Bikin Prank Kentut di Pesawat, Influencer Kolombia Masuk Daftar Hitam Maskapai Penerbangan

4 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Hati-hati bikin prank di pesawat jika tak mau bernasib seperti influencer asal Kolombia bernama Yeferson Cossio (31). Konten kreator dengan 12,5 juta pengikut Instagram itu membuat prank kentut di dalam pesawat yang membuatnya masuk daftar hitam maskapai penerbangan.

Mengutip Aero Space Global News, Rabu (1/4/2026), insiden itu terjadi pada 11 Maret 2026 dalam pesawat Avianca AV46 dari Bogota ke Madrid. Menurut surat kabar Kolombia El Tiempo, Cossio memicu sebuah alat yang melepaskan bau kimia yang menyengat di dalam kabin pesawat saat penerbangan sedang melintasi Samudra Atlantik.

Pihak maskapai mengatakan tindakan tersebut mengganggu lingkungan di dalam pesawat dan memaksa maskapai untuk mengambil tindakan untuk mencegah perilaku penumpang yang tidak tertib tersebut. Dalam pernyataan yang dirilis setelah insiden tersebut, Avianca mengatakan telah mengakhiri kontrak pengangkutan influencer tersebut dan membatalkan penerbangan pulangnya.

Maskapai tersebut juga mengindikasikan bahwa mereka berencana untuk menempuh jalur hukum terhadap Cossio. "Maskapai juga akan menempuh jalur hukum yang sesuai," imbuh maskapai dalam pernyataan resmi mereka.

"Keputusan tersebut diambil berdasarkan ketentuan pada bagian a), d) dan h) dari klausul 8.6 Kontrak, setelah perilaku yang memengaruhi keselamatan, kenyamanan, ketertiban dan disiplin di dalam pesawat, serta kondisi sanitasi penerbangan, menyusul penggunaan alat yang menghasilkan bau kimia di dalam kabin," demikian pernyataan Avianca.

Mengapa Kentut Sangat Mengganggu di Penerbangan?

Menurut maskapai, melepaskan bau kimia selama penerbangan jarak jauh dapat menimbulkan kekhawatiran di antara penumpang dan awak kabin serta mempersulit respons keselamatan. Maskapai ini juga mencatat bahwa insiden tersebut terjadi di titik pesawat tidak dapat melakukan pengalihan rute.

"Pesawat merupakan lingkungan tertutup dan bertekanan di mana udara disirkulasikan kembali di seluruh kabin, dan pesawat tersebut terbang di atas Samudra Atlantik, masih jauh dari bandara terdekat jika terjadi keadaan darurat," sambung pernyataan maskapai.

Maskapai ini juga menggunakan insiden tersebut untuk menegaskan kembali seruannya agar diberlakukan undang-undang yang lebih ketat untuk mengatasi perilaku penumpang yang tidak tertib. "Maskapai secara tegas menolak perilaku apa pun yang membahayakan keselamatan operasionalnya atau mengganggu pengalaman penumpang dan personel layanan di dalam pesawat," imbuh mereka.

Perusahaan tersebut mendesak otoritas dan anggota parlemen Kolombia untuk terus memajukan RUU 153 Tahun 2025, yang bertujuan untuk meningkatkan hukuman bagi penumpang yang mengganggu dan memperkuat perlindungan bagi personel penerbangan.

Pembelaan Diri Influencer yang Bikin Prank Kentut di Pesawat

Sementara, influencer yang berulah, Cossio, membela dirinya atas insiden tersebut di saluran Youtube-nya. Ia menyatakan bahwa situasi tersebut telah dibesar-besarkan.

Influencer tersebut mengklaim bom bau tersebut dilepaskan secara tidak sengaja dan bukan bagian dari lelucon di dalam pesawat. "Saya membawa sekantong kecil 'kentut kimia' di tas jinjing saya," jelasnya. "Itu pekerjaan saya: saya membuat lelucon."

Menurut Cossio, alat tersebut diaktifkan secara tidak sengaja ketika ia mencoba mengeluarkan tempat pensil berisi barang-barang pribadi dari tas jinjingnya. Cossio juga bukan penumpang pertama yang meledakkan bom bau di pesawat. Insiden serupa terjadi pada 1995 di penerbangan Boeing 747 USAir dari Orlando ke New York, yang memaksa pendaratan darurat di Philadelphia.

Pertaruhan Maskapai atas Ulah Penumpang yang Mengganggu

Insiden bom bau lainnya terjadi di penerbangan Virgin Australia dari Hobart ke Melbourne pada 2006. Meskipun FBI dan Kepolisian Australia menyelidiki kedua insiden tersebut, tidak satu pun dari penumpang yang terlibat pada akhirnya dikenai tuntutan. Namun, pelepasan bahan kimia di dalam pesawat merupakan masalah serius bagi keselamatan penerbangan.

Kebijakan maskapai penerbangan yang bertujuan untuk mencegah perilaku penumpang yang mengganggu semakin diperketat, dengan beberapa maskapai penerbangan mengajukan gugatan terhadap penumpang yang bertanggung jawab dan melarang beberapa penumpang seumur hidup. Bom bau terbaru ini bisa menjadi yang terakhir jika Avianca memenangkan klaim hukumnya.

Maskapai penerbangan di seluruh dunia telah melaporkan peningkatan kasus insiden penumpang yang mengganggu dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari pelecehan verbal hingga gangguan terkait keselamatan. Regulator penerbangan biasanya mengizinkan maskapai untuk menolak perjalanan di masa mendatang dan mengambil tindakan hukum jika perilaku penumpang mengganggu keselamatan penerbangan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |