15 Tanaman Liar di Pekarangan yang Sering Dicabut Padahal Bermanfaat untuk Kesehatan

1 day ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Banyak pemilik rumah seringkali membersihkan pekarangan mereka dari tumbuhan yang dianggap gulma, tanpa menyadari bahwa beberapa di antaranya adalah tanaman liar di pekarangan yang sering dicabut padahal bermanfaat. Kebiasaan mencabut dan membuang tumbuhan ini sebenarnya menghilangkan potensi besar untuk memanfaatkan obat herbal alami yang tumbuh secara gratis.

Ironisnya, tanaman liar di pekarangan yang sering dicabut padahal bermanfaat ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional oleh nenek moyang kita. Kesadaran akan khasiatnya semakin meningkat seiring dengan tren kembali ke alam dan popularitas pengobatan herbal.

Para ahli botani dan herbalis modern telah melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa banyak gulma memiliki senyawa aktif berpotensi setara atau bahkan lebih baik dari tanaman obat budidaya. Hal ini menekankan pentingnya untuk mengenali dan memahami nilai setiap tumbuhan di sekitar kita, terutama tanaman liar di pekarangan yang sering dicabut padahal bermanfaat.

Berikut ini telah Liputan6.com ulas secara mendalam potensi dari 15 jenis gulma yang sering ditemui, pada Rabu (7/1).

Tanaman Liar Berkhasiat Penyembuh Luka dan Anti-Inflamasi

1. Anting-Anting: Si Kecil Penyembuh Luka

Anting-anting, atau Acalypha indica, merupakan jenis tanaman herba yang seringkali tumbuh liar di pekarangan, ladang, atau pinggir jalan di wilayah tropis dan subtropis. Ciri khasnya adalah daun oval bertepi bergerigi serta bunga kecil yang menjuntai menyerupai anting-anting. Tanaman ini seringkali dianggap sebagai gulma, padahal memiliki potensi besar sebagai obat herbal.

Kandungan fitokimia seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan glikosida menjadikan anting-anting kaya manfaat. Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada sifat anti-inflamasi, antibakteri, dan antioksidan yang dimilikinya. Oleh karena itu, tanaman ini termasuk dalam kategori tanaman liar di pekarangan yang sering dicabut padahal bermanfaat untuk kesehatan.

Untuk penyembuhan luka, anting-anting memiliki efek hemostatik yang membantu menghentikan pendarahan dan mempercepat proses pengeringan. Daun segar dapat dilumatkan dan ditempelkan pada luka luar untuk mendapatkan khasiatnya. Selain itu, ekstrak daunnya juga menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang signifikan, berkat senyawa flavonoid dan terpenoid yang menghambat peradangan.

Tanaman ini juga dikenal sebagai diuretik alami yang membantu peluruhan air seni, mendukung proses detoksifikasi tubuh. Kandungan antioksidannya, seperti flavonoid dan fenolat, berperan penting dalam menangkal radikal bebas. Secara tradisional, anting-anting telah dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai kondisi lain seperti diare, disentri, eksim, batuk, hingga asam urat.

2. Babadotan: Penurun Demam Alami

Babadotan atau Ageratum conyzoides dikenal luas dalam pengobatan tradisional sebagai penurun demam dan antiseptik alami. Tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang berkontribusi pada efek antipiretik dan antimikroba. Penggunaan babadotan untuk mengobati luka terbuka telah menjadi praktik turun-temurun yang terbukti efektivitasnya secara empiris.

Mekanisme kerja babadotan dalam menurunkan demam melibatkan stimulasi pusat pengaturan suhu tubuh di hipotalamus, sementara sifat antiseptiknya membantu mencegah infeksi pada luka. Aplikasi eksternal dengan cara membalur akar yang dihaluskan pada kulit memberikan efek pendinginan yang membantu menormalkan suhu tubuh, terutama pada anak-anak yang mengalami demam tinggi.

Selain itu, babadotan juga memiliki sifat antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas, serta membantu mengatasi gangguan pencernaan seperti kembung dan diare. Tanaman ini juga dapat mencegah kerusakan hati dan memiliki potensi untuk mengatasi malaria.

3. Kitolod: Obat Mata dan Sakit Gigi

Kitolod atau Hippobroma longiflora adalah tanaman liar dengan daun hijau tua bergerigi yang mudah ditemukan di dekat perairan atau tanah lembap. Bunganya berukuran mungil dan berwarna putih yang khas. Kitolod mengandung alkaloid seperti lobelin dan isotomin, serta saponin dan flavonoid yang memberikan berbagai efek terapeutik.

Tanaman ini memiliki sifat anti-inflamasi, analgesik, dan hemostatik yang sangat bermanfaat untuk berbagai kondisi medis. Kitolod berkhasiat untuk mengobati masalah mata, meredakan sakit gigi, menyembuhkan luka, serta mengatasi asma dan radang tenggorokan.

Namun, perlu hati-hati karena getah kitolod mengandung racun dosis rendah, sehingga penggunaannya harus tepat dan tidak berlebihan. Penting untuk mengikuti panduan penggunaan yang benar dan berkonsultasi dengan ahli sebelum mengaplikasikannya, terutama untuk mata.

Gulma Berkhasiat Anti-Kanker dan Detoksifikasi

4. Rumput Mutiara: Penghambat Sel Kanker

Rumput mutiara atau Hedyotis corymbosa merupakan jenis rumput liar yang sering tumbuh di retakan beton atau lapisan semen. Tanaman ini juga dikenal dengan nama rumput siku-siku, daun mutiara, lidah ular, atau katepan. Rumput mutiara mengandung dua senyawa aktif utama yaitu asam ursolat dan asam oleanolat yang telah terbukti secara in-vitro memiliki sifat anti-kanker.

Kedua senyawa tersebut bekerja dengan cara menghambat progresi siklus sel pada sel kanker dan menginduksi apoptosis atau kematian sel terprogram pada sel-sel abnormal. Selain potensi anti-kanker, rumput mutiara juga bermanfaat untuk menyembuhkan tonsilitis, faringitis, bronkitis, pneumonia, dan gondongan.

Tanaman ini juga efektif untuk radang usus buntu, hepatitis, dan kolesistitis. Untuk penyakit luar, rumput mutiara efektif mengobati bisul dan luka infeksi, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

5. Meniran: Imunomodulator Tradisional

Meniran, baik yang berjenis hijau (Phyllanthus niruri) maupun merah (Phyllanthus urinaria), mengandung kompleks fitokimia termasuk alkaloid, damar, flavonoid, kalium, lignan, saponin, dan tanin. Tanaman ini memiliki daun yang sedikit mirip putri malu dengan bentuk bulat telur dan tersusun majemuk. Kedua jenis meniran sama-sama memiliki khasiat obat yang sangat baik.

Fungsi imunomodulator meniran bekerja dengan cara meregulasi sistem imun, tidak hanya meningkatkan tetapi juga menyeimbangkan respons imunitas tubuh. Meniran berkhasiat melancarkan air seni (diuretik), meningkatkan daya tahan tubuh, dan menurunkan demam.

Tanaman ini juga dapat mengobati sakit maag, menghilangkan nyeri haid, mengobati malaria, menyembuhkan sakit gigi, dan menurunkan berat badan. Selain itu, meniran bermanfaat untuk menyembuhkan luka bakar dan mengobati epilepsi. Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan lemah syahwat.

6. Tapak Liman: Antioksidan Super

Tapak liman atau Elephantopus scaber memiliki karakteristik khas berupa daun yang tumbuh melingkar seperti kipas dengan permukaan yang sedikit berkilau dan berbulu halus. Bentuknya mirip tempuyung namun dapat dibedakan dari bunganya yang berwarna ungu, sementara tempuyung berbunga kuning. Tanaman ini kaya akan senyawa fenolik dan flavonoid yang memberikan efek antioksidan kuat.

Tapak liman memiliki khasiat antioksidan, antiseptik, antihepatotoksik, anti-inflamasi, dan antikanker yang sangat komprehensif. Tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk mengobati diabetes melalui regulasi metabolisme glukosa, mengatasi diare dengan sifat astringen, serta meredakan batuk dengan efek ekspektoran.

Aktivitas hepatoprotektif tapak liman sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan hati dan melindunginya dari berbagai racun. Selain itu, tanaman ini juga dapat memperkuat sistem imun, meningkatkan kesehatan jantung, dan mengatasi keputihan.

Tanaman Liar untuk Sistem Pernapasan dan Pencernaan

7. Tempuyung: Pembersih Ginjal Alami

Tempuyung atau Sonchus arvensis merupakan tanaman yang sering disalahartikan dengan tapak liman karena kemiripan bentuk daunnya. Perbedaan utama terletak pada bunga tempuyung yang berwarna kuning cerah dan kemampuannya tumbuh tegak tinggi. Tanaman ini memiliki kandungan inulin dan kalium yang sangat bermanfaat untuk kesehatan sistem kemih.

Efek diuretik tempuyung bekerja dengan cara meningkatkan filtrasi glomerulus di ginjal, sehingga membantu eliminasi produk limbah dan kelebihan cairan dari tubuh. Tempuyung bermanfaat untuk mengobati demam, bengkak, kesulitan kencing, melancarkan peredaran darah, dan mengatasi keracunan.

Biasanya tempuyung direbus untuk dijadikan obat herbal atau dapat juga disantap sebagai lalapan yang menyegarkan. Selain itu, tempuyung juga memiliki potensi sebagai antioksidan, anti-inflamasi, dan dapat menurunkan kadar kolesterol.

8. Patikan Kebo: Obat Gangguan Pernapasan

Patikan kebo atau Euphorbia hirta merupakan tanaman yang kerap digunakan untuk mengobati gangguan pernapasan seperti asma, bronkitis, dan sesak dada. Tanaman ini mengandung natrium, kalium, kalsium, dan litium yang penting untuk kesehatan pernapasan. Selain itu, patikan kebo juga kaya vitamin C, fenolik, serta beta-karoten yang memberikan dukungan antioksidan.

Selain baik untuk sistem pernapasan, patikan kebo dapat meningkatkan sistem imun melalui stimulasi produksi sel darah putih. Tanaman ini juga menyehatkan kulit dengan senyawa anti-inflamasi, mengatasi nyeri perut dengan efek antispasmodik, dan bahkan meningkatkan gairah seks melalui sifat afrodisiak.

Namun, perlu hati-hati karena patikan kebo dapat menyebabkan reaksi alergi dan iritasi ringan jika disentuh dengan tangan telanjang. Sifat diuretiknya juga membantu detoksifikasi tubuh dan mengatasi infeksi saluran kemih.

9. Suruhan: Pereda Nyeri dan Anti-Inflamasi

Suruhan atau tumpang air (Peperomia pellucida) memiliki sifat antibiotik, analgesik, anti-inflamasi, dan diuretik yang komprehensif. Tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal pereda pegal linu, nyeri tubuh, dan sakit kepala melalui penghambatan mediator nyeri. Selain itu, suruhan juga bermanfaat untuk pencegahan kanker melalui aktivitas antioksidan.

Suruhan juga memiliki efek perlindungan terhadap organ-organ vital seperti ginjal dan mata. Tanaman ini dapat membantu mencegah penyakit ginjal dengan dukungan detoksifikasi, mencegah katarak dengan perlindungan antioksidan, serta mengobati infeksi mata dengan sifat antimikroba.

Konsumsi suruhan secara teratur dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan dan mencegah berbagai penyakit degeneratif. Tanaman ini mudah tumbuh liar dan dapat menjadi tambahan berharga untuk apotek hidup di pekarangan Anda.

Gulma Bergizi dan Berkhasiat Hormonal

10. Rumput Teki: Regulator Hormonal Wanita

Rumput teki atau Cyperus rotundus memiliki umbi yang mengandung minyak atsiri dan seskuiterpen yang berperan penting dalam regulasi hormonal, terutama pada sistem reproduksi wanita. Tanaman ini merupakan gulma yang sulit dikendalikan dan sering tumbuh pada area lahan tanaman budidaya, namun memiliki nilai obat yang signifikan.

Umbi rumput teki dapat mengobati kencing batu dengan efek litolitik, memperbaiki siklus menstruasi melalui modulasi hormonal, dan menyembuhkan berbagai penyakit kulit dengan sifat antimikroba. Tanaman ini juga mempercepat proses pembekuan darah, memperlancar buang air besar, dan merangsang produksi ASI.

Selain itu, rumput teki dapat menurunkan demam dan mengobati keputihan. Jika dilumatkan dan dioles ke kulit, tanaman ini juga efektif mengusir nyamuk karena kandungan minyak atsirinya.

11. Bayam Duri: Superfood yang Terabaikan

Meskipun teksturnya lebih keras dibanding bayam budidaya, bayam duri atau Amaranthus spinosus memiliki kandungan nutrisi yang superior, terutama dalam hal protein, zat besi, dan kalsium. Batang tanaman ini liat dan berduri, namun akarnya memiliki senyawa khusus yang efektif untuk berbagai tujuan pengobatan.

Akar bayam duri berkhasiat untuk mengobati bisul melalui tindakan antimikroba, mengatasi wasir (hemoroid) dengan sifat astringen, dan mengobati eksim dengan efek anti-inflamasi. Tanaman ini juga bermanfaat untuk mengatasi gusi berdarah dan bengkak, melancarkan ASI dengan sifat galaktagog, serta meringankan demam.

Selain itu, bayam duri juga dapat mengobati kutil dan menyembuhkan luka bakar. Senyawa saponin dan flavonoid dalam akar bekerja dengan cara memperkuat dinding pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi, serta berpotensi melawan kanker.

12. Putri Malu: Sedatif Natural dan Penurun Berat Badan

Putri malu atau Mimosa pudica memiliki karakteristik unik berupa daun yang menutup saat disentuh, yang disebabkan oleh gerakan tigmonasti. Tanaman perdu ini mengandung alkaloid dan tanin yang memberikan efek sedatif ringan, sehingga bermanfaat untuk mengatasi insomnia dan gangguan kecemasan. Mekanisme kerja putri malu melibatkan modulasi kadar neurotransmitter, khususnya GABA.

Putri malu berkhasiat untuk menurunkan panas melalui tindakan antipiretik, meluruhkan air seni dengan efek diuretik, dan mengatasi tenggorokan berdahak dengan sifat ekspektoran. Tanaman ini juga membantu mengatasi insomnia dengan senyawa sedatif, dan menurunkan berat badan melalui peningkatan metabolisme.

Selain itu, putri malu juga memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu mengatasi peradangan saluran pernapasan dan meningkatkan pola pernapasan. Keberadaannya yang mudah ditemukan menjadikannya salah satu tanaman liar di pekarangan yang sering dicabut padahal bermanfaat.

Tanaman Liar Multifungsi untuk Kesehatan Umum

13. Ilalang: Pembersih Darah dan Ginjal

Ilalang atau rumput alang-alang (Imperata cylindrica) adalah jenis rumput yang kerap tumbuh subur di padang liar dengan kepala bunga yang khas seperti duri. Bagian tanaman yang paling bermanfaat secara medis adalah akar atau rimpangnya yang berwarna putih beruas-ruas. Akar ilalang mengandung senyawa yang bermanfaat untuk sistem kemih dan pemurnian darah.

Akar ilalang diyakini berkhasiat untuk mengobati panas dalam dengan efek pendinginan, menyembuhkan sariawan melalui tindakan anti-inflamasi, dan meluruhkan kencing (diuretik) untuk kesehatan ginjal. Tanaman ini juga efektif mengobati demam dengan sifat antipiretik, mengatasi sakit ginjal, dan mimisan dengan efek hemostatik.

Selain itu, ilalang juga dapat mengatasi kencing darah. Dalam situasi darurat, cairan dari akarnya juga dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan dahaga karena kandungan elektrolitnya. Ini membuktikan bahwa ilalang adalah salah satu tanaman liar di pekarangan yang sering dicabut padahal bermanfaat.

14. Sawi Langit: Obat Serba Guna

Sawi langit atau sesawi langit (Cyanthillium cinereum) dikenal dengan berbagai nama daerah seperti buyung-buyung, leuleuncaan, capeutuhur, ruku-ruku gajah, sampu angin, maryuna, nyawon, sarap, dan gofu mutiara. Tanaman ini memiliki distribusi yang luas dan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan.

Sawi langit sering digunakan untuk mengobati panas dengan tindakan antipiretik, batuk dengan sifat ekspektoran, dan disentri dengan efek antimikroba. Tanaman ini juga bermanfaat untuk hepatitis dengan senyawa hepatoprotektif, mengatasi kelelahan dengan nutrisi peningkat energi, dan susah tidur dengan efek sedatif ringan.

Selain itu, sawi langit efektif untuk bisul dengan tindakan antimikroba, gigitan ular dengan sifat detoksifikasi, luka terpukul dengan efek anti-inflamasi, dan keseleo dengan senyawa analgesik. Bagian yang dapat dimanfaatkan adalah akar dan daunnya yang mengandung glikosida bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan pernapasan.

15. Sintrong: Sayuran Liar Bergizi Tinggi

Sintrong atau salentrong (Crassocephalum crepidioides) merupakan gulma dengan daun berbulu dan berbunga mirip dandelion yang dikenal dengan berbagai nama seperti jalentrong, sembung gilang, jonggolan, serta junggul. Tanaman ini tidak hanya memiliki nilai obat tetapi juga nilai gizi sebagai sayuran liar yang dapat dikonsumsi dengan aman.

Sintrong biasa dimanfaatkan sebagai sayuran liar dengan berbagai metode persiapan. Di Sunda biasa dilalap mentah, sementara orang Jawa lebih suka mengolahnya menjadi urap atau pecel dengan bumbu. Sintrong mengandung vitamin, mineral, dan serat tingkat tinggi yang penting untuk kesehatan.

Tanaman ini dapat membantu melancarkan pencernaan dengan efek prebiotik, meningkatkan kekebalan tubuh melalui senyawa peningkat imun, dan menyehatkan kulit dengan perlindungan antioksidan. Konsumsi teratur dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan dan menyediakan nutrisi penting yang seringkali kurang dalam diet modern.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Q1: Bagaimana cara membedakan gulma bermanfaat dengan tanaman beracun?

A: Penting untuk melakukan identifikasi yang tepat dengan membandingkan karakteristik morfologi seperti bentuk daun, bunga, dan batang dengan referensi botanical yang akurat. Jangan mengonsumsi tanaman yang tidak dikenal dengan pasti, dan sebaiknya berkonsultasi dengan ahli herbal atau botanist sebelum penggunaan pertama kali.

Q2: Apakah aman mengonsumsi gulma langsung dari pekarangan tanpa pengolahan?

A: Gulma yang akan dikonsumsi harus dicuci bersih dan sebaiknya direbus atau diolah terlebih dahulu untuk menghilangkan kemungkinan kontaminasi pestisida atau pathogen. Beberapa tanaman seperti kitolod mengandung compounds yang toxic dalam dosis tinggi, sehingga memerlukan pengolahan khusus.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |