Transplantasi Hati Jadi Harapan Pasien Stadium Lanjut

1 day ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi dan hepatologi, C. Rinaldi A. Lesmana mengatakan penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks. Mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.

"Deteksi dini dan tata laksana komprehensif menjadi kunci untuk memperbaiki kesehatan pasien,” kata Rinaldi dalam diskusi penyakit hati di RS Medistra Jakarta pada Kamis, 22 Januari 2026.

Sebelum memberikan pengobatan, maka dilakukan pemeriksaan fungsi organ dan kondisi pasien. "Sehingga bisa diketahui sejauh mana kita bisa memperbaiki fungsi organ tersebut," kata Rinaldi seperti mengutip Antara. 

Pada penyakit hati stadium lanjut, penanganan antara lain transplantasi hati. Transplantasi hati adalah prosedur medis untuk mengambil organ hati yang rusak dan menggantinya dengan organ hati sehat dari pendonor.

Sayangnya masih ada keterbatasan dalam penyelenggaraan prosedur transplantasi hati di Indonesia. Dua faktor diantaranya karena donor yang tersedia terbatas dan biaya yang tinggi.

Transplantasi Hati dari Donor Hidup

Di kesempatan itu, hadir juga dokter Tan Ek Khoon yang berpengalaman dalam bedah hepatobilier dan transplantasi hati asal Singapura.

Tan Ek Khoon membahas perkembangan terkini serta arah masa depan transplantasi hati donor hidup sebagai solusi terapi penyakit hati stadium lanjut.

Dokter dari Gleneagles Hospital Singapura itu mengatakan donor hidup memungkinkan pasien untuk merencanakan waktu operasi. Tan mengatakan bahwa donor hati bisa dilakukan oleh orang terdekat yang memiliki hubungan darah seperti orang tua kepada anak maupun pasangan yang punya ikatan emosional seperti suami ke istri.

"Untuk donor hidup, Anda membutuhkan seseorang yang bisa mendonasi dan orang itu memiliki ahli keluarga atau seseorang yang berhubungan emosional seperti suami atau saudara, itu juga masih dianggap sebagai ahli keluarga yang bisa mendonasi," katanya.

Secara umum orang yang sehat secara fisik dan mental serta berusia antara 18 hingga 75 tahun bisa menjadi donor hati. 

Perkuat Penanganan Penyakit Hati, Medistra Gandeng IHH SG

Dalam kesempatan itu, Medistra Hospital Jakarta melakukan penandatangan MoU kolaborasi dengan IHH SG. Lewat kolaborasi itu diharapkan bisa mengembangkan pelayanan penyakit hati seperti disampaikan Direktur Medistra Hospital, dr Adhitya Wardhana.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan layanan klinis unggulan, second opinion dan rujukan internasional, pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, serta kerja sama penelitian dan inovasi layanan kesehatan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |