Mengapa Flek Hitam Bisa Muncul di Wajah?

8 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Hiperpigmentasi menjadi salah satu masalah kulit yang paling umum dialami perempuan, terutama mereka yang memasuki usia 30 tahun ke atas. Kondisi ini ditandai dengan munculnya area kulit yang lebih gelap dibandingkan warna kulit di sekitarnya dan sering dikenal sebagai flek hitam pada wajah.

Melansir CNA, Rabu, 13 Mei 2026, meski flek hitam pada wajah sering terlihat muncul secara tiba-tiba, sebenarnya proses terbentuknya tidak terjadi dalam semalam. Dalam banyak kasus, pigmentasi sudah berkembang di lapisan kulit bagian dalam jauh sebelum akhirnya tampak di permukaan kulit. Karena perubahan tersebut terjadi secara perlahan, banyak orang tidak menyadari tanda-tanda awal hiperpigmentasi sampai warnanya mulai terlihat jelas.

Direktur medis Cambridge Medical Group, Dr. Shirley Kwee, menjelaskan bahwa pigmen dapat bertahan di lapisan kulit yang lebih dalam sebelum akhirnya muncul ke permukaan. Menurutnya, saat bintik hitam mulai terlihat jelas, proses pigmentasi sebenarnya sudah berlangsung cukup lama di dalam kulit. 

"Pigmen dapat tetap berada di lapisan kulit yang lebih dalam sebelum akhirnya muncul ke permukaan. Pada saat bintik hitam terlihat jelas, pigmentasi tersebut sebenarnya sudah terbentuk di dalam kulit," jelas Dr. Shirley.

Karena itu, memahami bagaimana hiperpigmentasi berkembang menjadi langkah penting untuk membantu mencegah sekaligus mengelola munculnya bintik hitam sejak dini.

Hiperpigmentasi atau flek hitam terjadi ketika produksi melanin di kulit meningkat secara berlebihan. Melanin merupakan pigmen alami yang diproduksi oleh sel khusus bernama melanosit yang berada di lapisan terdalam epidermis. Fungsi utama melanin adalah melindungi kulit dari paparan radiasi ultraviolet (UV), sehingga kulit biasanya menjadi lebih gelap setelah terkena sinar matahari.

Penyebab Flek Hitam dan Proses Terbentuknya

Namun, masalah muncul ketika produksi melanin menjadi tidak terkendali atau penyebarannya tidak merata. Kondisi inilah yang kemudian memicu munculnya flek hitam atau area kulit yang tampak lebih gelap dibandingkan sekitarnya.

Direktur medis Cambridge Medical Group, Dr. Shirley Kwee, menjelaskan bahwa paparan sinar matahari menjadi salah satu pemicu utama hiperpigmentasi. Selain itu, perubahan hormon, peradangan kulit seperti jerawat, hingga faktor genetik juga dapat memengaruhi munculnya pigmentasi pada kulit.

"Pemicu hiperpigmentasi yang paling umum adalah paparan sinar matahari, tetapi hormon, peradangan kulit seperti jerawat, dan faktor genetik juga berperan penting," jelas Dr. Shirley.

Seiring waktu, penumpukan pigmen berlebih tersebut dapat terlihat sebagai bercak atau bintik hitam di wajah maupun area kulit lainnya. Dokter estetika Rachel Ho mengatakan terdapat beberapa jenis hiperpigmentasi yang umum terjadi, seperti melasma, lentigo surya, dan hiperpigmentasi pasca-inflamasi.

Melasma biasanya muncul akibat perubahan hormon dan ditandai dengan bercak gelap yang cukup luas pada wajah. Sementara, lentigo surya atau sun spots muncul akibat paparan sinar matahari dalam jangka panjang dan terlihat sebagai bintik hitam kecil yang jelas. Adapun hiperpigmentasi pasca-inflamasi umumnya berkembang setelah kulit mengalami peradangan, seperti jerawat, eksim, atau luka.

Alasan Flek Hitam Sering Terlihat Muncul Secara Mendadak

Meski hiperpigmentasi atau flek hitam berkembang secara bertahap, banyak orang merasa bintik gelap di wajah muncul secara tiba-tiba. Persepsi tersebut sebenarnya berkaitan dengan proses pembentukan melanin yang berlangsung perlahan di bawah permukaan kulit hingga akhirnya terlihat jelas.

Dokter estetika Rachel Ho menjelaskan bahwa produksi melanin dan perpindahannya ke permukaan kulit membutuhkan waktu. Pada tahap awal, flek hitam biasanya masih berukuran kecil dan samar sehingga sering tidak disadari. "Seiring paparan pemicu yang terus berlangsung, warnanya menjadi lebih gelap dan akhirnya terlihat jelas," ujar Dr. Rachel.

Direktur medis Cambridge Medical Group, Dr. Shirley Kwee, menambahkan paparan sinar ultraviolet (UV), perubahan hormon, peradangan kulit, hingga suhu panas dapat mengaktifkan melanosit secara lebih cepat. Kondisi ini membuat pigmentasi yang sebelumnya tersembunyi tampak lebih nyata dalam waktu singkat.

Pada fase awal, hiperpigmentasi juga sering dianggap hanya sebagai kulit kusam atau warna kulit yang tidak merata. Padahal, saat flek hitam mulai terlihat jelas di permukaan kulit, pigmen biasanya sudah terbentuk cukup dalam sehingga membutuhkan perawatan yang lebih intensif.

Cara Mencegah Hiperpigmentasi dan Munculnya Flek Hitam

Dalam kasus hiperpigmentasi, pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan. Dr. Shirley Kwee, menegaskan bahwa penggunaan sunscreen atau tabir surya menjadi langkah utama dalam menjaga kesehatan kulit sekaligus mengurangi risiko hiperpigmentasi.

Selain itu, membatasi paparan sinar matahari langsung, mencari tempat teduh, serta menghindari aktivitas di bawah sinar UV pada jam-jam terik juga dinilai dapat membantu mencegah pembentukan pigmen berlebih pada kulit. Meski begitu, beberapa jenis hiperpigmentasi seperti melasma memang lebih sulit dicegah karena dipengaruhi faktor hormonal.

Perubahan hormon estrogen dan progesteron dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar ultraviolet dan panas. Karena itu, melasma sering muncul atau memburuk selama kehamilan maupun saat menggunakan kontrasepsi hormonal. Walaupun faktor hormonal tidak selalu bisa dikendalikan, perlindungan kulit dari paparan sinar matahari tetap menjadi langkah penting untuk membantu meminimalkan risiko flek hitam semakin parah.

Hiperpigmentasi dan flek hitam sering dianggap sebagai salah satu masalah kulit yang paling sulit diatasi. Pasalnya, hasil perawatan biasanya tidak bisa terlihat secara instan dan sangat bergantung pada jenis serta kedalaman pigmentasi di dalam kulit.

Cara Mengatasi Flek Hitam dan Hiperpigmentasi yang Sudah Muncul

Dr. Shirley Kwee menjelaskan bahwa pigmentasi yang berada di permukaan kulit umumnya lebih mudah memudar dibandingkan pigmentasi yang lebih dalam atau dipicu faktor hormonal seperti melasma. "Pigmentasi superfisial cenderung merespons lebih cepat, sementara kondisi yang lebih dalam atau yang dipicu hormon membutuhkan penanganan jangka panjang," ujarnya.

Proses regenerasi kulit yang berlangsung secara alami juga membuat perubahan terjadi secara bertahap. Dalam banyak kasus, perbaikan mulai terlihat dalam satu hingga tiga bulan, meski beberapa kondisi flek hitam membandel bisa membutuhkan waktu lebih lama.

Konsistensi menjadi faktor penting dalam proses perawatan. Karena itu, penggunaan sunscreen secara rutin tetap diperlukan meski sedang menjalani perawatan kulit.

Ho menambahkan, beberapa kandungan aktif dalam skincare dapat membantu mengurangi hiperpigmentasi dengan cara kerja berbeda. Vitamin C dan asam azelaik misalnya, membantu menghambat produksi melanin berlebih. Sementara, niacinamide bekerja mengurangi perpindahan pigmen ke permukaan kulit.

Selain itu, retinoid serta kandungan eksfoliasi seperti AHA dan BHA membantu mempercepat pergantian sel kulit sehingga noda hitam memudar secara bertahap dan warna kulit tampak lebih merata.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |