Barron Trump Sibuk Rintis Usaha Teh Herbal Pahit Saat Donald Trump Berkutat dengan Perang Iran

9 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Keluarga Donald Trump selalu punya cerita. Saat si kepala keluarga, Donald Trump, sibuk perang dengan Iran, meski disela dengan gencatan senjata yang rapuh, si putra bungsu Barron Trump mengalihkan perhatian dengan merintis perusahaan minuman teh herbal pahit khas Amerika Selatan.

Mengutip People, Jumat (10/4/2026), awal tahun ini, Barron secara resmi terdaftar sebagai direktur di perusahaan minuman bermerek Sollos Yerba Mate. Perusahaan itu berbasis di Palm Beach, Florida, menurut pengajuan publik di Florida dan Delaware.

Mendekati tanggal peluncuran resmi, sebuah unggahan terbaru merek minuman itu mengungkap dua rasa pertama minuman teh herbal pahit itu. "Memperkenalkan kemasan 12 botol kami: Nanas + Kelapa," tulis merek tersebut dalam sebuah unggahan di akun Instagram merek tersebut. "Diluncurkan Mei 2026."

Dalam video unggahan tersebut, kemasan 12 botol yerba mate diletakkan di atas papan selancar putih yang mengapung di air. Yerba mate baru-baru ini dipopulerkan di Amerika Serikat sebagai alternatif kopi yang mengandung kafein.

Nama merek minuman itu berasal dari kata Spanyol yang berarti matahari. Sol mewakili matahari terbit dan awal hari, menurut sebuah unggahan LinkedIn, sedangkan Los dimaksudkan untuk mewakili matahari terbenam di penghujung hari. 

Dalam unggahan tersebut juga dijelaskan arti di balik nama Sollos. "Tumbuh besar di Florida Selatan, gaya hidup kami dibentuk oleh kesempatan untuk menghabiskan waktu di luar ruangan sepanjang tahun. Pengalaman itu membawa kami untuk menciptakan SOLLOS, minuman yang dirancang untuk melengkapi kehidupan di 'Negara Bagian Matahari Terbit'," tulis unggahan tersebut.

"Bersama-sama, SOLLOS menangkap siklus penuh matahari dan bahwa 'Dimulai di Mana Berakhir'," sambungnya.

Dirintis Barron Trump dan 4 Temannya

Menurut pengajuan publik Januari 2026 di Florida dan Delaware, Barron dilaporkan sebagai salah satu dari lima mitra di SOLLOS Yerba Mate Inc. Barron terdaftar sebagai direktur, bersama dengan mitra Spencer Bernstein, Rudolfo Castello, Stephen Hall, dan Valentino Gomez.

Salah satu pendiri merek tersebut menggambarkan perusahaan sebagai "merek minuman gaya hidup yang dibangun di sekitar bahan-bahan bersih + fungsional." Merek ini berbasis di properti sekitar satu mil dari Klub Mar-a-Lago milik Donald Trump di Palm Beach.

Sollos awalnya memproyeksikan peluncuran produk pertamanya akan berlangsung pada April 2026. Unggahan terbaru merek tersebut, pada 8 April 2026 menampilkan cuplikan minuman individual yang bergerak di ruang pabrik. Kaleng biru muda tersebut menampilkan logo merek, dengan tulisan 'Sollos' dalam huruf tebal di depan gambar matahari berwarna oranye dan kuning.

People sebelumnya melaporkan bahwa Barron menghabiskan sebagian besar musim panas 2025, setelah tahun pertamanya di Stern School of Business Universitas New York, untuk mengembangkan rencana bisnis. "Barron telah aktif mengurus kepentingan finansialnya sendiri dan menghabiskan waktu bersama orang lain yang terlibat dengannya di bidang itu," kata sebuah sumber.

Gencatan Senjata dengan Iran

Sebelumnya, pada Selasa, 7 April 2026, Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran. Hal itu terjadi tak lama sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan bagi Iran untuk menyerah atau menghadapi serangan militer besar-besaran.

Keputusan gencatan senjata, hasil negosiasi intensif yang dimediasi oleh Pakistan, diumumkan Donald Trump melalui platform media sosialnya Truth Social, dengan menegaskan bahwa gencatan senjata tersebut bersifat 'dua arah'. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi negosiasi lebih lanjut guna mencapai "perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah."

"Alasan untuk melakukan hal itu adalah karena kita telah memenuhi dan melampaui semua tujuan Militer, dan telah sangat jauh dalam Kesepakatan definitif mengenai PERDAMAIAN jangka panjang dengan Iran, dan PERDAMAIAN di Timur Tengah," Trump menyatakan dalam sebuah unggahan media sosial yang mengumumkan gencatan senjata sementara tersebut.

Gencatan senjata yang diumumkan Donald Trump memiliki beberapa syarat yang dibebankan kepada Amerika Serikat. Syarat utama adalah persetujuan Iran untuk "PEMBUKAAN LENGKAP, SEGERA, dan AMAN" Selat Hormuz.

Bantahan Melania Trump Terkait Jeffrey Epstein

Terpisah, Melania Trump tiba-tiba berbicara di Gedung Putih membahas hubungannya dengan penjahat seksual Jeffrey Epstein dan kaki tangannya, Ghislaine Maxwell. Ibu negara Amerika Serikat itu menyampaikan pernyataannya kepada publik pada Kamis, 9 April 2026, waktu Amerika Serikat.

"Saya tidak pernah berteman dengan Epstein," kata Melania dalam pernyataannya, dikutip dari The Guardian, Jumat (10/4/2026). "Saya bukan korban Epstein. Epstein tidak memperkenalkan saya kepada Donald Trump."

Ibu satu anak itu melanjutkan bahwa dia dan Donald Trump diundang ke pesta yang sama dengan Epstein 'dari waktu ke waktu' karena 'lingkaran sosial yang tumpang tindih adalah hal biasa di Kota New York dan Palm Beach'. Ia menjelaskan bahwa pertemuan pertamanya dengan Epstein terjadi 2000, di sebuah pesta yang dihadirinya bersama Donald. Saat itu, ia dikenal sebagai Melania Knauss.

"Saya belum pernah bertemu Epstein dan tidak mengetahui tentang tindakan kriminalnya," katanya. "Banyak gambar dan pernyataan palsu tentang Epstein dan saya telah beredar di media sosial selama bertahun-tahun. Berhati-hatilah dengan apa yang Anda percayai."

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |