7 Kesalahan Merebus Telur yang Bikin Susah Dikupas

1 week ago 27
  • Mengapa telur rebus sulit dikupas?
  • Bagaimana cara merebus telur agar mudah dikupas?
  • Berapa lama waktu yang tepat untuk merebus telur?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Mengupas telur rebus yang baru matang seringkali menjadi momen yang penuh frustrasi. Alih-alih mendapatkan telur yang mulus, tak jarang sebagian putih telur ikut terkelupas bersama cangkangnya, merusak tampilan dan mengurangi porsi yang bisa dinikmati. Masalah ini kerap terjadi karena 7 kesalahan merebus telur yang bikin susah dikupas yang sering dilakukan tanpa disadari. Kejadian ini bukan hanya masalah sepele, melainkan sebuah tantangan yang dihadapi banyak orang di dapur.

Proses merebus telur, yang sekilas tampak sederhana, ternyata memiliki nuansa yang memengaruhi hasil akhir. Dari pemilihan telur hingga teknik pendinginan, setiap langkah berperan penting dalam menentukan apakah telur rebus akan mudah dikupas atau justru berakhir dengan permukaan yang tidak mulus. Memahami faktor-faktor ini dapat mengubah pengalaman merebus telur menjadi lebih menyenangkan dan efisien.

Dengan mengetahui dan menghindari kesalahan-kesalahan ini, Anda dapat menghasilkan telur rebus yang matang sempurna, bersih, dan mudah dikupas setiap saat, layaknya hasil dari dapur profesional. Berikut ulasan lengkapnya, dirangkum Liputan6 dari berbagai sumber pada, Senin (16/2/2026).

1. Memilih Telur yang Terlalu Segar

Salah satu penyebab utama telur rebus sulit dikupas adalah penggunaan telur yang terlalu segar. Telur yang baru saja keluar dari peternakan memiliki tingkat keasaman (pH) yang lebih rendah, yang menyebabkan membran bagian dalam telur menempel erat pada putih telur.

Membran yang melekat kuat ini menjadi penghalang utama saat proses pengupasan. Ketika cangkang dipecahkan, membran tersebut cenderung ikut menarik bagian putih telur, menyebabkan permukaannya menjadi tidak rata dan bahkan terkoyak. Ini adalah alasan mengapa telur yang sangat segar seringkali berakhir dengan tampilan yang kurang menarik setelah dikupas.

Seiring bertambahnya usia telur, kandungan air di dalamnya berkurang dan kantong udara di ujung telur membesar. Perubahan ini, bersama dengan peningkatan pH putih telur, membuat membran dalam telur menjadi lebih longgar dan mudah terlepas dari cangkangnya.

Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan telur yang sudah disimpan sekitar satu hingga dua minggu di dalam kulkas untuk hasil pengupasan yang lebih baik.

2. Tidak Memulai Perebusan dengan Air Dingin

Beberapa metode merekomendasikan untuk memulai proses perebusan dengan memasukkan telur ke dalam air dingin. Cara ini memungkinkan suhu telur dan air naik secara bersamaan, mengurangi risiko telur retak akibat perubahan suhu yang mendadak.

Jika telur dimasukkan langsung ke dalam air yang sudah mendidih, perubahan suhu yang ekstrem dapat menyebabkan cangkang telur pecah. Perbedaan suhu yang drastis menciptakan tekanan internal yang bisa membuat cangkang retak, bahkan sebelum proses pemasakan dimulai secara merata.

Selain itu, air yang mendidih dengan keras dapat membuat telur saling bertabrakan di dalam panci, meningkatkan kemungkinan retak dan keluarnya putih telur. Memulai dengan air dingin membantu telur matang secara merata dari luar ke dalam, menghasilkan tekstur yang lebih konsisten dan mengurangi risiko kerusakan cangkang selama perebusan.

3. Menggunakan Api Terlalu Besar Saat Merebus

Merebus telur dengan api yang terlalu besar dapat menyebabkan air mendidih terlalu keras. Kondisi ini membuat telur-telur di dalam panci saling berbenturan, yang berisiko menyebabkan cangkang retak atau pecah.

Benturan antar telur atau dengan dinding panci akibat didihan air yang terlalu agresif dapat merusak integritas cangkang. Jika cangkang pecah, putih telur dapat merembes keluar dan menempel pada cangkang, membuat pengupasan menjadi sangat sulit dan hasilnya tidak rapi.

Api sedang atau api kecil yang menghasilkan didihan pelan (simmer) lebih disarankan. Suhu yang stabil dan didihan yang tenang membantu telur matang secara merata tanpa risiko benturan atau pecah. Metode ini juga mencegah putih telur menjadi terlalu kenyal akibat pemanasan berlebihan, menjaga tekstur yang ideal.

4. Waktu Perebusan yang Tidak Sesuai

Waktu perebusan yang tidak tepat, baik terlalu lama maupun terlalu singkat, dapat memengaruhi kemudahan pengupasan telur. Merebus telur terlalu lama dapat menyebabkan putih telur menjadi kenyal dan menempel kuat pada cangkang.

Ketika telur direbus melebihi waktu yang optimal, protein dalam putih telur akan mengeras secara berlebihan dan membentuk ikatan yang lebih kuat dengan membran bagian dalam cangkang. Hal ini membuat membran sulit terlepas, sehingga putih telur cenderung ikut terangkat saat cangkang dikupas. Selain itu, kuning telur bisa berubah warna menjadi kehijauan di bagian luarnya, yang merupakan tanda telur terlalu matang.

Untuk telur setengah matang, waktu perebusan sekitar 6-8 menit, sedangkan untuk telur matang sempurna, waktu yang dibutuhkan adalah 10-12 menit setelah air mendidih. Pengaturan waktu yang tepat memastikan tekstur putih dan kuning telur sesuai selera dan memudahkan proses pengupasan.

5. Tidak Segera Memindahkan Telur ke Air Dingin

Setelah proses perebusan selesai, membiarkan telur tetap berada di dalam air panas adalah kesalahan fatal. Panas residual di dalam telur akan terus memasak telur (carry-over cooking), yang dapat menyebabkan telur menjadi terlalu matang dan putih telurnya menempel lebih kuat pada cangkang.

Proses pemasakan lanjutan ini membuat protein putih telur semakin mengeras dan melekat erat pada membran cangkang. Akibatnya, saat mencoba mengupas, bagian putih telur akan sulit dipisahkan dari cangkang dan seringkali ikut terkelupas, meninggalkan permukaan yang tidak mulus.

Segera memindahkan telur rebus ke dalam air dingin atau air es adalah langkah penting untuk menghentikan proses memasak. Pendinginan yang cepat ini tidak hanya menjaga tekstur kuning telur tetap lembut, tetapi juga membantu putih telur sedikit mengerut dari cangkangnya, sehingga lebih mudah dikupas. Langkah ini krusial untuk hasil pengupasan yang optimal.

6. Melewatkan Proses Perendaman Air Es

Perendaman telur rebus dalam air es adalah teknik yang sangat efektif untuk memudahkan pengupasan. Perubahan suhu yang mendadak dari panas ke sangat dingin menyebabkan telur mengerut.

Pengerutan ini menciptakan ruang mikroskopis antara putih telur dan membran bagian dalam cangkang. Adanya ruang ini melemahkan ikatan antara putih telur dan membran, sehingga cangkang dapat dilepaskan dengan lebih bersih dan mulus tanpa merusak permukaan putih telur.

Proses perendaman ini biasanya memakan waktu sekitar 5-10 menit. Jika tidak ada es, air keran dingin yang mengalir juga dapat digunakan untuk mendinginkan telur dengan cepat dan mencapai efek yang serupa. Pastikan telur benar-benar dingin sebelum dikupas untuk hasil terbaik.

7. Mengupas Telur Saat Masih Panas

Mengupas telur segera setelah dikeluarkan dari air panas seringkali menjadi penyebab utama kesulitan pengupasan. Saat telur masih panas, membran bagian dalam cangkang masih sangat melekat erat pada putih telur.

Kondisi panas membuat ikatan antara membran dan putih telur sangat kuat, sehingga kulit telur cenderung menempel dan sulit dilepaskan secara utuh. Hal ini seringkali mengakibatkan sebagian putih telur ikut terkelupas, meninggalkan tampilan yang tidak rapi dan mengurangi kualitas telur rebus

Disarankan untuk menunggu hingga telur benar-benar dingin sebelum mulai mengupasnya. Jika perlu mengupasnya saat masih hangat, mengupas di bawah air mengalir dapat membantu. Tekanan air membantu melonggarkan ikatan antara membran dan putih telur, sehingga kulit lebih mudah terlepas tanpa merusak permukaan telur, menghasilkan telur rebus yang mulus sempurna.

Pertanyaan Umum Seputar Telur Rebus Susah Dikupas

1. Mengapa telur rebus sering sulit dikupas?

Karena telur masih terlalu segar, suhu pendinginan kurang tepat, atau teknik merebus yang kurang sesuai.

2. Apakah telur segar lebih sulit dikupas?

Ya, telur yang sangat segar memiliki membran yang lebih melekat pada putih telur sehingga lebih sulit dikupas.

3. Bagaimana cara merebus telur agar mudah dikupas?

Rebus telur dalam air mendidih, lalu rendam segera dalam air es setelah matang agar cangkang mudah terlepas.

4. Apakah menambahkan garam atau cuka membantu?

Bisa membantu sedikit, karena dapat mempercepat pengelupasan cangkang jika telur retak saat direbus.

5. Kapan waktu terbaik mengupas telur rebus?

Saat telur sudah dingin setelah direndam air es agar cangkang lebih mudah dilepas.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |