5 Cara Agar Duri Ikan Bandeng Lunak Tanpa Presto, Lezatnya Bikin Nagih

1 week ago 30

Liputan6.com, Jakarta - Banyak penikmat kuliner mencari solusi praktis cara agar duri ikan bandeng lunak tanpa presto demi pengalaman bersantap yang lebih nyaman dan aman. Sebagaimana jamak diketahui kenikmatan mengonsumsi ikan bandeng seringkali terhalang oleh keberadaan duri-duri halus yang tersebar di seluruh tubuhnya

Popularitas ikan bandeng tidak hanya terletak pada rasanya yang lezat, tetapi juga kandungan nutrisinya yang tinggi, termasuk protein dan omega-3 yang baik untuk kesehatan. Umumnya, teknik presto atau penggunaan panci bertekanan tinggi menjadi pilihan utama untuk melunakkan duri ikan bandeng hingga dapat dikonsumsi. Metode ini memungkinkan duri menjadi lembut dan tidak mengganggu saat disantap.

Meskipun demikian, tidak semua dapur dilengkapi dengan panci presto, sehingga alternatif metode menjadi sangat dicari. Oleh karena itu, berbagai metode tradisional dan inovatif telah dikembangkan untuk mencapai hasil yang serupa tanpa memerlukan peralatan khusus tersebut. Artikel Liputan6.com ini akan mengulas beragam teknik efektif yang dapat diterapkan di rumah untuk melunakkan duri ikan bandeng, memastikan setiap hidangan bandeng dapat dinikmati sepenuhnya tanpa kekhawatiran akan duri.

1. Metode Perebusan atau Pengukusan Lama untuk Melunakkan Duri

Salah satu cara efektif untuk melunakkan duri ikan bandeng tanpa menggunakan panci presto adalah melalui proses perebusan atau pengukusan dengan durasi yang lebih panjang. Teknik ini memanfaatkan panas yang stabil dan waktu yang cukup lama untuk memecah struktur tulang ikan secara bertahap. Metode ini memerlukan kesabaran, namun hasilnya sepadan dengan kenikmatan yang ditawarkan.

Proses perebusan atau pengukusan ini dapat dilakukan dengan panci biasa atau steamer yang tersedia di dapur rumah Anda. Penting untuk memastikan ikan terendam sempurna dalam air atau uap selama proses memasak agar panas dapat merata ke seluruh bagian ikan. Durasi yang dibutuhkan bisa bervariasi, namun umumnya berkisar antara 1,5 hingga 2 jam dengan api kecil. Penggunaan api kecil bertujuan agar ikan matang secara perlahan dan duri melunak tanpa merusak tekstur daging ikan yang lembut.

Dengan teknik ini, duri-duri halus akan menjadi sangat lunak, bahkan bisa dimakan tanpa terasa mengganggu, menjadikan pengalaman menyantap ikan bandeng lebih menyenangkan dan aman bagi seluruh keluarga.

2. Pemanfaatan Bahan Asam Alami untuk Duri Bandeng yang Lebih Lunak

Bahan-bahan dengan sifat asam dapat membantu proses pelunakan duri ikan bandeng secara alami. Beberapa bahan alami yang sering digunakan dalam metode ini antara lain cuka, asam jawa, dan nanas muda. Sifat korosif ringan dari asam membantu memecah kalsium pada duri, sehingga membuatnya lebih lunak.

  • Untuk penggunaan cuka atau asam jawa, Anda dapat mencampurkan 500 ml air dengan 3–4 sendok makan cuka atau air perasan dari 5–6 buah asam jawa.
  • Setelah itu, rendam ikan bandeng yang telah dibersihkan selama 45–60 menit.

Sifat asam akan membantu melembutkan duri sebelum ikan dimasak lebih lanjut. Proses perendaman ini juga dapat membantu mengurangi bau amis pada ikan.

Nanas muda juga dapat dimanfaatkan karena mengandung enzim bromelin yang dikenal dapat mempercepat pelunakan protein dan tulang.

  • Untuk penggunaan nanas, sekitar 100 gram nanas muda yang dipotong kecil-kecil dapat ditambahkan ke dalam masakan, seperti ungkep atau pindang.
  • Ikan kemudian dimasak bersama nanas selama 1 hingga 1,5 jam dengan api kecil.

Enzim bromelin akan bekerja secara efektif, menghasilkan duri bandeng yang lebih lunak dan mudah dikonsumsi.

3. Teknik Penyayatan atau Pengirisan untuk Menyamarkan Duri Ikan

Teknik penyayatan atau pengirisan pada daging ikan bandeng merupakan metode inovatif yang tidak bertujuan menghilangkan duri secara fisik, namun membuat duri halus terpotong menjadi fragmen yang sangat kecil. Dengan demikian, duri tidak akan terasa mengganggu saat ikan dikonsumsi, memberikan pengalaman makan yang lebih nyaman tanpa perlu mencabut duri satu per satu.

Cara ini melibatkan pembuatan sayatan-sayatan kecil dan presisi pada daging ikan untuk memotong duri-duri halus menjadi ukuran yang sangat kecil. Langkah awal melibatkan pemotongan punggung ikan bandeng di bagian atas perut hingga terdengar suara, menandakan tulang terpotong.

Setelah pemotongan awal, sayatan-sayatan kecil dan rapat dibuat di sepanjang punggung bandeng, dari kepala hingga ekor. Kedalaman sayatan harus hingga pisau menyentuh tulang ikan bagian tengah.

Proses penggorengan setelah penyayatan ini akan membuat duri-duri halus menjadi renyah dan menyatu dengan daging ikan. Hasilnya, duri akan terasa seperti bagian dari tekstur daging, sehingga tidak lagi menjadi penghalang kenikmatan menyantap ikan bandeng.

4. Pembungkusan dengan Daun Pepaya, Solusi Alami Pelunak Duri

Daun pepaya mengandung enzim papain yang memiliki kemampuan luar biasa untuk melunakkan protein, termasuk tulang ikan. Metode ini menawarkan solusi alami dan tradisional untuk melunakkan duri ikan bandeng tanpa perlu peralatan khusus. Enzim papain bekerja dengan memecah ikatan protein pada duri, menjadikannya lebih empuk.

  • Siapkan 2–3 lembar daun pepaya segar yang telah dicuci bersih.
  • Bungkus ikan bandeng yang telah dibersihkan dengan beberapa lembar daun pepaya tersebut, lalu diamkan selama kurang lebih satu jam.
  • Setelah didiamkan, ikan dapat dimasak sesuai keinginan, baik digoreng, dibakar, atau diolah menjadi hidangan lain.

Enzim papain dalam daun pepaya akan bekerja secara alami untuk melunakkan duri selama proses perendaman. Metode ini tidak hanya efektif dalam melunakkan duri, tetapi juga dapat memberikan aroma khas pada ikan bandeng.

Ini merupakan cara yang sederhana namun ampuh untuk mengatasi masalah duri ikan bandeng, menjadikannya lebih mudah dan aman untuk dinikmati oleh semua kalangan.

5. Proses Ungkep dengan Bumbu Rempah untuk Duri Lunak dan Kaya Rasa

Teknik ungkep merupakan metode memasak tradisional yang melibatkan pemasakan ikan dalam bumbu rempah dengan api kecil dan durasi yang cukup lama. Metode ini tidak hanya efektif dalam melunakkan duri ikan bandeng, tetapi juga memastikan bumbu meresap sempurna ke dalam daging ikan. Hasilnya adalah ikan bandeng yang tidak hanya bebas duri mengganggu, tetapi juga kaya akan cita rasa rempah.

Bumbu yang digunakan umumnya meliputi bawang merah, bawang putih, kunyit, ketumbar, daun salam, dan lengkuas, yang dihaluskan dan ditumis terlebih dahulu.

  • Setelah bumbu harum, masukkan ikan dan beri air hingga setengah tenggelam.
  • Masak dengan api kecil selama 1,5–2 jam sambil sesekali dibalik.

Proses ungkep yang lambat ini memungkinkan panas dan bumbu meresap secara mendalam.

Teknik ini membuat duri lunak tanpa merusak tekstur ikan, sehingga daging tetap utuh dan empuk. Selain melunakkan duri, proses ungkep juga mengunci rasa bumbu ke dalam serat daging ikan, menghasilkan hidangan bandeng yang gurih dan lezat.

Ini adalah pilihan ideal bagi Anda yang ingin menikmati bandeng dengan cita rasa otentik dan tanpa khawatir akan duri yang mengganggu.

Pertanyaan Umum Seputar Ikan Bandeng dan Duri

Apakah duri ikan bandeng bisa dimakan?

Duri ikan bandeng, terutama yang halus, dapat dimakan jika sudah melalui proses pelunakan yang tepat, seperti dengan teknik presto atau metode memasak lama lainnya. Jika duri tidak dilunakkan, mengonsumsinya dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau bahkan tersangkut di tenggorokan.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melunakkan duri bandeng tanpa presto?

Waktu yang dibutuhkan untuk melunakkan duri bandeng tanpa presto bervariasi tergantung metode yang digunakan. Untuk perebusan atau pengukusan lama, umumnya memerlukan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam dengan api kecil. Proses perendaman dengan bahan asam seperti cuka atau asam jawa membutuhkan waktu sekitar 45-60 menit sebelum dimasak.

Bahan apa saja yang efektif untuk melunakkan duri bandeng?

Bahan-bahan alami yang efektif untuk melunakkan duri bandeng meliputi cuka, asam jawa, dan nanas muda. Daun pepaya juga dikenal mengandung enzim papain yang dapat membantu melunakkan duri.

Apakah ada perbedaan rasa jika duri bandeng dilunakkan?

Proses pelunakan duri ikan bandeng, terutama dengan metode ungkep atau presto, seringkali membuat bumbu lebih meresap ke dalam daging. Hal ini dapat menghasilkan ikan bandeng dengan rasa yang lebih gurih dan lezat karena bumbu telah menyatu sempurna dengan seluruh bagian ikan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |