Liputan6.com, Jakarta - Apakah beras berkutu masih aman dimasak sering menjadi pertanyaan banyak orang saat menemukan serangga kecil di dalam wadah beras di rumah. Kondisi ini memang membuat panik sekaligus jijik, apalagi jika kutu sudah terlihat bergerak di sela-sela butiran beras. Namun, kasus beras berkutu sebenarnya cukup umum terjadi, terutama di daerah tropis dengan kelembapan tinggi.
Kutu beras atau rice weevil merupakan jenis kumbang kecil yang sering muncul pada beras, gandum, jagung, hingga biji-bijian yang disimpan terlalu lama. Serangga ini bisa berkembang biak di dalam butiran beras dan baru terlihat setelah jumlahnya cukup banyak. Banyak orang akhirnya memilih membuang seluruh stok beras karena khawatir membahayakan kesehatan.
Padahal, sejumlah sumber terpercaya menyebutkan bahwa beras berkutu umumnya masih bisa dikonsumsi selama kondisi beras tetap kering dan tidak berjamur. Meski begitu, kualitas beras biasanya sudah menurun dan perlu penanganan khusus sebelum dimasak agar tetap aman dikonsumsi. Berikut ulasan Liputan6.com, Sabtu (16/5/2026).
Apa Itu Kutu Beras?
Kutu beras dikenal dengan nama rice weevil atau Sitophilus oryzae. Menurut Singapore Food Agency (SFA), serangga ini merupakan kumbang kecil berukuran sekitar 2–3 mm yang banyak ditemukan di negara tropis. Selain beras, kutu ini juga bisa hidup pada gandum, jagung, barley, oat, dan biji-bijian lainnya.
Kutu beras biasanya masuk sejak proses panen atau penyimpanan di gudang. Induk kutu membuat lubang kecil pada butiran beras untuk meletakkan telur. Setelah menetas, larva berkembang di dalam butiran beras hingga akhirnya keluar menjadi serangga dewasa.
Karena prosesnya terjadi di dalam beras, sering kali orang tidak menyadari keberadaan kutu hingga jumlahnya banyak. Tanda-tanda beras berkutu biasanya meliputi:
- Muncul serangga kecil cokelat kemerahan
- Ada lubang kecil pada butiran beras
- Beras terasa lebih lembap
- Terdapat serpihan halus seperti bubuk
- Aroma beras berubah agak apek
Apakah Beras Berkutu Masih Aman Dimasak?
Pertanyaan apakah beras berkutu masih aman dimasak sebenarnya sudah dijawab oleh beberapa ahli keamanan pangan. Berdasarkan penjelasan dari situs Eat or Toss dan Singapore Food Agency, beras berkutu pada dasarnya masih aman dikonsumsi selama tidak berjamur, tidak basah, dan tidak berbau menyengat.
Ahli mikrobiologi pangan dari Rutgers University, Don Schaffner, menjelaskan bahwa kutu beras bukan pembawa penyakit dan tidak meningkatkan risiko bakteri berbahaya secara signifikan. Menurutnya, masalah utama pada beras berkutu lebih bersifat estetika atau rasa jijik dibanding ancaman kesehatan serius.
Singapore Food Agency juga menyebutkan bahwa rice weevil tidak menggigit manusia, tidak menyebarkan penyakit, dan tidak menyebabkan infeksi. Konsumen bahkan masih dapat mengonsumsi beras setelah kutunya dibersihkan dengan cara dicuci.
Meski demikian, kualitas beras biasanya sudah menurun. Dalam beras berkutu kemungkinan terdapat:
- Larva kutu di dalam butiran beras
- Kotoran serangga
- Butiran beras pecah
- Aroma yang berubah
- Tekstur nasi yang kurang baik setelah dimasak
Karena itu, banyak orang tetap memilih membuangnya jika infestasi sudah terlalu parah.
Bahaya Beras Berkutu yang Perlu Diwaspadai
Walaupun relatif aman, ada beberapa kondisi yang membuat beras berkutu sebaiknya tidak dikonsumsi lagi. Berikut beberapa tanda beras harus dibuang:
1. Beras Berbau Apek atau Busuk
Jika aroma beras berubah tajam, asam, atau lembap, kemungkinan sudah terjadi pertumbuhan jamur atau bakteri akibat kadar air tinggi.
2. Muncul Jamur
Beras yang mulai berubah warna dan muncul bercak putih kehijauan menandakan adanya jamur. Kondisi ini tidak aman untuk dikonsumsi.
3. Tekstur Beras Lembap
Kelembapan tinggi bisa memicu pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Menurut para ahli, kondisi lembap jauh lebih berbahaya dibanding keberadaan kutu itu sendiri.
4. Jumlah Kutu Sangat Banyak
Jika hampir seluruh beras dipenuhi kutu, larva, dan bubuk halus, kualitasnya biasanya sudah sangat buruk sehingga kurang layak dikonsumsi.
Cara Membersihkan Beras Berkutu Sebelum Dimasak
Jika infestasi kutu masih ringan, Anda masih bisa membersihkan beras sebelum dimasak. Berikut beberapa cara yang umum dilakukan:
1. Jemur Beras di Bawah Matahari
Menjemur beras membantu mengurangi kelembapan sekaligus membuat kutu keluar dari dalam beras.
2. Ayak Beras
Gunakan saringan atau tampah untuk memisahkan kutu dan serpihan halus dari beras.
3. Cuci Beras Beberapa Kali
Cuci beras hingga air cucian terlihat bersih. Kutu biasanya akan mengapung dan mudah dibuang.
4. Simpan di Freezer
Beberapa ahli menyarankan menyimpan beras di freezer selama beberapa hari untuk membunuh kutu dan larvanya.
5. Panggang dengan Suhu Rendah
Menurut Iowa State Extension, beras bisa dipanaskan sekitar 140°F selama 15 menit untuk membantu membunuh kutu.
Kenapa Beras Bisa Berkutu?
Banyak orang mengira kutu muncul karena beras kotor. Padahal, kutu beras sering kali sudah ada sejak awal proses distribusi.
Kutu bisa berasal dari:
- Gudang penyimpanan
- Proses panen
- Pabrik pengemasan
- Wadah penyimpanan di rumah
- Produk biji-bijian lain di dapur
Menurut penjelasan ahli entomologi dari Louisiana State University, telur kutu bisa tersembunyi di dalam butiran beras sejak kemasan masih tertutup rapat. Setelah beberapa waktu, kutu dewasa baru keluar dan terlihat oleh konsumen.
Cara Mencegah Beras Berkutu
Agar stok beras di rumah lebih awet dan bebas kutu, berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
Simpan di Tempat Kering
Pastikan wadah penyimpanan tidak lembap dan jauh dari sumber air.
Gunakan Wadah Kedap Udara
Simpan beras dalam wadah tertutup rapat agar kutu tidak berkembang biak.
Jangan Membeli Terlalu Banyak
Jika konsumsi beras sedikit, beli ukuran kecil agar cepat habis.
Bersihkan Wadah Secara Berkala
Cuci dan keringkan tempat beras sebelum mengisi stok baru.
Simpan Daun Alami
Sebagian orang menggunakan daun salam atau bawang putih untuk membantu mengusir kutu beras secara alami.
Apakah Beras Berkutu Masih Aman Dimasak untuk Anak?
Secara umum, apakah beras berkutu masih aman dimasak untuk anak sebenarnya bergantung pada kondisi beras tersebut. Jika beras masih kering, tidak berjamur, dan sudah dibersihkan dengan baik, risiko kesehatannya relatif rendah.
Namun, untuk bayi, balita, atau orang dengan daya tahan tubuh lemah, lebih baik menggunakan beras yang benar-benar bersih demi menjaga kualitas makanan. Selain faktor keamanan, rasa dan tekstur nasi dari beras berkutu juga biasanya sudah tidak optimal.
Fakta Menarik tentang Kutu Beras
Ada beberapa fakta unik tentang kutu beras yang mungkin belum banyak diketahui:
- Kutu beras bisa berpura-pura mati saat terganggu
- Sebagian jenis kutu beras dapat terbang
- Induk kutu bisa bertelur beberapa butir setiap hari
- Larva hidup di dalam butiran beras
- Kutu beras lebih menyukai tempat hangat dan lembap
Selain itu, beberapa penelitian tentang entomophagy atau konsumsi serangga bahkan menyebut serangga memiliki kandungan protein. Namun tentu saja, beras berkutu bukan sumber protein yang direkomendasikan untuk dikonsumsi sehari-hari.
Pertanyaan Seputar Beras Berkutu
1. Apakah nasi dari beras berkutu aman dimakan?
Ya, selama beras masih kering, tidak berjamur, dan sudah dicuci bersih sebelum dimasak.
2. Apakah kutu beras berbahaya bagi kesehatan?
Menurut ahli keamanan pangan, kutu beras tidak menggigit, tidak menyebarkan penyakit, dan tidak menyebabkan infeksi.
3. Bagaimana cara menghilangkan kutu beras?
Kutu bisa dihilangkan dengan menjemur, mencuci, menyaring, atau menyimpan beras di freezer.
4. Kenapa beras cepat berkutu?
Biasanya karena penyimpanan terlalu lama, kondisi lembap, atau telur kutu sudah ada sejak proses distribusi.
5. Kapan beras berkutu harus dibuang?
Jika beras berbau busuk, lembap, berjamur, atau infestasi kutu sudah terlalu parah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3214945/original/091194600_1597992177-TAHU_KRISPI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6096932/original/003901200_1778983174-000_B3232GE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502160/original/093627500_1770970440-Gemini_Generated_Image_a5n61xa5n61xa5n6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6102452/original/016280000_1778988285-Cara_Efektif_Menyimpan_Beras_25_Kg_Agar_Tidak_Berkutu_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6097914/original/030605300_1778984182-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6097261/original/020683200_1778983535-BRI_17_mei_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6010876/original/001267100_1778903181-WhatsApp_Image_2026-05-16_at_10.26.15__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6089480/original/072040900_1778976193-AP26136328993205.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5693164/original/025196800_1778569865-IMG-20260512-WA0016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6026550/original/095581300_1778917694-Alyssa_Daguise_0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5964090/original/051431800_1778859868-Gen_Z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6021368/original/019630900_1778912909-ClipDown.com_670384571_18598662376040795_7780105501498818705_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6014934/original/081515100_1778906986-ChatGPT_Image_May_16__2026__11_49_02_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6003881/original/089386500_1778896756-WhatsApp_Image_2026-05-16_at_08.41.47.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438528/original/041337500_1765322904-donut_kentang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307778/original/021552900_1754480917-es.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/6004900/original/013036200_1778897667-WhatsApp_Image_2026-04-30_at_07.33.45__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468879/original/057049500_1768029329-Gemini_Generated_Image_84vmvf84vmvf84vm.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5998569/original/085783200_1778891817-000_B2V79XD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5954285/original/080360100_1778850770-IMG-20260515-WA0064.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483775/original/060597100_1769403155-victoria_beckham.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441925/original/083440000_1765521629-WhatsApp_Image_2025-12-12_at_13.31.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477081/original/014158100_1768808089-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_14.25.45.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454036/original/068509500_1766547463-Stasiun_Gambir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498890/original/093027800_1770725754-image__57_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4762442/original/092574700_1709625037-IMG_1493.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485154/original/028256900_1769496101-siti_nadia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478141/original/024911500_1768892922-ATK_BOLANET_UCL_2025_2026_SCHEDULE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483058/original/082385200_1769322591-20260125_132615.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4105592/original/078026500_1659098223-ezgif.com-gif-maker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5130439/original/091465400_1739343321-54318718348_fb712dec5a_c__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476303/original/023394600_1768726731-modern-woman-using-hair-straightener.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477562/original/022471000_1768869683-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_22.56.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5128815/original/071800800_1739261225-ice-cube-background-still-life.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482171/original/016117100_1769163345-Depositphotos_150827586_L.jpg)