Tak Harus Ribet, Ini Tips Sederhana Menjaga Memori Tetap Kuat hingga Tua

2 days ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Menjaga kesehatan kognitif merupakan investasi jangka panjang yang dimulai dengan melindungi sel otak dari stres oksidatif. Ini adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan kekacauan pada sel-sel otak manusia.

Bila terjadi stres oksidatif bisa menimbulkan penuaan dini hingga penyakit kronis. Salah satu upaya untuk mencegah hal tersebut dengan mengonsumsi asupan nutrisi sebagai 'perisai' alami agar menjaga neuron dan memori tetap optimal seiring bertambahnya usia.

Profesor dan pakar kesehatan otak, Dr. Gary Small mengatakan sayuran berdaun hijau gelap dan buah-buahan berwarna cerah mengandung antioksidan tinggi yang penting bagi kesehatan otak. Sayuran hijau mengandung lutein yang mendukung proses visual serta pengolahan angka dan kata-kata. Sementara itu, buah seperti buah delima kaya akan antosianin untuk melawan stres oksidatif.

"Buah pomegranate dan sayur-sayuran mengurangi stres oksidatif yang akan mencegah penyebab kekacauan dalam sel otak," ucap Gary saat ditemui dalam konferensi pers peluncuran SharpSpearmint dari Herbalife di Jakarta pada Kamis, 22 Januari 2026.

Konsumsi Multivitamin Perlambat Penurunan Daya Berpikir

Selain itum suplemen bisa mendukung untuk memastikan nutrisi yang dibutuhkan yang mungkin terlewat didapatkan dari makanan sehari-hari. Berdasarkan Cocoa Supplement and Multivitamin Outcomes atau Studi COSMOS, penggunaan multivitamin harian terbukti dapat memperlambat penurunan daya berfikir dan kehilangan memori pada usia orang dewasa. 

Seperti multivitamin yang mengandung 23 vitamin dan mineral penting seperti, vitamin B untuk kesehatan saraf, serta vitamin C dan E sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel otak dari kerusakan.

Gary kembali menegaskan pentingnya dukungan mikronutrisi ini dengan menyatakan, "Multivitamin, seperti yang saya sebutkan, sangat penting bagi kesehatan otak dan badan," jelasnya dalam acara bersama SharpSpearmint dari Herbalife itu.

Cara Menjaga Ketajaman Ingatan Lainnya

Gary menyarankan langkah praktis lain yang harus diterapkan untuk menjaga ketajaman otak.

1. Menjaga Berat Badan Ideal

Obesitas di usia paruh baya dapat meningkatkan risiko demensia di masa lanjut tua. "Obesitas lama kelamaan dapat meningkatkan risiko demensia di usia tua, jadi kita harus menjaga berat normal," tuturnya.

2. Olahraga Rutin

Selanjutnya, latihan fisik rutin alias olahraga seperti jalan cepat selama 30 menit setiap hari dapat membantu memperbesar ukuran hippocampus yaitu pusat memori di otak.

3. Kelola Stres

Selain itu, kelola stres dengan relaksasi karena tekanan mental yang terus-menerus dapat memperburuk ingatan. Gunakan teknik meditasi atau Box Breathing (pola napas 4 detik) selama 10 menit untuk menenangkan saraf dan memperbaiki perasaan.

Dengan menggabungkan pola makan kaya antioksidan serta dukungan multivitamin yang tepat, serta gaya hidup aktif, Anda dapat menjaga pikiran tetap cerah dan berfungsi optimal hingga usia senja.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |