuh permukaan lidah Anda.
Jika Anda memilih menggunakan minyak goreng, pastikan jumlah minyak di dalam wajan cukup banyak agar teripang bisa terendam seluruhnya atau menggunakan teknik deep frying. Suhu api harus dijaga pada level sedang karena api yang terlalu besar akan membuat bagian luar cepat gosong sementara bagian dalamnya masih ulet. Proses penggorengan ini hanya memakan waktu beberapa detik saja hingga teripang mekar sempurna dan berubah warna menjadi kuning keemasan yang sangat cantik.
Segera angkat keripik yang sudah mekar dan tiriskan sisa minyaknya menggunakan mesin spinner atau diletakkan di atas kertas penyerap minyak agar hasilnya tidak terlalu berminyak. Keripik yang ditiriskan dengan baik akan memiliki masa simpan yang jauh lebih lama dan teksturnya tetap garing meskipun sudah didiamkan di suhu ruang. Pastikan keripik sudah benar-benar dingin sebelum Anda melangkah ke proses pengemasan agar tidak ada uap air yang terperangkap di dalam plastik pelindung.
Kandungan Nutrisi dan Manfaat Kesehatan Hewan Timun Laut
Teripang atau timun laut dikenal luas sebagai salah satu komoditas laut yang memiliki kandungan protein sangat tinggi namun dengan kadar lemak yang relatif rendah. Selain rasanya yang enak, mengonsumsi keripik ini juga memberikan asupan asam amino esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk proses regenerasi sel secara alami. Banyak penelitian menyebutkan bahwa hewan ini mengandung zat aktif yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh manusia di tengah padatnya aktivitas harian.
Kandungan kolagen yang melimpah pada kulit teripang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta kuliner sehat yang ingin menjaga elastisitas kulit mereka. Meskipun sudah melalui proses penggorengan, beberapa manfaat mineral penting seperti kalsium dan magnesium masih tetap terkandung di dalam daging keripik yang Anda konsumsi tersebut. Nutrisi ini sangat berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang serta mendukung fungsi saraf agar tetap bekerja secara optimal sepanjang waktu.
Masyarakat Tiongkok dan beberapa wilayah di Asia bahkan menganggap teripang sebagai salah satu bahan makanan yang memiliki khasiat medis untuk membantu penyembuhan luka. Dengan mengolahnya menjadi bentuk keripik, manfaat kesehatan dari teripang menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat luas yang mungkin kurang menyukai tekstur aslinya. Jadi, menikmati keripik teripang bukan hanya soal memanjakan selera, tetapi juga merupakan cara yang lezat untuk memberikan nutrisi tambahan bagi kesehatan fisik Anda.
Cara Tepat Mengemas dan Menyimpan agar Renyah Tahan Lama
Setelah proses penggorengan selesai, biarkan keripik mencapai suhu ruang secara alami tanpa bantuan kipas angin yang berlebihan agar tidak cepat layu. Anda tidak boleh terburu-buru memasukkan keripik yang masih hangat ke dalam wadah karena uap panas yang terperangkap akan menciptakan kelembapan yang merusak tekstur. Kesabaran dalam menunggu suhu keripik stabil adalah kunci terakhir untuk mendapatkan kualitas produk yang setara dengan standar toko oleh-oleh premium.
Gunakan kemasan plastik standing pouch yang berbahan tebal atau toples plastik yang dilengkapi dengan segel kedap udara untuk melindungi keripik dari udara luar. Pastikan tidak ada kebocoran sekecil apa pun pada segel kemasan karena udara yang masuk akan membuat keripik cepat melempem dan kehilangan sensasi renyahnya. Jika dikemas dengan sangat rapat dan benar, keripik teripang tanpa pengawet ini mampu bertahan antara tiga hingga enam bulan tanpa mengalami perubahan rasa.
Simpanlah stok keripik teripang Anda di tempat yang kering, sejuk, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung untuk menjaga kualitas minyak gorengnya. Jangan meletakkan kemasan di tempat yang lembap seperti di dekat tempat cuci piring atau di lantai yang tidak memiliki alas karena bisa mempercepat proses oksidasi. Dengan mengikuti prosedur penyimpanan yang tepat, Anda bisa menikmati gurihnya camilan khas Gresik ini kapan saja tanpa perlu khawatir akan kualitas rasanya.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
Berapa harga keripik teripang per kilogramnya?
Harga keripik teripang bervariasi tergantung jenis dan kualitasnya, namun biasanya dibanderol mulai dari Rp150.000 hingga lebih dari Rp200.000 per kilogram karena harga bahan baku teripang segar yang memang sudah tinggi.
Apakah keripik teripang aman dikonsumsi setiap hari?
Ya, keripik teripang aman dikonsumsi selama dalam batas wajar, mengingat camilan ini tinggi protein dan rendah lemak, namun tetap perhatikan asupan garam yang terkandung di dalam bumbunya.
Mengapa keripik teripang terkadang terasa pahit?
Rasa pahit biasanya muncul karena proses pembersihan bagian dalam tubuh teripang yang kurang bersih, di mana sisa lumpur atau pasir yang tertinggal akan memberikan rasa getir setelah digoreng.
Apa perbedaan antara kerupuk teripang dan terung?
Perbedaannya terletak pada bentuk irisannya, kerupuk teripang biasanya berbentuk lembaran pipih lebar, sedangkan terung berbentuk bulat seperti bola kecil yang mekar dengan tekstur lebih padat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3235346/original/073848900_1599817786-cakwe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549587/original/065785100_1775624254-WhatsApp_Image_2026-04-08_at_11.24.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3184486/original/057993000_1595219338-pizza-slices-marble-chopping-board_23-2147926088.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569750/original/085318000_1777452666-nasi_bakar_tanpa_daun_pisang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510993/original/091439900_1771851512-markus-winkler-9wMu4msuP7w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569704/original/002661200_1777451396-central_springbed_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569465/original/058780500_1777443227-Bakmi_Jogja_Tebet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551998/original/061988100_1775794477-unnamed_-_2026-04-10T110839.944.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538319/original/056165200_1774511483-Gemini_Generated_Image_3bz7r63bz7r63bz7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2338162/original/030676300_1534997231-tupperware_dot_co_dot_id.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569548/original/036311600_1777445885-063_2273613579.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5232577/original/078410100_1748242271-Gemini_Generated_Image_jgej5ajgej5ajgej.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496982/original/035941900_1770612065-gambar__19_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5396953/original/079694200_1761796949-bumbu_rujak_bangkok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569102/original/015418400_1777431337-cropped-4180720d-f72e-4c9b-bedd-721c90edf6e7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569253/original/035756400_1777434707-Brongkos_Kacang_Tolo_Khas_Jogja_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569096/original/043007100_1777430868-cropped-c28d8103-f59f-4089-a9e5-cef35b8a79f0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569047/original/029090900_1777430315-cropped-86c22226-2236-4f25-a6d6-e0569e890e8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5569010/original/083889600_1777425875-WhatsApp_Image_2026-04-22_at_07.02.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568964/original/011884900_1777420961-WhatsApp_Image_2026-04-28_at_22.10.53__1_.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3227420/original/074506300_1599119114-20200903-Kuala-Lumpur-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4988264/original/089904800_1730512664-20241101_165349.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464514/original/053226100_1767692533-Cocomelon_-_Main_KV_-_Poster_KV_Master_Landscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473038/original/019529500_1768384173-WhatsApp_Image_2026-01-12_at_17.06.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441925/original/083440000_1765521629-WhatsApp_Image_2025-12-12_at_13.31.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469261/original/072782000_1768102784-jennie_gda2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428143/original/073281800_1764480694-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454036/original/068509500_1766547463-Stasiun_Gambir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5460026/original/031674800_1767199754-WhatsApp_Image_2025-12-31_at_22.06.03__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460689/original/019088300_1767265318-Juara_dua_Dangdut_Academy_7_Indosiar__Achmad_Valen_Akbar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461296/original/097336800_1767361193-Rama_Duwaji.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474580/original/050541100_1768489629-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_10.00.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477081/original/014158100_1768808089-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_14.25.45.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461569/original/030178100_1767421367-000_89EJ72P.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498890/original/093027800_1770725754-image__57_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4762442/original/092574700_1709625037-IMG_1493.jpeg)