4 Manfaat Susu Kedelai, Bisa Melindungi Tulang dari Osteoporosis hingga Menjaga Kesehatan Jantung

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Susu kedelai merupakan minuman nabati non-susu yang populer sebagai alternatif pengganti susu sapi. Terbuat dari biji kedelai, banyak produsen kini memperkaya produk mereka dengan berbagai nutrisi penting seperti kalsium, serta vitamin A, B12, dan D. Secara alami, susu kedelai juga mengandung magnesium, folat, dan vitamin B6. 

Menurut Julieanna Hever, RDN, seorang pakar diet nabati. Susu kedelai juga mengandung asam lemak, omega-3 esensial (diperkaya dengan kalsium), dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan, anti-inflamasi, serta pelindung kesehatan jantung (kardioprotektif).

Susu kedelai menjadi pilihan ideal bagi individu dengan alergi susu sapi atau intoleransi laktosa yakni kondisi di mana tubuh kesulitan mencerna laktosa (gula alami dalam susu sapi).

Kandungan kalori dan gula tambahan pada susu kedelai bergantung pada merek produk. Oleh karena itu, penting untuk selalu memeriksa label kemasan. Berikut adalah kandungan nutrisi dalam 1 cangkir susu kedelai tanpa pemanis. Melansir dari Everyday Health, Senin (19/1/2026).

  • Protein: 8,7 g
  • Lemak: 5 g
  • Karbohidrat: 3 g
  • Kalsium: 246 mg
  • Kalium: 386 mg
  • Zat Besi: 1,3 mg
  • Natrium: 83 mg
  • Vitamin D: 40 unit internasional
  • Vitamin A: 142 mg

4 Manfaat Susu Kedeali

Berdasarkan berbagai penelitian, mengonsumsi susu kedelai memberikan empat keuntungan bagi tubuh:

1. Menurunkan Risiko Kanker Payudara

Meta-analisis menunjukkan bahwa isoflavon dalam kedelai dapat mengurangi risiko kambuhnya kanker payudara, terutama bagi penyintas setelah menopause yang mengkonsumsi sekitar 60 mg kedelai per hari.

2. Menjaga Kesehatan Jantung

Kandungan fitoestrogen berupa isoflavon dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol LDL (kolesterol jahat), meskipun efektivitas langsungnya masih terus diteliti lebih lanjut.

3. Melindungi dari Osteoporosis

Isoflavon membantu menghambat proses resorpsi tulang (pemecahan jaringan tulang), yang sangat penting dalam menjaga kepadatan tulang pada wanita menjelang atau setelah masa menopause.

4. Efek Anti-inflamasi

Kandungan genistein dalam kedelai diketahui memiliki sifat anti-peradangan. Penelitian menunjukkan konsumsi susu kedelai dapat menekan protein penyebab inflamasi seperti protein C-reaktif.

Tidak Cocok untuk Orang yang Alergi Susu Kedelai

Meskipun sehat, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan. Individu dengan alergi kedelai harus menghindari minum susu kedelai.

Lalu, orang yang mengonsumsi obat pengganti hormon tiroid (untuk hipotiroidisme) juga sebaiknya bertanya dulu ke dokter untuk minum susu kedelai. Disarankan untuk memberi jeda minimal satu jam setelah minum obat sebelum mengkonsumsi produk kedelai.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |