Cara Menjaga Kesehatan Jamaah Haji dengan Komorbid agar Tetap Fit di Tanah Suci

12 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Menjalankan ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima, terlebih bagi jamaah dengan penyakit penyerta atau komorbiditas. Persiapan yang matang menjadi kunci agar ibadah tetap lancar tanpa gangguan kesehatan.

Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI) mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh sejak sebelum keberangkatan. Ketua Umum PERDOKHI, Syarief Hasan Lutfie mengatakan bahwa menjaga status istitha’ah atau kemampuan fisik adalah langkah utama.

"Pertama memelihara status istitha’ah-nya dengan melakukan olahraga teratur, asupan makanan bergizi, dan menghindari makanan pemicu hiperkolesterolemia," ujar Syarief.

Pola makan sehat menjadi fondasi penting. Jamaah haji dengan komorbid dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mulai dari karbohidrat seperti nasi, protein dari ikan, daging, dan telur, hingga sayur dan buah yang kaya serat. Nutrisi yang cukup membantu menjaga daya tahan tubuh selama menjalankan rangkaian ibadah yang padat.

Sebaliknya, makanan yang berpotensi memperburuk kondisi kesehatan sebaiknya dihindari. "Hindari makanan terlalu asin, terlalu manis, serta makanan bersantan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol," tambahnya.

Selain asupan makanan, kebutuhan cairan juga tidak boleh diabaikan. Cuaca panas di Arab Saudi membuat tubuh lebih rentan dehidrasi. Oleh sebab itu, jamaah disarankan rutin minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

"Jangan lupa untuk meminum vitamin atau suplemen setiap hari," kata Syarief.

Dari sisi aktivitas fisik, jamaah dianjurkan mulai rutin berolahraga jauh sebelum keberangkatan. Idealnya, latihan dilakukan selama 40–60 menit per hari, minimal tiga kali dalam seminggu.

Jenis olahraga yang bisa dipilih pun cukup sederhana, seperti jalan kaki, berenang, bersepeda, atau berlari sesuai kemampuan.

Persiapan lainnya yang tak kalah penting adalah memastikan ketersediaan obat-obatan. Jamaah dengan komorbid wajib membawa obat pribadi dalam jumlah cukup selama di Tanah Suci hingga kembali ke Indonesia.

"Bekal obat sebaiknya ditaruh di tempat khusus yang mudah dijangkau dan tetap diminum secara teratur sesuai anjuran tenaga medis," katanya dikutip dari Antara pada Minggu, 12 April 2026.

Tidak hanya fisik, pola hidup bersih dan sehat juga harus diterapkan. Istirahat yang cukup serta menjaga pikiran tetap positif menjadi faktor penting agar tubuh tidak mudah lelah.

Setibanya di Tanah Suci, jamaah juga diimbau bijak dalam mengatur aktivitas ibadah. Menyesuaikan prioritas ibadah dengan kondisi fisik sangat penting untuk mencegah kelelahan berlebihan.

Dengan jumlah jamaah haji Indonesia yang mencapai ratusan ribu setiap tahunnya, kesiapan kesehatan menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |