Liputan6.com, Jakarta - Cara menghilangkan bau tanah pada ikan patin penting diketahui agar olahan patin tetap lezat dan tidak langu saat disajikan. Meski harganya terjangkau dan mudah ditemukan, ikan patin kerap dihindari karena aroma tanah yang muncul saat dimasak maupun setelah tersaji. Bau ini membuat bumbu kurang meresap dan rasa gurihnya tertutup, sehingga hidangan terasa kurang nikmat.
Aroma tanah pada patin tidak selalu disebabkan oleh teknik memasak yang keliru, tetapi juga bisa berasal dari kondisi ikan sebelum diolah, terutama jika terkontaminasi lingkungan kolam. Jika tidak ditangani sejak awal, baunya dapat bertahan meski sudah digoreng, dibakar, atau dimasak berkuah. Untungnya, ada beberapa langkah sederhana dengan bahan dapur yang mudah ditemukan untuk mengurangi bahkan menghilangkan aroma tersebut, mulai dari proses pencucian hingga perendaman dan pemilihan bumbu yang tepat. Berikut cara menghilangkan bau tanah pada ikan patin, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (11/2/2026).
1. Mengapa Ikan Patin Kerap Bau Tanah?
Bau tanah pada ikan patin umumnya muncul karena lingkungan tempat ikan hidup, terutama jika patin dibudidayakan di kolam dengan dasar berlumpur. Lumpur dan sisa pakan dapat memicu terbentuknya aroma yang menempel pada lendir serta bagian daging ikan. Ketika ikan diolah tanpa dibersihkan dengan benar, aroma ini akan ikut terbawa ke proses masak.
Selain itu, bau tanah juga sering muncul akibat kandungan lendir yang masih menempel pada kulit patin. Lendir ini dapat menyimpan sisa air kolam, sehingga aroma khas kolam masih terasa. Jika lendir hanya dicuci dengan air biasa, hasilnya sering tidak maksimal karena teksturnya licin dan sulit hilang.
Faktor lain yang sering memengaruhi adalah cara penyimpanan ikan setelah dibeli. Patin yang dibiarkan terlalu lama dalam suhu ruang atau tidak segera dibersihkan bisa memunculkan aroma lebih kuat. Karena itu, langkah awal sebelum memasak memegang peran penting agar bau tanah tidak mengganggu hasil masakan.
2. Cuci Ikan Patin dengan Garam Kasar untuk Mengurangi Lendir
Cara pertama yang paling sering digunakan adalah mencuci patin menggunakan garam kasar. Garam membantu mengangkat lendir yang menempel di kulit ikan, sekaligus mengurangi aroma yang berasal dari air kolam. Proses ini sebaiknya dilakukan sebelum ikan dipotong agar lendir tidak semakin menyebar ke bagian daging.
Taburkan garam kasar ke seluruh permukaan ikan, lalu gosok perlahan hingga lendir terasa berkurang. Setelah itu, bilas ikan dengan air mengalir sampai bersih. Jika lendir masih terasa, proses dapat diulang satu kali agar hasilnya lebih merata.
Langkah ini juga membantu menyiapkan ikan agar bumbu lebih mudah meresap. Banyak orang melewatkan tahap penggosokan ini sehingga patin masih terasa bau walau sudah dimasak lama. Dengan garam kasar, proses pembersihan menjadi lebih efektif tanpa memerlukan bahan tambahan yang rumit.
3. Rendam dengan Air Perasan Jeruk Nipis atau Lemon
Jeruk nipis sering dipakai untuk mengurangi aroma yang menempel pada ikan air tawar, termasuk patin. Kandungan asamnya membantu mengurangi bau tanah sekaligus mengurangi rasa yang tertinggal di lendir. Cara ini cocok dilakukan setelah ikan dicuci dengan garam agar permukaan ikan sudah bersih.
Siapkan perasan jeruk nipis, lalu lumurkan ke seluruh permukaan ikan, termasuk bagian perut dan sela-sela potongan. Diamkan sekitar 10 hingga 15 menit, kemudian bilas dengan air bersih. Jangan merendam terlalu lama karena bisa membuat tekstur daging berubah ketika dimasak.
Jika tidak ada jeruk nipis, lemon juga dapat digunakan dengan cara yang sama. Aroma citrus membantu mengurangi bau tanah tanpa menutupi rasa ikan. Tahap ini sering menjadi langkah penting sebelum patin dimasak menjadi gulai, pindang, atau pepes.
4. Gunakan Cuka Dapur untuk Perendaman Singkat
Selain jeruk nipis, cuka dapur juga bisa digunakan sebagai cara menghilangkan bau tanah pada ikan patin. Cuka bekerja dengan cara mengurangi aroma yang menempel pada daging ikan, terutama jika bau tanah sudah terasa sejak ikan baru dibeli. Penggunaan cuka cukup dilakukan dalam takaran kecil agar tidak meninggalkan rasa.
Campurkan satu hingga dua sendok makan cuka ke dalam wadah berisi air, lalu rendam potongan patin selama sekitar 5 sampai 10 menit. Setelah itu, bilas kembali hingga bersih. Cara ini biasanya dipilih ketika jeruk nipis tidak tersedia atau saat ingin proses lebih cepat.
Namun, perendaman cuka tidak perlu dilakukan terlalu lama karena dapat membuat aroma cuka tertinggal. Jika dilakukan sesuai takaran, cuka bisa membantu mengurangi bau tanah tanpa mengganggu hasil akhir masakan. Tahap ini juga cocok digunakan sebelum ikan digoreng atau dibakar.
5. Rendam Patin dengan Susu Cair untuk Mengurangi Bau Kolam
Susu cair sering digunakan untuk mengurangi aroma pada daging ikan karena dapat membantu menetralkan bau yang menempel. Cara ini cukup dikenal di beberapa dapur rumahan, terutama jika patin akan diolah menjadi masakan berkuah atau dibakar. Susu juga membantu mengurangi aroma amis yang kadang muncul bersamaan dengan bau tanah.
Caranya, rendam ikan patin yang sudah dibersihkan ke dalam susu cair selama 15 hingga 20 menit. Setelah itu, angkat dan bilas dengan air bersih. Proses ini membantu mengurangi bau tanpa membuat ikan kehilangan rasa aslinya.
Jika tidak ingin menggunakan susu cair dalam jumlah banyak, susu bisa dicampur sedikit air agar lebih hemat. Yang penting, perendaman dilakukan setelah ikan benar-benar bersih dari lendir. Cara ini sering dipakai ketika bau tanah cukup kuat dan perlu langkah tambahan sebelum dimasak.
6. Hilangkan Bau dengan Daun Salam dan Jahe saat Rebus Awal
Jika patin akan dimasak menjadi gulai atau pindang, langkah merebus sebentar dapat membantu mengurangi bau tanah. Rebusan awal dilakukan bukan untuk mematangkan ikan, tetapi untuk mengurangi aroma yang menempel sebelum ikan masuk ke bumbu utama. Cara ini juga membantu mengurangi kotoran yang tersisa di permukaan ikan.
Didihkan air lalu masukkan daun salam dan irisan jahe. Setelah air mendidih, masukkan potongan patin selama beberapa menit saja, lalu angkat dan tiriskan. Setelah itu, ikan dapat langsung dimasak dengan bumbu sesuai menu yang diinginkan.
Jahe membantu mengurangi aroma tanah, sedangkan daun salam memberi aroma yang sering dipakai untuk masakan ikan air tawar. Tahap ini cocok diterapkan jika ikan akan dimasak dengan kuah santan atau kuah bening. Cara ini juga membantu membuat hasil masakan tidak meninggalkan aroma kolam.
7. Gunakan Bumbu Rempah yang Umum Dipakai di Masakan Ikan Patin
Pemilihan bumbu juga berpengaruh untuk mengurangi bau tanah pada patin. Banyak orang hanya mengandalkan bawang putih dan garam, padahal patin sering lebih cocok dimasak dengan bumbu yang memiliki aroma kuat namun tetap umum dipakai di dapur. Bumbu yang tepat membantu menyeimbangkan rasa tanpa membuat ikan kehilangan karakter.
Bumbu yang sering digunakan antara lain bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, dan serai. Semua bahan ini mudah ditemukan dan tidak memerlukan teknik khusus. Kunyit membantu mengurangi aroma, sedangkan serai dan jahe memberi aroma yang sering dipakai dalam masakan ikan.
Jika patin diolah menjadi pepes, bumbu halus yang dicampur daun kemangi juga bisa membantu mengurangi bau tanah. Sementara untuk patin bakar, penggunaan bawang putih, ketumbar, dan sedikit asam dapat membantu aroma lebih seimbang. Kuncinya bukan menutupi rasa, tetapi membuat aroma tanah tidak muncul saat dimakan.
8. Pilih Patin Segar dan Simpan dengan Cara yang Tepat Sebelum Dimasak
Langkah menghilangkan bau tanah tidak hanya dilakukan saat mencuci, tetapi dimulai sejak memilih ikan. Patin segar biasanya memiliki aroma yang lebih ringan dibanding patin yang sudah terlalu lama disimpan. Mata ikan yang tidak keruh, daging yang tidak lembek, serta bau yang tidak menyengat bisa menjadi tanda awal yang bisa diperhatikan saat membeli.
Setelah ikan dibeli, sebaiknya segera dibersihkan sebelum disimpan. Jika ikan tidak langsung dimasak, simpan dalam wadah tertutup dan letakkan di bagian dingin kulkas. Jangan biarkan ikan dalam keadaan terbuka karena aroma dari bahan lain bisa menempel dan membuat bau semakin bercampur.
Jika ingin menyimpan lebih lama, ikan bisa dibekukan setelah dibersihkan. Namun, sebelum dimasak, ikan sebaiknya dicairkan secara bertahap di kulkas, bukan langsung direndam air panas. Cara penyimpanan yang tepat membantu mencegah bau tanah semakin kuat dan membuat proses memasak lebih mudah.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apakah bau tanah pada ikan patin berbahaya?
Bau tanah pada patin umumnya tidak berbahaya, tetapi bisa mengganggu rasa. Aroma tersebut biasanya berasal dari lingkungan kolam dan lendir yang menempel pada ikan.
2. Berapa lama merendam ikan patin dengan jeruk nipis?
Perendaman cukup 10 sampai 15 menit. Jika terlalu lama, daging ikan bisa berubah tekstur saat dimasak.
3. Apakah patin harus direbus dulu sebelum dimasak?
Tidak wajib, tetapi rebus sebentar dengan jahe dan daun salam bisa membantu mengurangi bau tanah, terutama untuk masakan berkuah.
4. Apa cara paling cepat menghilangkan bau tanah pada patin?
Cara cepat adalah menggosok ikan dengan garam kasar lalu membilasnya dengan air mengalir, kemudian lumuri jeruk nipis sebentar sebelum dimasak.
5. Kenapa patin masih bau meski sudah dicuci berkali-kali?
Karena lendir masih menempel atau ikan berasal dari kolam berlumpur. Jika hanya dicuci air, bau bisa tetap bertahan sehingga perlu bantuan garam, jeruk nipis, atau perendaman tambahan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511024/original/023135100_1771860184-niklas-jonasson-dMkYoYQ73Ys-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510992/original/058792100_1771851511-security-guard-frisk-passengers-standing-queue.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509839/original/043917700_1771766494-IMG-20260222-WA0028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5510937/original/085753700_1771844665-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_11.38.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511017/original/062525300_1771855074-andrew.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510733/original/053916700_1771837198-Gemini_Generated_Image_vtpiyuvtpiyuvtpi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484733/original/035361900_1769483129-banane_baru_digoreng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510367/original/068622000_1771826943-WhatsApp_Image_2026-02-22_at_13.37.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510596/original/003932100_1771832535-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510887/original/095725800_1771842183-Gemini_Generated_Image_jy8pc7jy8pc7jy8p.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5044837/original/084570700_1733891267-Desain_tanpa_judul_-_2024-12-11T110951.443.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472482/original/096114800_1768367502-Gemini_Generated_Image_qf2l7qqf2l7qqf2l.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510802/original/095243300_1771839977-Buka_Puasa_Anak_Kos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510602/original/013628000_1771832564-butter_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500637/original/009964000_1770872557-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723091/original/022901400_1705917470-000_34G49R7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468196/original/011764900_1767943552-Es_Teko.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/848281/original/010816800_1428658095-063308100_1426002952-rumah_di_maria_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/975038/original/008493200_1441187509-1_jogjareview_net.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510585/original/041863400_1771832467-cropped-051ecd4f-9ab2-4a61-b20c-16306893845d.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406457/original/028571800_1762575042-unnamed__5_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5026230/original/046873100_1732754084-Snapinsta.app_468168073_18476665273027981_2711124918470699632_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394674/original/094497400_1761637984-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1012480/original/049316100_1444188702-Ikon-Tugu-Jogja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398431/original/035327100_1761884719-ATK_BOLA_LALIGA_MW_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403047/original/003383500_1762315384-ATK_BOLANET_HSS_Series_6_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335120/original/005264300_1756787602-____________-_-_-_______6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1256728/original/bcfc6c770a11d6e0dbef2bd76510ecedtong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)