Nonton Ulang Reply 1988 atau Serial Lama Lain Terasa Menyenangkan, Ternyata Ini Alasannya

22 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Setelah seharian bekerja, menghadapi tekanan, dan terjebak kemacetan, banyak orang memilih bersantai dengan menonton ulang serial favorit seperti Friends, Reply 1988 atau lainnya. Meski alur ceritanya sudah di luar kepala, tayangan tersebut tetap terasa menyenangkan dan menenangkan.

Kebiasaan menonton ulang atau rewatching ternyata bukan sekadar cara mengisi waktu luang. Menurut para psikologi, kebiasaan ini memiliki dasar ilmiah dan bahkan bisa menjadi bentuk perawatan diri.

Di tengah melimpahnya konten baru di berbagai platform streaming, tidak sedikit orang merasa bersalah karena terus memilih tontonan lama. Namun, para pakar menilai hal ini sebagai respons alami otak saat mengalami kelelahan mental.

Psikolog klinis dari Clarity Clinic Chicago, Aimee Daramus, menjelaskan bahwa cerita yang konsisten dan sudah dikenal memberi rasa stabil bagi penontonnya.

“Terkadang, kita hanya ingin hidup terasa tetap sama selama beberapa jam,” ujarnya mengutip Verywell Mind, Kamis, 8 Januari 2026.

Pendapat serupa disampaikan ilmuwan perilaku sekaligus pelatih hubungan, Clarissa Silva. Menurutnya, rutinitas harian yang padat dapat menguras energi mental. Tayangan yang familiar dan penuh nuansa nostalgia mampu memberikan rasa aman, nyaman, sekaligus hiburan yang menenangkan.

Mengapa Menonton Ulang Terasa Menyenangkan?

Ada beberapa alasan psikologis yang membuat kebiasaan ini begitu disukai yakni:

Pertama, menonton ulang membantu mengurangi kerja otak. Tayangan baru menuntut konsentrasi tinggi untuk memahami alur cerita dan karakter, sementara tontonan lama tidak memerlukan usaha mental yang besar.

Kedua, cerita yang bisa ditebak memberi efek menenangkan. Di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian, mengetahui apa yang akan terjadi di layar dapat memberikan rasa kendali dan menurunkan kecemasan.

Ketiga, unsur nostalgia berperan penting. Serial atau film lama sering kali membawa kembali kenangan masa lalu yang lebih sederhana dan menyenangkan, seperti masa kecil atau awal masa dewasa.

Keempat, adanya hubungan parasosial, yakni ikatan emosional antara penonton dan karakter fiksi. Melihat karakter favorit kembali di layar bisa terasa seperti bertemu teman lama, sehingga menimbulkan rasa nyaman dan kebersamaan.

Manfaat untuk Kesehatan Mental

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menonton ulang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Alur cerita yang sudah dikenal terbukti membantu meredakan stres dan kecemasan, terutama saat seseorang merasa kewalahan.

Kebiasaan ini juga membantu mengurangi kelelahan akibat terlalu banyak mengambil keputusan setiap hari. Dengan memilih tontonan yang sudah dikenal, seseorang tidak perlu lagi berpikir panjang menentukan apa yang ingin ditonton.

Selain itu, menonton ulang dapat membantu mengatur emosi. Melihat karakter favorit melewati konflik hingga mencapai akhir yang bahagia mampu memunculkan perasaan positif dan memberi harapan. Bagi mereka yang tinggal jauh dari rumah, tayangan lama bahkan dapat membantu mengurangi rasa rindu dan kesepian.

Kapan Perlu Diwaspadai?

Walaupun memiliki manfaat, para ahli mengingatkan agar kebiasaan menonton ulang tetap dilakukan secara seimbang. Aktivitas ini perlu diwaspadai jika digunakan sebagai cara untuk terus-menerus menghindari kenyataan.

Clarissa Silva menegaskan, kebiasaan ini menjadi masalah jika seseorang mulai menolak pengalaman baru atau menggantikan hubungan sosial di dunia nyata dengan tontonan semata.

Jika menonton ulang mulai mengganggu waktu tidur, pekerjaan, atau interaksi sosial, maka aktivitas tersebut tidak lagi termasuk self-care, melainkan bentuk penghindaran yang perlu mendapat perhatian lebih.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |