Italia Kirim Penyelam Ahli Finlandia ke Maladewa, Pencarian Turis Tewas Saat Menyelam Berlanjut

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Upaya pencarian jenazah turis yang tewas saat menyelam di Maladewa berlanjut. Italia dilaporkan telah mengirimkan sejumlah ahli dari Finlandia untuk membantu upaya pencarian tersebut. 

"Tiga agku Finlandia dari DAN (Jaringan Peringatan Penyelam) yang ditugaskan oleh pemerintah Italia tiba hari ini (Minggu, 17 Mei 2026), dan akan bergabung dalam pencarian, kemungkinan besar pada Senin," kata juru bicara kepresidenan Maladewa, Mohamed Hussain Shareef kepada AFP, dikutip Senin (18/5/2026).

Shareef mengungkapkan bahwa Inggris dan Australia juga telah memberikan bantuan dalam upaya pencarian empat warga Italia yang tersisa dalam kondisi sulit dan berbahaya ini. Sementara, Amerika Serikat (AS) juga menawarkan bantuan.

Ia mengatakan bantuan asing dalam upaya pemulihan dikoordinasikan oleh DAN dan Penjaga Pantai Maladewa. Mereka juga memobilisasi kapal terbesarnya ke daerah tersebut.

Sejauh ini, dari lima turis Italia yang dinyatakan tenggelam saat berada di gua bawah laut dalam di perairan terpencil pada Kamis, 14 Mei 2026, satu jenazah di antaranya sudah ditemukan tim penyelamat Maladewa pada hari yang sama. Jenazah itu ditemukan berada di dalam gua pada kedalaman sekitar 60 meter.

Identitas jenazah sampai saat ini belum dipublikasikan. Namun, media lokal Maladewa melaporkan bahwa korban yang ditemukan adalah Monica Montefalcone. Sementara, kantor berita Italia ANSA menyebut jenazah tersebut merupakan Gianluca Benedetti, instruktur selam sekaligus kapten kapal yang terlibat dalam perjalanan tersebut.

Pemakaman Militer Anggota Penyelamat yang Tewas

Sementara itu, upacara pemakaman secara militer digelar untuk anggota tim penyelamat Maladewa, Sersan Staf Mohamed Mahudhy, pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, kata Shareef.

"Kami sangat sedih atas kehilangan tragis warga Italia. Kami juga sangat berduka atas kehilangan penyelam kami sendiri," katanya. "Kita adalah dua bangsa yang bersatu dalam duka."

Pada hari yang sama, Presiden Maladewa Mohamed Muizzu mengonfirmasi kematian Sersan Staf Mohamed Mahudhee. "Kematian seorang penyelam dari Pasukan Pertahanan Nasional Maladewa saat menyelam untuk mencari turis yang hilang merupakan hal yang sangat menyedihkan bagi saya dan setiap warga Maladewa. Ini adalah berita yang memilukan," katanya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Sky News, Minggu, 17 Mei 2026.

Upaya pencarian korban yang hilang dihentikan sementara setelah Mahudhee meninggal dunia. Juru bicara kepresidenan menyampaikan bahwa Mahudhee mengalami dekompresi bawah air yang menyebabkan nyawanya tak tertolong saat dipindahkan ke rumah sakit.

Identitas 5 Turis Italia yang Tewas Saat Menyelam

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani berbelasungkawa untuk Mahudhee dalam sebuah pernyataan yang diperoleh The Sun.

"Hari-hari yang menyakitkan ini bagi Italia bahkan lebih buruk setelah berita bahwa seorang prajurit pemberani ... meninggal setelah upaya untuk mencapai jenazah rekan senegara kita," kata Tajani. "Tragedi ini telah menyatukan Italia dan Maladewa dalam kesedihan dan penghormatan kita kepada para korban."

Ia juga bertekad untuk membawa pulang para korban bencana penyelaman, menurut AP. Lima turis Italia yang dimaksud adalah Monica Montefalcone, profesor biologi laut dari Universitas Genoa, dan putrinya yang berusia 20 tahun, Giorgia Sommacal, Muriel Oddenino dari Turin, Gianluca Benedetti dari Padua yang merupakan instruktur selam, dan Federico Gualtieri dari Borgomanero.

Mereka berada di kedalaman sekitar 160 kaki di perairan Vaavu Atoll ketika menghilang pada Kamis, 14 Mei 2026. Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi penyelaman populer di dekat Pulau Alimatha sekitar pukul 13.45 waktu setempat. Menurut media lokal The Edition, para penyelam diketahui menaiki yacht Duke of York pada Kamis pagi sebelum menyelam di salah satu lokasi diving paling populer di negara tersebut. 

Izin Operasional Yach Ditangguhkan

Pada Sabtu, 16 Mei 2026, Maladewa menangguhkan izin operasi kapal mewah yang membawa warga Italia tersebut menyelam. Shareef mengatakan penyelidikan telah diluncurkan untuk mengetahui mengapa kelompok tersebut menyelam di bawah kedalaman yang diizinkan secara resmi, yaitu 30 meter.

"Kementerian Pariwisata dan Penerbangan Sipil telah menangguhkan izin operasi kapal pesiar MV Duke of York tanpa batas waktu, menunggu hasil penyelidikan atas insiden penyelaman yang terjadi di Atol Vaavu pada 14 Mei," kata kementerian tersebut. MV Duke of York adalah kapal mewah sepanjang 36 meter yang dapat mengangkut 25 tamu. 

Maladewa, negara kepulauan yang terdiri dari 1.192 pulau karang kecil yang tersebar sekitar 800 km di sepanjang garis khatulistiwa di Samudra Hindia, adalah tujuan liburan mewah yang populer di kalangan penyelam, yang sering menginap di resor terpencil atau di kapal pesiar selam.

Kecelakaan yang berkaitan dengan penyelaman dan olahraga air relatif jarang terjadi di Maladewa, meskipun beberapa insiden fatal telah dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |