Arkiv Vilmansa Wujudkan Mimpi, Bawa Laut dan Si Anak Bungsu di Jam Tangan Edisi Terbatas

2 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - "Secara pribadi, memang saya senang sekali dengan jam. Jadi, kebiasaan memakai jam tangan itu udah dari kecil ya. Mungkin dari SD sekitar umur 7 atau 8 (tahun)," celoteh Arkiv Vilmansa, seniman multimedia asal Bandung, dalam peluncuran perdana koleksi jam tangan Arkiv Vilmansa × Alba Indonesia Limited Edition, di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.

Kegemarannya pada dunia horologi terus berlanjut hingga dewasa. Saat sudah punya penghasilan sendiri, ia mengembangkan ketertarikannya dengan mengoleksi berbagai jam tangan, terutama jam tangan analog asal Jepang. 

"Memang movement dari Jepang itu unik ya. Karena itu, saya tuh pengen sekali dari dulu tuh kolaborasi sama (brand) jam (tangan)," ujarnya.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Ia menerima pesan pribadi via akun Instagramnya dari Alba Indonesia, merek jam tangan asal Jepang yang konsisten memproduksi jam mekanis atau analog. "Saya bilang ini dream come true," sambungnya.

Dari pesan singkat yang diterimanya pada 2024, perbincangan berlanjut dengan tatap muka. Direktur PT Asia Jaya Indah yang merupakan distributor resmi merek jam itu, Kevin Lie bahkan ikut mengunjungi pameran seni yang digelar Arkiv selama tiga bulan di Galeri Nasional Indonesia sejak Februari 2025.

Pameran itu pula yang menginspirasi desain yang diciptakannya untuk proyek kolaborasi tersebut. "Tema yang saya usung di Galeri Nasional adalah tentang laut... Karena memang di Indonesia kan lautnya ini sangat luas dan kaya dengan makanan di dalamnya. Banyak flora dan fauna yang juga endemik," tuturnya.

Simbolisasi Laut Versi Arkiv Vilmansa

Bagi Arkiv, laut bukan sekadar perairan dan seisinya, tetapi merupakan simbolisasinya soal ide. Ia menyatakan bahwa banyak misteri di dasar laut yang hingga kini belum terungkap. Menurut informasi yang didapatnya, hanya 20 persen isi lautan yang bisa dieksplorasi hingga saat ini.

"Saya mengajak masyarakat luar itu untuk melihat kedalamannya karena justru banyak hal yang menarik di sana... Saya menganalogikan itu sebagai ide. Jadi, memang ide itu tidak terbatas juga sebenarnya," urainya.

Ceritanya tentang laut digambarkan lewat karakter Domma, sekilas wujudnya mengingatkan pada karakter Disney, Mickey Mouse. Faktanya, karakter itu mengambil inspirasi dari anak bungsunya yang bernama Dama.

"Doma adalah karakter utama yang merepresentasikan rasa ingin tahu yang luas dan juga keberanian serta semangat eksplorasi," ia menjelaskan.

"Dan juga kenapa sih Doma dihadirkan di kolaborasi jam ini karena proyek ini lahir dengan fase yang sangat personal dalam hidup saya. Kalian akan melihat sebuah perjalanan, ketika saya kembali ke childhood memories," imbuhnya.

Bezel Besar dan Rangka Belakang Transparan

Proses mendesain hingga produksi untuk layak dijual berjalan lebih dari setahun. Selama itu, desain pun berubah. Kevin sempat menunjukkan desain awal bertajuk Sea of the Color kreasi Arkiv yang lebih berwarna dibandingkan desain akhir yang kini diluncurkan.

Di sisi lain, Alba selaku produsen juga merancang model jam tangan yang dinilai paling mengakomodasi rancangan Arkiv. Dipilihlah case berukuran 43 mm dengan ketebalan 10 mm. 

"Bagian dial ini secara khusus menjadi elemen krusial untuk menyampaikan desain Arkiv. Itulah sebabnya kami sengaja memilih ukuran case yang lebih besar, yaitu 43 mm," kata Hideji Machida, General Manager of Product Planning Division at Seiko Hong Kong. Jam tangan tersebut juga sengaja menggunakan rangka belakang yang transparan agar bisa terlihat pergerakan mekanis mesin jam yang begitu apik.

Jam itu juga dilengkapi dengan fitur tahan air hingga tekanan 10 bar. Artinya, jam tangan itu bisa dipakai sehari-hari dan aman untuk dibawa berenang, snorkeling, atau permainan di air lainnya.

Hanya Diproduksi 500 Unit

"Kami juga menyiapkan kotak orisinal yang didesain sendiri oleh Arkiv. Tersedia juga tambahan tali silikon (selain tali stainless steel) sehingga Anda dapat mengganti tali sesuai keinginan," sambung Machida. 

Pada tali jam tangan metal, tanda tangan Arkiv digrafir halus di bagian pengaitnya. Nama Arkiv dengan warna hitam juga menghiasi bagian tali silikon.

Di bagian belakang dilengkapi ukiran nomor seri sebagai penanda edisi terbatas. Total ada 500 buah jam tangan disiapkan untuk koleksi kolaborasi tersebut.

"Kami sangat terbuka kemungkinan untuk melanjutkan kolaborasi dengan Arkiv ke depannya," kata Kevin.

Pihaknya menyiapkan roadshow pameran pop up ke empat kota untuk mempromosikan jam tangan kolaborasi yang menjadi proyek kolaborasi pertama antara Alba dengan seniman Indonesia dalam 45 tahun Alba beroperasi di Indonesia. Jakarta menjadi kota pertama, disusul dengan Surabaya, Medan, dan Bandung.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |