5 Manfaat Tanaman Akar Kuning, Benarkah Bisa untuk Kesehatan Liver?

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman akar kuning telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional, terutama di wilayah Asia Tenggara. Akar Kuning merupakan herbal yang dipercaya memiliki beragam khasiat. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengenai manfaat tanaman akar kuning, khususnya benarkah bisa untuk kesehatan liver.

Masyarakat adat, khususnya di Kalimantan, telah secara turun-temurun memanfaatkan akar kuning untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan termasuk yang berkaitan dengan fungsi hati. Kandungan senyawa bioaktif di dalamnya kini menjadi fokus penelitian modern untuk menguji klaim-klaim tradisional ini.

Potensi manfaat tanaman akar kuning menarik perhatian banyak pihak di dunia kesehatan. Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai khasiat tanaman ini. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (8/1/2026).

1. Akar Kuning dan Kesehatan Hati

Akar kuning dengan nama ilmiah seperti Fibraurea tinctoria, Arcangelisia flava, dan Coscinium fenestratum, telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi masalah hati. Masyarakat Kalimantan secara khusus mempercayai penggunaan akar kuning sebagai obat hepatitis. Penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak akar kuning memiliki khasiat memperbaiki fungsi hati yang terganggu.

Kemampuan akar kuning dalam memperbaiki fungsi hati didasarkan pada kemampuannya menurunkan kadar serum transaminase dan serum bilirubin. Senyawa aktif seperti alkaloid dan tanin dalam akar kuning berperan sebagai hepatoprotektor. Zat ini melindungi sel-sel hati dari kerusakan dan mendukung proses regenerasi sel hati yang rusak.

Bahkan, akar kuning telah dipatenkan karena kemampuannya menjaga hati dari kanker yang serius. Selain itu, akar kuning juga dapat meningkatkan pertumbuhan sel hati Chang (ATCC CCL-13). Manfaat ini menjadikannya pilihan potensial dalam pengobatan berbagai gangguan fungsi hati seperti hepatitis A, B, C, sirosis hepatis, tumor hati, dan hepatomegali.

2. Kandungan Senyawa Aktif dalam Akar Kuning Untuk Kesehatan

Akar kuning dipercaya berkhasiat untuk kesehatan karena kandungan senyawa bioaktifnya yang melimpah. Kandungan utamanya adalah berberin, senyawa yang dikenal memiliki sifat antimikroba dan antiradang. Selain itu, terdapat berbagai jenis alkaloid lain seperti kolumbamin, palmatin, sobakunin, limasin, homoaromalin, dehidro-koridalmin, 8-hidroksiberin, piknarin, sabanin, talifendin, dan jatorizin.

Akar kuning juga mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan dan menjaga kesehatan sel tubuh. Saponin juga ditemukan dalam tanaman ini, yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Senyawa-senyawa ini bekerja secara sinergis untuk memberikan beragam manfaat kesehatan yang optimal.

Manfaat akar kuning tidak berasal dari vitamin atau mineral esensial secara langsung. Namun, khasiatnya muncul dari senyawa aktif tersebut. Oleh karena itu, konsumsi akar kuning tetap perlu didampingi pola makan bergizi karena tidak dapat menggantikan kebutuhan nutrisi harian tubuh secara menyeluruh.

3. Manfaat Anti-inflamasi dan Antioksidan

Akar kuning dikenal memiliki efek antiradang berkat kandungan berberin dan flavonoid di dalamnya. Senyawa-senyawa ini dapat membantu menekan proses inflamasi yang kerap menjadi pemicu nyeri sendi, radang tenggorokan, dan gangguan pencernaan. Berberin bekerja dengan cara menghambat produksi sitokin proinflamasi dan mengurangi aktivitas enzim yang berperan dalam proses peradangan.

Sifat antioksidan pada akar kuning berasal dari alkaloid dan flavonoid yang terkandung di dalamnya. Antioksidan ini berperan penting dalam melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu berbagai penyakit kronis. Dengan demikian, akar kuning dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif yang berbahaya.

Meskipun demikian, efektivitasnya pada manusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi sepenuhnya manfaat anti-inflamasi dan antioksidan ini. Namun, penggunaan tradisional dan penelitian awal menunjukkan potensi yang menjanjikan dalam mendukung kesehatan secara menyeluruh.

4. Potensi sebagai Antibakteri dan Antimalaria

Berberin, salah satu kandungan utama dalam akar kuning, terbukti mampu menghambat pertumbuhan berbagai bakteri penyebab infeksi. Ini termasuk bakteri pada saluran pencernaan dan kulit, menjadikan akar kuning sering dimanfaatkan secara tradisional untuk meredakan diare, sariawan, atau infeksi kulit akibat bakteri dan jamur. Ekstrak akar kuning juga memiliki efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.

Selain itu, akar kuning juga dikenal sebagai obat antimalaria yang efektif. Beberapa penelitian menyatakan bahwa ekstrak air akar kuning memiliki aktivitas antimalaria yang mampu melawan Plasmodium sp., penyebab malaria. Masyarakat di Kalimantan, misalnya, telah lama menggunakan akar kuning untuk mengobati malaria secara turun-temurun.

Kemampuan akar kuning sebagai antimikroba dan antimalaria ini didukung oleh senyawa aktifnya yang dapat merusak membran sel bakteri dan menghambat pertumbuhan parasit. Hal ini menunjukkan potensi akar kuning sebagai agen terapeutik alami untuk melawan berbagai jenis infeksi berbahaya.

5. Peran dalam Menstabilkan Gula Darah

Akar kuning juga menunjukkan potensi dalam menstabilkan kadar gula darah yang fluktuatif. Pengobatan diabetes melitus secara tradisional dapat memanfaatkan tanaman akar kuning sebagai alternatif. Pengujian baik secara in vitro maupun in vivo menunjukkan bahwa tanaman akar kuning mampu digunakan sebagai alternatif pengobatan diabetes melitus yang menjanjikan.

Manfaat ini berasal dari kemampuan akar kuning untuk menghambat alfa-amilase dan alfa-glukosidase, enzim yang berperan dalam memecah karbohidrat menjadi glukosa. Dengan menghambat aktivitas enzim ini, pemecahan karbohidrat menjadi gula dalam darah dapat ditunda. Hal ini membantu mencegah lonjakan kadar gula darah setelah makan.

Selain itu, akar kuning juga dipercaya dapat membantu memperbaiki produksi hormon insulin melalui sel-sel pankreas dalam hati. Kandungan senyawa berberin pada akar kuning diyakini memiliki manfaat sebagai antidiabetes. Senyawa ini dapat merangsang sekresi insulin secara alami.

Selain itu, akar kuning juga dikenal dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara signifikan. Herbal ini juga membantu penyembuhan luka dengan lebih cepat. Senyawa aktifnya membantu merangsang pertumbuhan jaringan kulit baru dan mengurangi risiko infeksi pada area luka.

FAQ

1. Apa itu akar kuning? Akar kuning adalah tanaman herbal yang dikenal dalam pengobatan tradisional, terutama di Asia Tenggara, dengan nama ilmiah seperti Fibraurea tinctoria, Arcangelisia flava, dan Coscinium fenestratum.

2. Apa kandungan utama dalam akar kuning? Kandungan utama dalam akar kuning adalah berberin, alkaloid, flavonoid, dan saponin.

3. Benarkah akar kuning bisa untuk kesehatan liver? Ya, akar kuning dipercaya dapat mendukung kesehatan liver dengan memperbaiki fungsi hati, menurunkan kadar serum transaminase dan bilirubin, serta melindungi sel hati.

4. Bagaimana akar kuning membantu mengatasi peradangan? Akar kuning mengandung berberin dan flavonoid yang memiliki efek antiradang, membantu menekan proses inflamasi dalam tubuh.

5. Apakah akar kuning memiliki sifat antibakteri? Ya, berberin dalam akar kuning terbukti mampu menghambat pertumbuhan berbagai bakteri penyebab infeksi, termasuk Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.

6. Bisakah akar kuning membantu menstabilkan gula darah? Akar kuning dapat membantu menstabilkan gula darah dengan menghambat enzim pemecah karbohidrat dan merangsang sekresi insulin.

7. Apakah ada efek samping dari konsumsi akar kuning? Konsumsi akar kuning dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan, reaksi alergi, atau membebani fungsi hati, sehingga konsultasi dengan dokter disarankan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |