Tak Hanya Fokus pada Zat Besi, Pola Makan Seimbang Penting untuk Cegah Anemia

16 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Zat besi memiliki peran penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu komponen darah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ketika asupan zat besi tidak mencukupi, proses pembentukan hemoglobin dapat terganggu dan meningkatkan risiko anemia

Meski demikian, upaya pencegahan anemia tidak dapat hanya berfokus pada zat besi. Pola makan yang lengkap dan seimbang tetap menjadi dasar utama dalam pemenuhan gizi harian seperti disampaikan Presiden Indonesian Nutrition Association (INA), Dr. dr. Luciana Sutanto, MS. SpGK(K). 

“Saat ini informasi mengenai makan yang sehat itu sangat banyak, sangat bervariasi dan sepertinya juga tidak benar. Padahal, Kementerian Kesehatan sudah punya pedoman untuk makan sehat orang Indonesia yang disebut pedoman gizi seimbang,” ujarnya dalam acara Danone Specialized Nutrition dengan tema ‘Aksi Nyata untuk Indonesia Lebih Sehat melalui Inovasi Berbasis Sains dan Kolaborasi’, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Pemenuhan Zat Besi sebagai Bagian dari Pola Makan Seimbang

Pedoman Gizi Seimbang yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 menggantikan konsep '4 Sehat 5 Sempurna' yang dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan ilmu gizi. 

Dalam pedoman tersebut, dijelaskan bahwa kebutuhan gizi berbeda pada setiap kelompok usia, termasuk wanita dewasa, ibu hamil, dan anak-anak. Luciana menyebutkan bahwa pedoman gizi seimbang telah mengatur bagaimana pola makan sehat yang sesuai untuk orang Indonesia.

“Di situ dijelaskan bagaimana makan sehat, termasuk jangkauan jenis yang dimakan, jumlah yang tercukup, untuk orang Indonesia. Nah dalam hal ini adalah ibu hamil atau wanita dewasa. Kemudian untuk anak-anak itu juga sudah ada pedomannya,” jelas Luciana.

Menurut Luciana, pemenuhan zat besi dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Selain itu, perkembangan produk pangan saat ini juga menghadirkan pilihan makanan komersial yang diperkaya zat besi. 

“Tetapi selain makanan-makanan tersebut, juga sekarang sudah banyak makanan-makanan komersial yang diperkaya dengan zat besi. Nah ini bisa menjadi pilihan juga karena kita juga sekarang ini mengutamakan kepraktisan,” katanya.

Peran Vitamin C dalam Penyerapan Zat Besi

Selain memperhatikan sumber zat besi, faktor penyerapan juga menjadi hal penting. Luciana menjelaskan bahwa pemenuhan zat besi sebaiknya dibarengi dengan vitamin C karena berperan mendukung proses penyerapannya di dalam tubuh.

“Selain itu, ternyata zat besi itu tidak bisa kita konsumsi sendirian, tetapi alangkah baiknya kalau ditemani dengan vitamin yang memang sangat erat mendukung penyerapannya, yaitu vitamin C,” ujarnya.

Luciana menambahkan bahwa vitamin C tidak perlu dikonsumsi dalam dosis tinggi tapi idealnya tersedia pada waktu penyerapan zat besi. Oleh karena itu, pemilihan makanan, termasuk produk pangan komersial, perlu mempertimbangkan kombinasi zat gizi yang saling mendukung.

Dukungan Riset dan Peran Tenaga Kesehatan

Dalam upaya pencegahan anemia, defisiensi zat besi masih menjadi salah satu tantangan utama yang berdampak pada kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, penanganannya perlu didukung oleh pendekatan berbasis bukti ilmiah yang relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia.

“Kolaborasi riset menjadi penting untuk menghasilkan pemahaman yang lebih kuat mengenai intervensi nutrisi yang dapat membantu meningkatkan kecukupan zat besi dan mendukung pertumbuhan anak secara optimal,” jelas Luciana.

Dari sisi pelayanan kesehatan, bidan memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendampingi ibu dan anak, khususnya dalam upaya pencegahan sejak dini. Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr. Ade Jubaedah, S.SiT, MM, MKM, menekankan pentingnya peran bidan dalam edukasi gizi seimbang di tingkat layanan dan komunitas.

“Bidan memiliki peran penting dalam edukasi gizi seimbang kepada ibu hamil, ibu menyusui dan anak serta mendorong kepatuhan konsumsi suplemen zat besi sebagai langkah pencegahan anemia,” tutur Ade.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |