Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026. Pelantun lagu Cemburu Menguras Hati itu mengembuskan napas terakhir pada umur 35 tahun setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker ginjal.
Kabar meninggalnya Vidi Aldiano disampaikan langsung oleh sang ayah, Harry Aprianto, melalui pesan kepada komunitas film yang kemudian dikutip Showbiz Liputan6.com pada Minggu, 8 Maret 2026.
"Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO. Vidi wafat didampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Alloh SWT, 7 Maret jam 16:33. Selamat jalan menuju cahaya Ilahi Nak," tulis Harry.
Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya. Selama enam tahun terakhir, penyanyi yang dikenal dengan cengkok khasnya itu menjalani perjuangan panjang melawan kanker ginjal yang didiagnosis sejak 2019.
Awal Vidi Aldiano Diagnosis Kanker Ginjal
Perjalanan Vidi Aldiano melawan kanker bermula pada akhir 2019. Saat itu, dirinya mengaku merasakan sesuatu yang tidak biasa pada tubuhnya.
Melalui unggahan di Instagram, suami Sheila Dara Aisha menceritakan bagaimana awalnya dia hanya mengira mengalami masalah kesehatan biasa.
"Beberapa bulan yang lalu ada anomali di diri gue. Di bulan kemarin sudah didiagnosis, awalnya kista," kata Vidi Aldiano saat itu.
Namun, setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dokter menemukan adanya kanker di ginjal sebelah kiri. Kondisi tersebut membuat Vidi harus segera menjalani operasi di Singapura.
Operasi itu membuat Vidi kehilangan satu ginjalnya. Meski begitu, dia tetap menunjukkan semangat besar untuk sembuh dan melanjutkan hidup.
Jalani Kemoterapi dan Efek Samping Berat
Setelah operasi, Vidi Aldiano menjalani serangkaian pengobatan, termasuk kemoterapi dan radiasi untuk menghentikan penyebaran sel kanker.
Perawatan tersebut tidak mudah. Dalam beberapa kesempatan, Vidi terbuka mengenai efek samping yang dirasakannya.
Pada Januari 2023, dia bercerita melalui akun TikTok tentang kondisi tubuhnya setelah menjalani kemoterapi.
"Hari ini aku rasa ini hari yang cukup baik, karena semalam tuh gue lumayan dapat side effects dari kemo yang gue lakukan hari sebelumnya. Badan gue menggigil semalaman dan mulai ngilu-ngilu sebadan lagi, kalau kegesek sakit," kata Vidi Aldiano.
Meski mengalami berbagai efek samping yang berat, Vidi tetap berusaha menjalani hidup dengan penuh optimisme.
Vidi Aldiano Mencoba Perawatan Holistik
Selain pengobatan medis, Vidi Aldiano juga mencoba pendekatan lain untuk membantu proses pemulihan tubuhnya.
Pada 2024, dia sempat pergi ke Pulau Ko Samui, Thailand, guna mengikuti program retreat kesehatan di Tanya Samui.
Program tersebut merupakan perawatan holistik yang berfokus pada detoksifikasi tubuh, termasuk pembersihan hati, kandung empedu, serta sistem pencernaan.
"Gua hari ini ada di Ko Samui untuk memulai treatment --- eh bukan treatment sebenarnya, lebih ke retreat di tempat namanya Tanya Samui," ujar Vidi Aldiano dalam unggahan Instagram pada 2024.
Vidi mengaku sempat merasa tegang saat menjalani program tersebut. Namun, dia juga terkejut karena ternyata banyak orang Indonesia yang datang ke tempat itu untuk menjalani perawatan serupa.
Kanker Kembali Berkembang
Perjuangan Vidi Aldiano melawan kanker tidak berhenti sampai di situ. Pada 2024, hasil pemeriksaan PET scan menunjukkan bahwa sel kanker kembali berkembang di beberapa titik tubuhnya.
Kondisi ini membuat Vidi harus kembali menjalani kemoterapi. Dia bahkan mengganti istilah kemoterapi menjadi 'spa day' atau 'pray day' agar lebih terasa positif dan tidak menakutkan.
Selama menjalani pengobatan, Vidi tidak pernah sendirian. Dia selalu didampingi oleh keluarga, termasuk sang ibu dan istrinya, Sheila Dara Aisha.
Kehadiran keluarga menjadi sumber kekuatan besar bagi Vidi untuk terus bertahan menghadapi penyakitnya.
Harus Berobat ke Luar Negeri
Pada April 2025, hasil pemeriksaan menunjukkan perkembangan kanker yang cukup cepat dibandingkan dengan hasil scan pada Desember sebelumnya.
Dokter kemudian menyarankan Vidi Aldiano untuk menggunakan obat baru yang saat itu belum tersedia di Indonesia.
Akibatnya, Vidi harus bolak-balik melakukan perjalanan dari Jakarta ke Penang, Malaysia, demi menjalani pengobatan yang diperlukan.
"Obatnya unfortunately belum sampai di Indonesia. Jadi, harus treatment di Penang," kata Vidi Aldiano.
Meski harus menghadapi kondisi kesehatan yang berat, Vidi Aldiano tetap aktif berkarya. Dia masih tampil di berbagai acara dan bahkan sempat mengisi podcast bersama Deddy Corbuzier.
Namun, pada November 2025, Vidi akhirnya memutuskan untuk mengambil jeda dari dunia hiburan demi fokus pada kesehatannya.
"Hai semua! Gue sebelumnya mau ngucapin terima kasih untuk semua doa dan support kalian selama ini. Bener-bener kalian tuh bensin gue untuk terus semangat dan cepat sehat," ujar Vidi Aldiano melalui akun Instagram pribadinya.
Dia juga mengungkapkan rencana untuk fokus memulihkan diri setelah bertahun-tahun bekerja tanpa henti. "Gue memutuskan beberapa bulan ke depan untuk take a break, untuk fokus kepada pemulihan diri," lanjutnya.
Dalam unggahan tersebut, Vidi juga sempat mengungkapkan bahwa dia sedang mempersiapkan album baru yang direncanakan rilis pada tahun berikutnya.
Mengenal Kanker Ginjal yang Diidap Vidi Aldiano
Dokter spesialis urologi konsultan, Lukman Hakim menjelaskan bahwa kanker ginjal adalah kanker yang terjadi pada organ ginjal, baik pada jaringan ginjal itu sendiri maupun pada pembuluh darah di sekitarnya.
Secara global, kanker ginjal tercatat mencapai sekitar 746.547 kasus atau sekitar 4,8 persen dari seluruh kasus kanker di dunia. Penyakit ini bahkan menempati peringkat ketujuh sebagai kanker dengan jumlah kasus terbanyak secara global.
Seperti jenis kanker lainnya, kanker ginjal memiliki beberapa stadium, mulai dari stadium satu hingga stadium empat. Semakin tinggi stadium kanker, maka pertumbuhan sel kanker biasanya semakin cepat dan penanganan yang diperlukan pun menjadi lebih agresif.
Menurut Lukman, penanganan kanker ginjal tidak selalu sama pada setiap pasien. Metode pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit yang dialami.
Dia, menjelaskan, pengobatan dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti pemberian obat-obatan oral, terapi injeksi, hingga tindakan operasi.
Namun, tidak semua pasien dapat menjalani operasi. Biasanya, tindakan operasi dilakukan pada pasien dengan kanker ginjal stadium satu hingga tiga.
"Operasi bisa dilaksanakan bisa tidak. Kalau stadium empat hanya sebagian kecil yang bisa operasi, sebagian besar tidak bisa dan tidak perlu karena sudah menyebar (kankernya)," kata Lukman dalam temu media daring bersama Ikatan Dokter Indonesia pada 20 September 2023.
Kini, perjuangan panjang Vidi Aldiano melawan kanker ginjal telah berakhir. Namun semangat dan ketegarannya dalam menghadapi penyakit menjadi inspirasi bagi banyak orang.

4 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524190/original/093158000_1772919228-Vidi_Aldiano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5330141/original/020576100_1756355628-SaveClip.App_523939144_18514757959022238_4442021098973062784_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3125900/original/064347700_1589279612-20200512-PHK-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5212613/original/077641000_1746626755-Gambar_WhatsApp_2025-05-07_pukul_18.30.17_c7e1514b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501391/original/066351000_1770899239-training-wellness-healthy-weight-walking-motion.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5166982/original/056922100_1742294360-Depositphotos_786412918_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522398/original/068585400_1772764301-anak_susah_makan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522431/original/001856500_1772765778-kumpul_kebo.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5522538/original/002988100_1772768630-es_pisang_ijo.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161132/original/084213800_1741846139-1741840402235_penyebab-stunting-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521265/original/031154500_1772684724-WhatsApp_Image_2026-03-05_at_11.10.31.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5147074/original/070001400_1740917690-20250302-Pasar_Benhil-ANG_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4401674/original/056918100_1681909694-20230419-Mudik-Jalur-Pantura-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522370/original/075643300_1772762097-WhatsApp_Image_2026-03-06_at_8.49.39_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5522232/original/099262000_1772733537-Memilih_Menu_Buka_Puasa_All_You_Can_Eat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5522230/original/Dalam_Fakultas_Kedokteran_Universitas_Indonesia_serta_konsultan_Gastroenterologi_dan_Hepatologi_di_RSUPN_Dr._Cipto_Mangunkusumo__Prof._Dr._dr._Ari_Fahrial_Syam__Sp.PD-KGEH.__MMB__FINASIM__FACP__F.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522206/original/011264200_1772726504-WhatsApp_Image_2026-03-05_at_22.44.31.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406457/original/028571800_1762575042-unnamed__5_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335120/original/005264300_1756787602-____________-_-_-_______6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415683/original/002724400_1763390911-Heroes-Next-Door---Apple-Artwork---16_9-Cover-Art.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407523/original/003131000_1762745038-bolu_kukus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417032/original/082598700_1763517202-20251119_083647.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427035/original/012103300_1764325128-Screenshot_2025-11-06_162838.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411071/original/027135000_1762998340-kue_kukus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407992/original/099247800_1762760314-r-eris-i5XurHSjE1M-unsplash__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4246539/original/048015900_1669891197-lele-goreng-fried-catfish-is-traditional-indonesian-culinary-food-catfish-chilli-tomato-paste-popular-street-food-called-pecel-lele-lamongan-penyetan-lele_511235-5145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2763703/original/047402500_1553768492-KETOPRAK_KARET_TENGSIN_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428558/original/097011800_1764549830-SnapInsta.to_588298374_18542978182059174_8357170256040915428_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4832484/original/048879500_1715759424-Lotek-Bandung-Sederhana.jpg)