Liputan6.com, Jakarta - Perayaan Idulfitri menjadi momen yang dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Setelah sebulan menjalankan ibadah puasa, hari kemenangan disambut dengan suka cita dan kebersamaan keluarga. Hidangan istimewa menjadi bagian penting dari perayaan ini, sebagai pelengkap silaturahmi yang disantap secara bersama-sama anggota kerabat di rumah.
Berbicara lebaran memang tak afdal jika tidak mengulik soal kuliner khasnya. Hal ini karena, tradisi kuliner di Indonesia sangatlah kaya, melalui varian yang ditawarkan dari Sabang hingga Merauke. Meskipun opor ayam dan rendang sering menjadi sajian utama, masih banyak hidangan lain yang menarik untuk dicoba, seperti burasa dan nasu likku asal Sulawesi Selatan, lemang asal Sumatera sampai ayam bumbu anam dari Palembang.
Menjelajahi ragam kuliner Lebaran dari berbagai penjuru Nusantara dapat menjadi inspirasi untuk menyajikan menu yang berbeda pada perayaan Idulfitri. Berikut adalah 10 hidangan khas hari kemenangan dari berbagai daerah yang bisa menjadi referensi menu Lebaran, dirangkum Liputan6 selengkapnya.
Burasa dari Sulawesi Selatan
Burasa atau buras adalah hidangan khas masyarakat Bugis-Makassar yang selalu hadir saat perayaan Idulfitri. Makanan ini terbuat dari beras yang dimasak dengan santan, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang. Proses memasaknya dilakukan dua kali, yaitu dimasak setengah matang dengan santan, lalu dibungkus dan direbus kembali hingga matang sempurna.
Tekstur burasa lembut dan memiliki rasa gurih dari santan, serta aroma khas daun pisang yang membungkusnya. Bentuknya pipih dan memanjang, seringkali diikat berpasangan. Burasa menjadi pengganti nasi dan cocok disantap bersama berbagai lauk khas Lebaran, seperti Coto Makassar atau Nasu Likku.
Tradisi membuat burasa, yang dikenal dengan istilah Ma'burasa, merupakan kegiatan turun-temurun yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan dan kebersamaan, mencerminkan nilai gotong royong serta kekeluargaan yang kuat dalam budaya masyarakat Bugis-Makassar.
Nasu Likku dari Sulawesi Selatan
Nasu Likku adalah hidangan ayam khas Bugis-Makassar yang menjadi pendamping burasa saat Idulfitri. Nama "likku" dalam bahasa Bugis berarti lengkuas, menunjukkan bahan utama yang memberikan cita rasa pada masakan ini. Ayam dimasak dengan parutan lengkuas, santan, dan bumbu rempah lainnya hingga kuahnya mengental.
Proses memasak Nasu Likku membutuhkan waktu agar bumbu meresap ke dalam daging ayam. Hasilnya adalah hidangan ayam dengan kuah santan yang kaya rasa dan memiliki aroma lengkuas yang kuat. Daging ayam menjadi empuk dan bumbu meresap hingga ke serat-seratnya.
Hidangan ini merupakan sajian wajib di setiap rumah tangga Bugis-Makassar saat Lebaran, disajikan untuk menjamu tamu dan kerabat yang datang bersilaturahmi. Nasu Likku tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi kuliner yang mempererat tali persaudaraan.
Gulai Balak dari Lampung
Gulai Balak merupakan kuliner khas Provinsi Lampung yang berbahan dasar daging sapi atau kambing. Masakan ini memiliki cita rasa gurih dan pedas yang berasal dari penggunaan santan dan cabai giling, serta diperkaya dengan berbagai rempah seperti kunyit, kapulaga, cengkeh, pala, dan kayu manis.
Nama "balak" dalam bahasa Lampung berarti besar. Hal ini menunjukkan bahwa hidangan ini biasanya muncul pada perayaan besar seperti Idulfitri atau hajatan penting lainnya. Kehadiran Gulai Balak menjadi penanda momen istimewa.
Gulai Balak memiliki kuah berwarna kuning yang kental dan kaya rempah, memberikan sensasi rasa yang mendalam. Hidangan ini menjadi pilihan masyarakat Lampung untuk menjamu tamu, terutama saat upacara pernikahan, menunjukkan nilai sosial sebagai hidangan istimewa yang disiapkan untuk menghormati tamu.
Ketupat Kandangan dari Kalimantan Selatan
Ketupat Kandangan adalah hidangan khas dari daerah Kandangan, Kalimantan Selatan, yang menjadi sajian favorit saat Idulfitri. Berbeda dengan ketupat pada umumnya, Ketupat Kandangan disajikan dengan kuah santan berbumbu dan lauk ikan gabus yang dipanggang.
Ikan gabus dipanggang terlebih dahulu sebelum dimasak dengan santan, menghasilkan kuah kental berwarna kuning keemasan dengan aroma yang menggugah selera. Ketupatnya sendiri memiliki tekstur yang agak pera, tidak pulen seperti ketupat Jawa, dan dibungkus dengan daun kelapa.
Hidangan ini tidak hanya populer saat Lebaran, tetapi juga menjadi menu sarapan sehari-hari bagi masyarakat Kandangan. Kehadiran Ketupat Kandangan melambangkan kebersamaan dan menjadi ungkapan rasa syukur dalam budaya masyarakat Banjar.
Lemang dari Sumatera Barat dan Kalimantan Barat
Lemang adalah makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan dan santan, dimasak di dalam bambu yang dilapisi daun pisang, kemudian dibakar di atas bara api. Proses pembakaran ini memberikan aroma khas dan cita rasa unik pada lemang.
Di Sumatera Barat, lemang menjadi primadona di meja makan saat Idulfitri, sering disantap bersama tapai hitam atau rendang. Sementara di Kalimantan Barat, lemang juga menjadi hidangan khas yang muncul selama Ramadan dan Idulfitri, kadang dicampur dengan kacang merah.
Lemang memiliki tekstur kenyal dan rasa gurih. Makanan ini tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai historis yang kuat dalam budaya Minangkabau, di mana dahulu lemang menjadi makanan khas dalam berbagai acara adat dan perayaan. Tradisi membuat lemang masih dilestarikan hingga kini.
Lapa-Lapa dari Sulawesi Tenggara
Lapa-Lapa merupakan kuliner khas Sulawesi Tenggara yang terbuat dari beras ketan yang dicampur santan. Hidangan ini diolah dengan cara dikukus setengah matang, lalu dibungkus dengan janur atau daun kelapa muda, diikat rapi, dan direbus dalam waktu lama hingga matang sempurna.
Tekstur lapa-lapa kenyal dan memiliki rasa gurih dari santan. Makanan ini sering disajikan hangat sebagai pengganti nasi, ditemani dengan berbagai olahan daging seperti rendang atau kare ayam. Lapa-lapa menjadi menu yang digemari hampir seluruh etnis di Sulawesi Tenggara saat Lebaran.
Proses pembuatan lapa-lapa yang teliti dan membutuhkan waktu menunjukkan dedikasi dalam menyajikan hidangan istimewa untuk hari raya. Kehadiran lapa-lapa di meja makan Lebaran mencerminkan kekayaan tradisi kuliner lokal yang dipertahankan oleh masyarakat Sulawesi Tenggara.
Asida dari Fakfak, Papua Barat
Asida adalah kudapan khas Idulfitri dari Fakfak, Papua Barat, yang dibawa oleh masyarakat Maluku. Hidangan ini terbuat dari tepung gandum, gula merah, margarin, serta campuran rempah seperti kayu manis dan daun pandan. Asida memiliki tekstur seperti bubur kental.
Pembuatan asida cukup sederhana, namun menghasilkan rasa manis dan aroma rempah yang khas. Makanan ini mirip dengan gruel yang populer di beberapa negara Afrika Utara dan Timur Tengah. Masyarakat Muslim di Fakfak menjadikan asida sebagai camilan wajib saat perayaan Idulfitri.
Asida tidak hanya dinikmati saat Idulfitri, tetapi juga disajikan oleh warga Muslim di Fakfak untuk sanak famili yang beragama Nasrani saat perayaan Natal dan Tahun Baru. Hal ini menunjukkan adanya asimilasi budaya dan toleransi yang kuat di Fakfak, di mana kuliner menjadi jembatan kebersamaan.
Ikan Kuah Kuning dari Papua
Ikan Kuah Kuning adalah hidangan khas Papua yang sering disajikan saat Lebaran, terutama sebagai pendamping papeda. Hidangan ini terbuat dari ikan segar yang dimasak dalam kuah berwarna kuning, berasal dari campuran kunyit, bawang merah, bawang putih, dan rempah lainnya.
Rasa Ikan Kuah Kuning segar dengan sentuhan asam, manis, dan gurih, serta aroma rempah yang kuat. Jenis ikan yang digunakan bervariasi, namun ikan kakap sering menjadi pilihan. Proses memasak yang tepat menghasilkan daging ikan yang lembut dan bumbu yang meresap sempurna.
Di Merauke, Papua, hidangan serupa yang dikenal sebagai labu ikan kuah kuning juga menjadi kuliner Lebaran. Perpaduan labu kuning yang dikukus dengan ikan kakap dan bumbu rempah menciptakan sensasi rasa yang unik dan digemari oleh keluarga besar.
Ayam Bumbu Anam dari Palembang
Ayam Bumbu Anam merupakan hidangan khas Lebaran dari Palembang yang memiliki kemiripan dengan gulai ayam. Masakan ini menjadi sajian wajib saat hari raya dan biasanya dinikmati bersama ketupat. Ayam Bumbu Anam dibuat dengan merebus potongan ayam, kemudian dimasak dengan santan kental dan aneka bumbu hingga kuahnya berubah warna.
Secara tampilan dan tekstur, Ayam Bumbu Anam menyerupai gulai, dengan kuah yang kaya rempah dan kental. Bumbu-bumbu yang digunakan memberikan cita rasa gurih dan mendalam pada masakan ini. Daging ayam menjadi empuk dan bumbu meresap sempurna.
Hidangan ini menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Palembang untuk merayakan Idulfitri, menawarkan variasi menu ayam bersantan yang berbeda dari opor ayam pada umumnya. Kehadirannya melengkapi keistimewaan momen silaturahmi keluarga.
Gulai Belacan dari Riau
Gulai Belacan adalah hidangan khas Riau yang menawarkan cita rasa unik, berbeda dari gulai pada umumnya. Kekhasan gulai ini terletak pada penggunaan belacan, sebutan terasi bagi masyarakat Melayu, yang dipadukan dengan asam jawa dan santan.
Kombinasi bahan-bahan tersebut menghasilkan rasa gulai yang gurih, sedikit asam, dan memiliki aroma belacan yang kuat. Gulai Belacan sering dibuat dengan bahan dasar udang segar, namun bisa juga menggunakan bahan lain. Hidangan ini cocok disantap dengan nasi hangat, ketupat, atau lontong.
Gulai Belacan menjadi salah satu alternatif menu Lebaran yang dapat memperkaya pilihan hidangan di meja makan. Cita rasa yang mantap dan unik menjadikan gulai ini favorit di kalangan masyarakat Riau, terutama saat momen spesial seperti Idulfitri.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Apa saja hidangan khas Lebaran selain opor dan rendang?
A: Selain opor dan rendang, terdapat berbagai hidangan khas Lebaran dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Burasa, Gulai Balak, dan Ketupat Kandangan.
Q: Mengapa Burasa menjadi hidangan penting saat Idulfitri di Sulawesi Selatan?
A: Burasa menjadi simbol kebersamaan dan tradisi turun-temurun bagi masyarakat Bugis-Makassar.
Q: Apa keunikan Ketupat Kandangan dibandingkan ketupat jenis lain?
A: Ketupat Kandangan disajikan dengan kuah santan berbumbu dan lauk ikan gabus yang dipanggang.
Q: Bagaimana Lemang dimasak dan disajikan saat Lebaran?
A: Lemang dimasak dengan cara memasukkan beras ketan dan santan ke dalam bambu yang dibakar hingga matang.
Q: Apakah Asida hanya disajikan saat Idulfitri di Fakfak?
A: Asida juga disajikan untuk sanak famili yang beragama Nasrani saat perayaan Natal dan Tahun Baru.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532138/original/038004300_1773642931-resep_bumbu_opor_ayam_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533998/original/058875400_1773803156-Konser_Gratis_BTS.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532717/original/065795800_1773669074-kulit_pangsit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533769/original/018998100_1773773000-unnamed__89_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532137/original/072795500_1773642930-resep_bumbu_opor_ayam_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530684/original/011808600_1773469947-Resep_Olahan_Putih_Telur_Sisa_Bikin_Kue_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3127844/original/070193400_1589436781-21521.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4738398/original/020078100_1707408683-photo__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509744/original/047666000_1771750486-olahan_sayur2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533776/original/081088900_1773774484-_AP_9875-Edit-Edit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533372/original/036396800_1773734188-word_media_image2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521606/original/011968200_1772694581-unnamed_-_2026-03-05T135903.240.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3132930/original/017755800_1589895984-gambar-ketupat-vektor-31231312.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512299/original/028632100_1771939616-willy-wo-pXnMG0FfSwA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533474/original/040854200_1773738849-Resep_Sambal_Kacang_Bumbu_Pecel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533834/original/068860100_1773784980-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_03.05.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533738/original/042242800_1773766185-AP26076441783299.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533640/original/018375600_1773752047-000_A3FF8YT.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384628/original/087578400_1760805016-gomi-RIOptBd-1H8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521156/original/020189600_1772682155-unnamed__49_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417032/original/082598700_1763517202-20251119_083647.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428558/original/097011800_1764549830-SnapInsta.to_588298374_18542978182059174_8357170256040915428_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2763703/original/047402500_1553768492-KETOPRAK_KARET_TENGSIN_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427035/original/012103300_1764325128-Screenshot_2025-11-06_162838.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4246539/original/048015900_1669891197-lele-goreng-fried-catfish-is-traditional-indonesian-culinary-food-catfish-chilli-tomato-paste-popular-street-food-called-pecel-lele-lamongan-penyetan-lele_511235-5145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425508/original/051124800_1764229185-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5431671/original/012450200_1764744760-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3906857/original/056091900_1642488617-bao-menglong-y_wGdAJMdOo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124986/original/034186300_1738911365-Depositphotos_747789088_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4832484/original/048879500_1715759424-Lotek-Bandung-Sederhana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454684/original/003885500_1766567888-Ilustrasi_perayaan_tahun_baru_2026_di_Jakarta.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3533246/original/091243000_1628240946-Jule1.jpg)