Banyak Orang Tua Diam-Diam Alami Kelelahan, Penyebab Utamanya Ternyata Bukan Anak

1 day ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Health Collaborative Center (HCC) Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, menyoroti fenomena kelelahan yang dialami banyak orang tua di kota besar seperti Jakarta. Menariknya, tidak semua kelelahan ini disebabkan oleh anak.

Sebaliknya, banyak orang tua justru merasa lelah karena tekanan hidup yang datang secara bersamaan.

Parental Burnout Semakin Nyata

Fenomena parental burnout kini semakin sering terjadi, terutama di lingkungan urban. Orang tua dihadapkan pada berbagai tuntutan dalam waktu yang bersamaan, seperti:

  • Bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup
  • Mengurus anak tanpa jeda
  • Menghadapi tekanan ekonomi dan sosial

Semua tanggung jawab ini terjadi sekaligus, tanpa banyak ruang untuk beristirahat.

Apa Itu Parental Burnout?

Secara ilmiah, parental burnout adalah kondisi kelelahan ekstrem yang dialami orang tua, baik secara fisik, mental, maupun emosional.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan:

  • Merasa 'kosong' saat mengasuh anak
  • Mudah marah atau kehilangan kesabaran
  • Muncul rasa bersalah sebagai orang tua
  • Kehilangan kedekatan emosional dengan anak

Bukan Karena Tidak Sayang Anak

Hal yang sering disalahpahami, parental burnout bukan terjadi karena:

  • Orang tua tidak menyayangi anak
  • Orang tua tidak kuat menjalani peran

Sebaliknya, kondisi ini muncul karena minimnya sistem pendukung bagi orang tua.

Realita Hidup di Kota Besar

Di kota seperti Jakarta, kata Ray, tekanan hidup menjadi faktor besar yang memicu kelelahan orang tua. Beberapa tantangan yang sering dihadapi antara lain:

  • Waktu habis di perjalanan
  • Energi terkuras oleh pekerjaan
  • Minimnya dukungan keluarga
  • Tingginya biaya hidup

Akibatnya, banyak orang tua yang pulang ke rumah bukan untuk benar-benar “hidup”, melainkan hanya untuk “bertahan”.

Dampak yang Sering Tidak Disadari

Parental burnout dapat berdampak luas, tidak hanya pada orang tua tetapi juga anak. Dampaknya meliputi:

  • Gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi
  • Hubungan orang tua dan anak menjadi renggang
  • Pola asuh yang kurang optimal

Dalam jangka panjang, kondisi ini bahkan dapat memengaruhi kualitas generasi berikutnya.

Siapa yang Menjaga Orang Tua?

Selama ini, orang tua sering dituntut untuk selalu sabar. Namun, jarang ada pertanyaan penting yang diajukan:

Siapa yang menjaga kesehatan mental orang tua?

Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan

  • Luangkan waktu jeda, meski hanya sebentar
  • Jangan ragu untuk meminta bantuan
  • Turunkan ekspektasi untuk selalu sempurna
  • Jaga kesehatan mental, sama pentingnya dengan merawat anak

"Tidak semua orang tua terlihat lelah, tapi banyak yang sedang berjuang dalam diam. Ini bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk kelelahan yang nyata," ujar Ray.

View this post on Instagram

A post shared by Health Collaborative Center (HCC) (@hcc.indonesia)

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |