Biasakan Setor Sampah Elektronik ke Tempatnya, Jangan Campur dengan Sampah Lainnya

12 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Di antara sekian banyak jenis sampah yang dihasilkan kita, salah satu yang sering memusingkan adalah sampah elektronik alias e-waste. Komponennya banyak, bahkan ada yang tergolong limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya), sehingga tidak bisa dibuang sembarangan, apalagi menyatu dengan sampah rumah tangga lainnya.

Memanfaatkan momentum Hari Bumi 2026 yang bertemakan Our Power, Our Planet, Blibli kembali mengingatkan publik tentang program pengumpulan sampah elektronik dan Take Back Packaging alias pengumpulan kembai sampah kemasan. Langkah itu untuk menjawab salah satu tantangan terbesar pengelolaan sampah, yakni memastikan material pasca-konsumsi dapat dikelola secara bertanggung jawab.

Dalam keterangan pers yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Rabu, 22 April 2026, data laporan Global E-waste Monitor menyebutkan, volume limbah elektronik mencapai 62 juta ton pada 2022 dan diproyeksikan meningkat menjadi 82 juta ton pada 2030. Namun, hanya 22,3 persen yang berhasil didaur ulang secara formal, berdasarkan World Health Organization.

Sementara di Indonesia, data Global E-waste Monitor 2024 menyebutkan bahwa sekitar dua juta ton sampah elektronik dihasilkan di negara ini per tahun, dengan Pulau Jawa menyumbang lebih dari separuh total volume tersebut. Hal itu menempatkan Indonesia sebagai salah satu kontributor terbesar di Asia Tenggara.

Kesenjangan antara volume dan pengelolaan juga masih signifikan. Di DKI Jakarta, misalnya, dari total e-waste yang dihasilkan sekitar 89 ton per hari menurut data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, hanya sekitar 165 ton yang berhasil dikelola sepanjang periode 2019 hingga Mei 2024. Artinya, kurang dari 0,001 persen sampah elektronik di DKI yang berhasil dikelola.

5 Titik Pengumpulan Sampah Elektronik

Karena itu, lewat program pengumpulan sampah elektronik Gadget for Good, Blibli menyediakan dropbox pengumpulan limbah elektronik yang dapat diakses sepanjang tahun. Lokasinya tersebar di lima mal tempat Blibli Store berada, yaitu Central Park, Gandaria City, Bintaro Jaya Xchange Mall, Lippo Mall Puri, dan AEON Mall Sentul.

Partisipasi masyarakat terkait program itu menunjukkan tren positif. Rata-rata volume sampah elektronik yang terkumpul meningkat sebesar 54 persen, dari 1,5 item per hari pada Desember 2025 menjadi 2,4 item per hari pada kuartal pertama 2026. Dari 14 jenis sampah elektronik yang ditampung, tiga produk terbanyak dikumpulkan adalah charger handphone, mouse, dan powerbank.

"Hal ini mencerminkan semakin tumbuhnya kesadaran untuk mengelola perangkat pascapakai secara lebih bertanggung jawab," kata Ignacia Chiara Irawan, Head of ESG Blibli.

Setor Sampah Kemasan Dapat Voucher Belanja

Berdasarkan respons tersebut, pihaknya berencana akan terus mengembangkan program itu secara bertahap, baik melalui penambahan titik layanan maupun kolaborasi dengan berbagai mitra. "Kami meyakini bahwa ekosistem sirkular hanya dapat terbangun melalui konsistensi dan kolaborasi multipihak yang berkelanjutan," ujarnya.

Khusus menyambut Hari Bumi, Blibli menghadirkan titik pengumpulan sampah elektronik sementara di Eternity Privilege, Lantai 2 AEON Mall Sentul City, pada 14 April hingga 3 Mei 2026. Melalui program ini, pelanggan dapat menyerahkan minimal empat perangkat elektronik kecil, mulai dari charger, earphone, powerbank, hingga game console.

Sebagai bentuk apresiasi, pelanggan juga berkesempatan mendapatkan voucher Rp100 ribu untuk pembelian produk Samsung di Blibli Store AEON Mall Sentul City (selama kuota masih tersedia). Caranya sebagai berikut:

1. Taruh sampah elektronik di dropbox yang ada di AEON Mall Sentul City.

2. Videokan dan isi fomulir di bit.ly/EarthDayBlibliAEON.

3. Redeem voucher melalui CS Mall.

4. Belanja di Blibli Store.

Program Penjemputan Sampah Elektronik DKI Jakarta

Selain pengumpulan sampah elektronik, Blibli juga menjalankan Take Back Packaging Program sejak 2020 agar bekas kemasan bisa didaur ulang. Setiap 150 kemasan bekas yang dikembalikan dikonversi menjadi 1 bibit pohon dan pelanggan berkesempatan untuk mendapatkan 100 Blibli Tiket Poins setiap 1 kemasan bekas. Program ini diperkuat dengan fitur Misi Tanam Pohon, opsi layanan Green Delivery serta implementasi Green Building di fasilitas warehouse Blibli, sebagai upaya mengurangi jejak karbon di seluruh rantai operasional.

Selain Blibli, Pemprov DKI Jakarta melalui DLH-nya juga menyediakan program pengumpulan sampah elektronik dan penjemputan sampah elektronik. Cara pengumpulan sampah elektronik tak berbeda dari prinsip yang diterapkan oleh Blibli, yakni masyarakat bisa menaruh sampahnya di titik-titik drop box yang tersedia.

Sementara, program penjemputan sampah elektronik dilakukan dengan mendaftarkan permohonan lewat situs https://lingkunganhidup.jakarta.go.id/. Program itu hanya berlaku untuk warga DKI Jakarta yang ditunjukkan melalui KTP. Berat e-waste yang dapat diangkut minimal 5 kilogram. Lokasi penjemputan harus dapat dilalui kendaraan roda empat.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |