Pesawat Qantas Mendarat Darurat di Tahiti Usai Penumpang Diduga Gigit Awak Kabin

16 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Pesawat Qantas tujuan Dallas, Amerika Serikat, terpaksa mendarat darurat di Tahiti, setelah seorang penumpang diduga menggigit awak kabin. Video yang merekam penumpang yang berulah itu kemudian viral di media sosial.

Mengutip news.com.au, Minggu (17/5/2026), rekaman itu menunjukkan seorang pria keluar terhuyung-huyung dari toilet sambil mengencangkan ikat pinggangnya. Pria berbaju hijau di rekaman terdengar beradu argumen dengan seorang awak kabin berseragam hitam. 

Ia bertanya kepada awak kabin itu apakah dia telah merokok ganja sambil terus mengumpat kepada staf dan penumpang lain. "Kami butuh Anda bersikap baik," kata staf maskapai.

"Bro, saya baru saja akan keluar untuk merokok," terdengar suara penumpang tersebut. "Lepaskan lagi kuncian pergelangan tangan itu, ada masalah."

Ia terus mengumpat saat awak kabin mengingatkannya untuk bersikap baik. Beberapa penumpang juga berdiri dan mencoba mengendalikannya. Orang yang merekam kejadian tersebut mengatakan dalam klip tersebut bahwa penumpang itu mabuk.

Rekaman tersebut kemudian menunjukkan polisi Tahiti naik ke pesawat, dan kamera mengarah ke lorong, memperlihatkan pria itu telungkup di lantai dan sedang ditahan. Namun, rekaman tersebut tidak menunjukkan adanya dugaan gigitan.

Mengutip AFP, insiden itu terjadi pada Jumat, 15 Mei 2026. Akibat ulahnya, ia dikenai larangan terbang di semua pesawat Qantas. 

"Keselamatan pelanggan dan kru kami adalah prioritas utama kami dan kami tidak mentolerir perilaku yang mengganggu atau mengancam di penerbangan kami," kata juru bicara Qantas kepada AFP pada Minggu. Sementara, pesawat itu akhirnya mendarat di Dallas, Texas, beberapa jam kemudian.

Pesawat Putar Balik Gara-gara Laptop

Sementara pada Oktober 2025, sebuah pesawat United Airlines terpaksa membatalkan perjalananannya melintasi Samudra Atlantik dan kembali ke bandara asal setelah sebuah laptop penumpang yang jatuh ke tempat tidak terjangkau. Melansir People, Jumat, 31 Oktober 2025, menurut FlightAware, pesawat jenis Boeing 767 ini sedang dalam perjalanan dari Washington Dulles menuju Roma, Italia, pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Ketika berada di lepas pantai Amerika Serikat (AS), sekitar 161 kilometer di tenggara Boston, pilot mengambil keputusan krusial untuk berputar balik. Keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan atas potensi bahaya yang bisa ditimbulkan laptop tersebut.

Insiden ini menyoroti betapa protokol keselamatan penerbangan modern yang harus memperhitungkan risiko dari perangkat elektronik pribadi yang kini jadi bagian tidak terpisahkan dari perjalanan udara. 

"Kami memiliki masalah kecil di sini, di mana seorang penumpang entah bagaimana menjatuhkan laptopn yang tadinya menyala ke dinding samping pesawat dan masuk ke area bagasi pesawat," ucap pilot.

Pesawat AirAsia Balik Arah

Terpisah, pesawat AirAsia QZ545 yang berangkat dari Bandara Perth, Australia pada Minggu, 24 Agustus 2025, pukul 18.30 waktu setempat, menuju Denpasar, Bali, terpaksa putar balik ke landasan semula. Pesawat itu sebelumnya berputar beberapa kali di atas Samudra Hindia dan sekali di atas Pulau Rottnest sebelum mendarat kembali di Perth sejam kemudian.

Seorang juru bicara Bandara Perth mengatakan pesawat lepas landas dengan masalah mesin, sehingga terpaksa berbalik arah. "Api terlihat keluar dari mesin pesawat, dan juga serangkaian suara letupan keras dilaporkan berasal dari mesin tersebut," kata juru bicara tersebut, dikutip dari laman news.com.au, Senin, 25 Agustus 2025.

"Pesawat perlu berputar beberapa kali sebelum mendarat di Perth untuk membakar bahan bakar, karena pesawat tidak dapat mendarat dengan beban tangki bahan bakar yang penuh."

Seorang penumpang mengaku melihat semburan api dari tempat duduk mereka di dekat jendela. "Awalnya kami pikir itu petir, tapi kami berada di baris pintu keluar sehingga kami mendapatkan keuntungan penuh," ujar penumpang tersebut kepada 9News.

"Anda bisa melihatnya meledak, dan Anda bisa melihat seperti apa ledakan dan kobaran apinya."

Pesawat Putar Balik karena Ucapan Duka Cita

Insiden pesawat putar balik sebelumnya juga menimpa pesawat American Airlines tujuan Amerika Serikat. Pesawat itu terpaksa kembali ke San Juan, Puerto Rico, gara-gara pesan duka yang masuk ke ponsel salah satu penumpang.

Penumpang di sebelahnya yang ikut membaca pesan itu melihat tulisan R.I.P -akronim umum yang berarti 'beristirahatlah dengan tenang'. Ia kemudian berasumsi bahwa pesan itu adalah ancaman bagi penerbangan, menurut Kantor Bahan Peledak dan Keamanan Publik Puerto Rico.

Media lokal Primera Ahora yang pertama melaporkan berita tersebut. Mengutip People, Jumat, 4 Juli 2025, juru bicara American Airlines mengonfirmasi berita tersebut. "Penerbangan American Airlines 1847, dengan layanan dari San Juan (SJU) ke Dallas Fort Worth (DFW), kembali ke SJU tak lama setelah keberangkatan karena kemungkinan masalah keamanan," katanya.

Penerbangan American Airlines 1847 lepas landas dari Bandara Internasional Luis Muñoz Marín di Isla Verde, San Juan. Penerbangan menuju Dallas, Amerika Serikat itu harus kembali ke San Juan setelah diduga menerima ancaman penerbangan sekitar 30 menit setelah lepas landas.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |