9 Kuliner Nusantara Kuno yang Masih Eksis, Jelajahi Kelezatan Abadi

10 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Kuliner nusantara kuno yang masih eksis menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia yang tetap bertahan hingga sekarang. Hidangan tradisional ini tidak hanya menawarkan cita rasa khas, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dari generasi ke generasi.

Keberagaman daerah menghadirkan keunikan rasa dan cara pengolahan, sehingga kuliner nusantara kuno yang masih eksis tetap memiliki daya tarik tersendiri. Banyak resep masih dipertahankan secara turun-temurun dengan teknik memasak tradisional.

Selain itu, kuliner nusantara kuno yang masih eksis juga mulai kembali diminati dan dikembangkan sebagai peluang usaha. Hal ini membuat makanan tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga terus dikenal oleh generasi masa kini.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang kuliner nusantara kuno yang masih eksis, Rabu (29/4/2026).

1. Urap

Urap merupakan salah satu makanan tradisional yang telah dikenal sejak zaman dahulu dan masih bertahan hingga kini. Hidangan ini terdiri dari berbagai sayuran rebus seperti kangkung, bayam, tauge, dan kacang panjang yang dicampur dengan parutan kelapa berbumbu. Perpaduan rasa gurih dari kelapa, pedas dari bumbu, dan segar dari sayuran menciptakan cita rasa yang khas dan menggugah selera.

Selain kelezatannya, urap juga dikenal sebagai makanan yang kaya nutrisi karena menggunakan bahan alami yang sehat. Tidak hanya disajikan sebagai lauk sehari-hari, urap juga sering hadir dalam berbagai upacara adat sebagai simbol kesederhanaan dan keseimbangan hidup. Keberadaannya yang tetap populer hingga sekarang menunjukkan bahwa kuliner nusantara kuno yang masih eksis ini memiliki nilai budaya dan kesehatan yang tinggi.

2. Dendeng

Dendeng adalah olahan daging yang diiris tipis, kemudian dibumbui dan dikeringkan sebagai metode pengawetan tradisional. Teknik ini telah digunakan sejak lama oleh masyarakat Nusantara untuk memperpanjang masa simpan daging, terutama sebelum adanya teknologi pendingin. Proses pengeringan ini juga memberikan tekstur khas serta rasa yang lebih kuat dan kaya.

Seiring perkembangan zaman, dendeng hadir dalam berbagai variasi rasa seperti manis, pedas, hingga balado. Meskipun mengalami inovasi, esensi tradisionalnya tetap terjaga. Hal ini menjadikan dendeng sebagai salah satu kuliner nusantara kuno yang masih eksis, sekaligus bukti kecerdasan masyarakat terdahulu dalam mengolah bahan pangan secara efektif.

3. Pecel

Pecel merupakan hidangan khas yang terdiri dari sayuran rebus yang disiram dengan bumbu kacang pedas. Makanan ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-9 dan bahkan disebut dalam naskah kuno Jawa, yang menunjukkan betapa panjang sejarahnya. Sayuran yang digunakan biasanya meliputi kangkung, bayam, tauge, dan kacang panjang, menciptakan kombinasi warna dan tekstur yang menarik.

Ciri khas utama pecel terletak pada bumbu kacangnya yang kaya rasa, perpaduan antara manis, gurih, dan pedas. Hidangan ini tidak hanya populer di Jawa, tetapi juga dikenal di berbagai daerah di Indonesia dengan variasi masing-masing. Kepopulerannya yang terus bertahan menjadikan pecel sebagai kuliner nusantara kuno yang masih eksis dan tetap dicintai lintas generasi.

4. Dodol

Dodol adalah makanan manis tradisional yang terbuat dari tepung ketan, santan, dan gula merah, dimasak dalam waktu lama hingga menghasilkan tekstur kenyal dan legit. Proses pembuatannya yang memakan waktu berjam-jam bahkan hingga seharian mencerminkan kesabaran dan nilai tradisional yang tinggi.

Biasanya, dodol disajikan dalam berbagai perayaan seperti hari raya, acara keluarga, atau sebagai oleh-oleh khas daerah. Rasanya yang manis melambangkan kebahagiaan dan kebersamaan. Keberadaan dodol sebagai kuliner nusantara kuno yang masih eksis menunjukkan bahwa makanan tradisional tetap memiliki tempat istimewa di tengah perkembangan zaman modern.

5. Lalapan

Lalapan merupakan sajian sederhana berupa sayuran mentah atau direbus sebentar yang biasanya disajikan bersama sambal. Tradisi mengonsumsi lalapan telah ada sejak masa kerajaan di Nusantara dan terus bertahan hingga kini. Sayuran seperti mentimun, kemangi, kol, dan terong menjadi pilihan utama dalam hidangan ini.

Kesegaran lalapan mampu menyeimbangkan rasa dari lauk yang cenderung berminyak atau berbumbu kuat. Selain itu, kandungan serat dan vitamin dalam sayuran menjadikannya pilihan sehat bagi masyarakat. Kesederhanaan yang tetap diminati membuat lalapan menjadi salah satu kuliner nusantara kuno yang masih eksis dan mudah ditemukan di berbagai daerah.

6. Nasi Jamblang

Nasi Jamblang merupakan hidangan khas Cirebon yang disajikan dengan nasi hangat dibungkus daun jati dan dilengkapi berbagai pilihan lauk. Dahulu, makanan ini diperuntukkan bagi para pekerja paksa pada masa kolonial karena praktis dan tahan lama. Namun, seiring waktu, Nasi Jamblang berkembang menjadi kuliner khas yang populer.

Keunikan penggunaan daun jati memberikan aroma khas yang tidak ditemukan pada nasi biasa. Pilihan lauk yang beragam seperti sambal goreng, tahu, tempe, hingga ikan membuat hidangan ini semakin menarik. Sebagai kuliner nusantara kuno yang masih eksis, Nasi Jamblang tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga cerita sejarah yang melekat kuat.

7. Papeda

Papeda adalah makanan pokok berbahan dasar sagu yang berasal dari Papua dan Maluku. Hidangan ini memiliki tekstur kental dan kenyal, biasanya disajikan bersama ikan kuah kuning yang kaya rempah. Papeda telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat selama berabad-abad.

Selain mengenyangkan, papeda juga kaya serat dan menjadi sumber energi utama. Cara penyajiannya yang unik, yaitu dengan menggulung menggunakan alat khusus, menambah daya tarik tersendiri. Sebagai kuliner nusantara kuno yang masih eksis, papeda mencerminkan kekayaan budaya serta kearifan lokal masyarakat Indonesia timur.

8. Jadah

Jadah adalah makanan tradisional yang terbuat dari ketan yang ditumbuk hingga halus dan dicampur dengan parutan kelapa. Teksturnya padat dan rasanya gurih, menjadikannya camilan yang sederhana namun khas. Jadah sering disajikan dalam berbagai acara adat seperti pernikahan dan syukuran.

Dalam budaya Jawa, jadah memiliki makna simbolis sebagai lambang kebersamaan dan persatuan. Kehadirannya dalam acara penting menunjukkan nilai budaya yang kuat. Tidak hanya lezat, jadah juga menjadi bagian dari kuliner nusantara kuno yang masih eksis dan terus dilestarikan hingga sekarang.

9. Wajik

Wajik adalah kue tradisional berbahan dasar beras ketan, gula merah, dan santan yang dimasak hingga menghasilkan tekstur kenyal dan rasa manis legit. Biasanya dipotong dalam bentuk kecil seperti belah ketupat atau persegi, wajik sering hadir dalam berbagai acara penting.

Rasa manisnya melambangkan kebahagiaan dan keharmonisan dalam kehidupan. Selain itu, proses pembuatannya yang membutuhkan waktu dan ketelatenan juga mencerminkan nilai tradisional. Sebagai kuliner nusantara kuno yang masih eksis, wajik tetap menjadi bagian penting dalam berbagai perayaan dan tradisi masyarakat Indonesia.

Q & A Seputar Topik

Apa saja kuliner nusantara kuno yang masih eksis hingga kini?

Beberapa kuliner nusantara kuno yang masih eksis antara lain Urap, Dendeng, Pecel, Dodol, Lalapan, Nasi Jamblang, Papeda, Jadah, dan Wajik.

Sejak kapan hidangan Pecel diperkirakan sudah ada di Indonesia?

Pecel diperkirakan sudah ada sejak abad ke-9 Masehi dan bahkan tercatat dalam naskah kuno Jawa, yaitu Kakawin Ramayana.

Apa keunikan dari Nasi Jamblang sebagai kuliner tradisional?

Nasi Jamblang unik karena disajikan dengan dibungkus daun jati dan berasal dari Cirebon sejak zaman Kesultanan Cirebon, dulunya untuk pekerja paksa.

Apa bahan dasar utama Papeda dan dari mana asalnya?

Papeda adalah makanan pokok berupa bubur sagu yang berasal dari Indonesia bagian timur, terutama Papua dan Maluku.

Bagaimana Dodol dan Jadah mencerminkan nilai tradisional Indonesia?

Dodol dan Jadah mencerminkan nilai tradisional melalui proses pembuatannya yang lama dan sering disajikan dalam acara adat, melambangkan kebersamaan dan kemanisan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |