Liputan6.com, Jakarta Denpasar kini bukan sekadar pusat administratif Bali, melainkan juga menjadi simpul kuliner halal yang semakin menggeliat. Bagi wisatawan Muslim, menemukan makanan halal dulunya dianggap tantangan ketika berkunjung ke Bali. Namun situasi sudah jauh berubah: deretan warung kaki lima hingga restoran berkonsep modern semakin berani tampil dengan menu halal yang aman dan menggoda. Dari sudut Sanur hingga Renon, bahkan hingga perbatasan Kuta dan Nusa Dua, pengunjung bisa dengan mudah menemukan hidangan yang sesuai kebutuhan tanpa harus ragu. Fenomena ini sekaligus menandai pergeseran wisata kuliner Bali yang semakin ramah Muslim.
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Muslim dari Nusantara maupun mancanegara menjadi faktor yang mendorong pertumbuhan ini. Sejumlah warung legendaris yang dulunya hanya dikenal warga lokal kini naik pamor karena viral di media sosial sebagai destinasi halal. Begitu pula restoran keluarga dengan cita rasa Nusantara, internasional, hingga fusion, berbenah menghadirkan sertifikat halal atau memastikan penggunaan bahan makanan tanpa babi dan alkohol. Hal ini memperluas opsi bagi siapa pun yang ingin berkuliner tanpa khawatir.
Rangkuman berikut menghadirkan 30 tempat makan enak dan halal di Bali yang disusun mengikuti alur waktu harian, mulai dari sarapan, brunch, makan siang, hingga larut malam. Dengan pendekatan kronologis, pembaca bisa menyesuaikan rute kuliner mereka selagi menjelajahi Bali. Tiap tempat dijelaskan lengkap dalam paragraf panjang untuk memudahkan pembaca memahami karakter, menu andalan, hingga suasana yang ditawarkan. Inilah daftar komprehensif yang bisa menjadi panduan perjalanan kuliner halal Anda di Denpasar.
Pagi (sarapan yang ringkas & mengenyangkan)
Warung Nasi Bali Men Weti (Sanur, Denpasar Selatan) terkenal dengan nasi campur khas Bali yang diolah secara halal tanpa babi, menjadikannya salah satu tujuan utama wisatawan Muslim untuk sarapan. Hidangannya sederhana tetapi kaya rasa, terdiri dari ayam suwir pedas, telur, kacang tanah goreng, sayur urap, serta sambal yang khas. Setiap pagi antrean pembeli memanjang, terutama karena warung ini sudah berdiri sejak lama dan dianggap sebagai ikon kuliner Sanur.
Warung Nasi Tekor Bali (Kertalangu, Denpasar Timur) menyajikan nasi campur dengan cara unik, yakni di atas tekor atau pincuk daun pisang. Sajian ini memadukan lauk tradisional seperti ayam suwir, sate lilit, sambal matah, dan lawar sayur, sehingga memunculkan aroma khas yang menggugah selera. Warung ini juga menampilkan nuansa pedesaan Bali yang autentik, membuat pengunjung serasa menikmati makan pagi di kampung.
Warung Bunana (Sanur/Denpasar) menjadi pilihan sarapan halal dengan sentuhan Asia Selatan. Menu andalannya roti canai berbagai rasa, kari ayam kental, hingga martabak manis–asin. Suasananya santai, cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati menu berbeda di pagi hari. Kelebihannya adalah semua menu dipastikan tanpa bahan non-halal, sehingga aman bagi wisatawan Muslim.
Laota (Tuban/Kuta) dikenal dengan bubur ayam Hong Kong yang lembut dan gurih, cocok sebagai menu sarapan ringan. Meski bergaya Tionghoa, restoran ini memiliki pilihan menu non-babi dan dipastikan ramah Muslim, sehingga banyak dikunjungi keluarga di pagi hari. Bubur disajikan dengan topping ayam cincang, cakwe, serta kecap asin khas, memberikan pengalaman berbeda dari nasi campur Bali.
Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku (Ubud, cabang di Denpasar) adalah kuliner ikonik yang sudah terkenal sejak puluhan tahun lalu. Nasi ayam khas Bali ini menggunakan ayam kampung, lawar sayur, sate lilit ayam, telur, dan sambal yang pedas menggigit. Penyajiannya sederhana, tetapi citarasanya kaya rempah, menjadikannya favorit sarapan bagi wisatawan yang ingin mencoba kuliner tradisional halal.
Jelang Siang (brunch santai sebelum aktivitas)
Shofuku Ramen (Denpasar) menghadirkan ramen Jepang dengan sertifikat halal, menjadikannya unik di antara pilihan kuliner Bali. Ramen kuah kaldu ayam yang gurih dipadukan dengan topping ayam teriyaki, telur setengah matang, dan nori. Restoran ini sangat populer bagi wisatawan Muslim yang merindukan rasa Jepang tanpa harus waswas soal bahan.
Ayam Betutu Ibu Nia (Renon, Denpasar) menyajikan ayam betutu khas Gilimanuk yang kaya bumbu dan pedas. Menu ini dimasak perlahan dengan rempah-rempah, menghasilkan ayam yang empuk dengan rasa gurih pedas yang khas. Restoran ini kerap dijadikan destinasi brunch sebelum memulai aktivitas wisata siang hari.
Nasi Tempong Pink (Teuku Umar, Denpasar Barat) menawarkan menu khas Banyuwangi berupa nasi tempong dengan lauk ayam, ikan lele, atau bebek. Sambalnya pedas menyengat, sementara porsi nasinya cukup besar untuk mengganjal perut hingga sore. Warung ini dikenal karena warna interiornya yang serba pink, membuatnya mudah dikenali wisatawan.
Warung Pojok (Jalan Nangka, Denpasar) menjadi pilihan untuk nasi pedas dengan aneka lauk halal. Menu andalannya antara lain sapi sisit, sate lilit ayam, sayur plecing, serta sambal khas Bali. Tempatnya sederhana, tetapi rasanya autentik dan cocok bagi wisatawan yang ingin brunch cepat dengan harga terjangkau.
Halal Ubud Burger (Ubud) hadir sebagai opsi makanan barat dengan jaminan halal. Burgernya tebal dan juicy, disajikan dengan keju, sayuran segar, serta saus homemade. Tempat ini populer di kalangan anak muda maupun wisatawan internasional yang ingin menikmati brunch dengan nuansa santai.
Siang (makan besar di tengah hari)
Bale Udang Mang Engking (Nakula, Denpasar) menghadirkan konsep makan di atas saung bambu dengan kolam ikan, menciptakan suasana pedesaan yang menenangkan. Menu andalannya adalah udang bakar madu, udang goreng tepung, dan sup seafood yang halal. Tempat ini cocok untuk makan siang bersama keluarga besar atau rombongan.
Bebek Tepi Sawah (Denpasar/Ubud) menawarkan bebek goreng garing yang disajikan dengan sambal matah, plecing kangkung, dan nasi hangat. Restoran ini memiliki suasana asri dengan pemandangan sawah, menjadikannya destinasi populer bagi wisatawan. Bebek yang disajikan dipastikan halal, sehingga bisa dinikmati tanpa khawatir.
Ikan Bakar Cianjur (Renon, Denpasar) merupakan restoran keluarga yang sudah mengantongi sertifikat halal MUI. Menu andalannya berupa ikan gurame bakar, ayam goreng, hingga pepes ikan. Suasananya nyaman dengan area luas, cocok untuk santap siang bersama keluarga.
Ayam Bakar Taliwang Baru (Teuku Umar, Denpasar) menyuguhkan ayam bakar pedas manis khas Lombok yang sudah ada sejak 1986. Menu ini terkenal dengan bumbu taliwang yang meresap hingga ke tulang. Tempat ini menjadi salah satu destinasi kuliner halal yang legendaris di Denpasar.
Warung Mak Beng (Sanur, Denpasar Selatan) terkenal dengan menu sederhana berupa ikan goreng dan sup kepala ikan berkuah kuning. Hidangan ini menjadi ikon kuliner Denpasar yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Kesederhanaannya justru menjadi daya tarik utama, dengan rasa gurih pedas yang khas.
Sore (menu selingan sebelum sunset)
Warung Mami Ikan Bakar (Jimbaran) populer dengan ikan bakar segar yang disajikan sederhana namun bercita rasa tinggi. Ikan dibakar dengan bumbu minimalis, disajikan dengan sambal dan nasi putih hangat. Kesegarannya membuat tempat ini selalu penuh menjelang sore.
Queen’s Tandoor (Seminyak) menghadirkan hidangan India autentik yang ramah Muslim. Menu seperti tandoori chicken, butter chicken, dan naan menjadi favorit pengunjung. Restoran ini menjadi pilihan untuk wisatawan yang ingin mencicipi cita rasa India halal di Bali.
Sate Khas Senayan (Beachwalk, Kuta) adalah jaringan restoran Nusantara yang sudah dikenal luas dengan jaminan halal. Menu utamanya berupa sate ayam, sate kambing, serta hidangan tradisional lainnya. Lokasinya yang strategis di pusat perbelanjaan membuatnya mudah diakses menjelang sunset.
Warung Nasi Pecel Bu Tinuk (Kuta) terkenal dengan nasi pecel lengkap dengan lauk ayam, tempe, dan tahu. Rasanya autentik Jawa Timur, sehingga menjadi pelepas rindu bagi wisatawan asal Jawa. Harga yang terjangkau juga membuat warung ini ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Warung Muslim Moro Seneng Ibu Tien (Kuta) menyediakan masakan rumahan Jawa seperti sayur lodeh, ayam goreng, dan tempe orek. Porsinya besar dengan harga bersahabat, sehingga cocok untuk santap sore sebelum menikmati sunset. Tempat ini menjadi langganan para pekerja maupun wisatawan yang mencari makanan halal praktis.
Malam (makan malam santai)
Ikan Bakar Jimbaran Bu Kadek (Legian) menyajikan ikan, cumi, dan udang bakar dengan bumbu khas Bali yang pedas, manis, dan gurih. Tempat ini menjadi pilihan favorit makan malam bersama keluarga sambil menikmati suasana malam di kawasan Legian.
Nasi Tempong Condong Raos (Denpasar) menghadirkan nasi tempong dengan sambal super pedas dan aneka lauk. Hidangannya terkenal karena porsinya besar dan rasanya autentik, cocok untuk makan malam yang mengenyangkan.
Warung Parasari – Balung Kuah Pedas (Buleleng) menawarkan menu unik berupa balung sapi berkuah pedas. Rasanya gurih dengan kuah kental, menjadi alternatif menarik bagi pecinta kuliner halal yang berbeda.
Warung Nasi Ayam Ibu Oki (Nusa Dua) terkenal dengan nasi campur ayam betutu, sate lilit ayam, telur, dan lawar sayur. Citarasanya khas Bali dengan jaminan halal, menjadikannya destinasi populer wisatawan Muslim.
Bumbu Desa (Jembrana) menyajikan masakan Sunda seperti ayam goreng, pepes, hingga nasi liwet. Suasana restoran nyaman untuk keluarga besar, sehingga sering dijadikan tempat makan malam setelah seharian berwisata.
Larut Malam & 24 Jam (penutup hari)
Nasi Pedas Ibu Andika (Kuta) adalah ikon kuliner malam Bali yang buka 24 jam. Nasi pedasnya dilengkapi aneka lauk, mulai ayam suwir hingga kulit ayam goreng, dengan sambal pedas membakar lidah. Tempat ini selalu ramai oleh wisatawan yang mencari makan larut malam.
Warung Makan Nikmat (Kuta) menyajikan masakan Jawa Timur dengan etalase lauk melimpah. Mulai dari ayam goreng, tempe, tahu, hingga sayur-mayur, semua disajikan halal dengan rasa rumahan. Lokasinya strategis dekat area wisata Kuta, membuatnya ramai hingga malam.
Soto SSB (Bali) menawarkan soto ayam, daging, dan campur dengan kuah gurih hangat. Menu ini populer sebagai penghangat tubuh saat larut malam. Rasanya sederhana tetapi nikmat, membuatnya jadi pilihan banyak pengunjung.
Ayam Betutu Men Tempeh (Gilimanuk) dikenal dengan ayam betutu utuh yang dimasak dengan bumbu rajang khas Bali. Hidangannya tahan lama sehingga cocok dibawa pulang sebagai oleh-oleh dari perjalanan jauh.
Ubud Burger (Ubud) juga buka hingga malam, menghadirkan burger halal dengan roti lembut dan daging sapi juicy. Tempat ini populer di kalangan wisatawan muda yang mencari makanan praktis larut malam.
People Also Ask (berdasarkan Google)
Apakah mudah menemukan makanan halal di Bali (termasuk Denpasar)?
Ya, kini semakin mudah karena banyak warung dan restoran menyediakan menu halal.
Di mana area Denpasar yang banyak pilihan halal?
Sanur, Renon, dan Teuku Umar merupakan titik dengan kuliner halal terbanyak.
Adakah restoran di Denpasar yang bersertifikat halal MUI?
Ada, misalnya Ikan Bakar Cianjur Renon yang resmi bersertifikat halal MUI.
Apakah ada tempat makan halal yang buka 24 jam?
Ada, salah satunya Nasi Pedas Ibu Andika di Kuta yang selalu buka sepanjang hari.
Menu khas Bali apa yang tersedia versi halal?
Antara lain ayam betutu, nasi campur Bali, sate lilit ayam, nasi tekor, dan nasi tempong.