Survei Tren Pernikahan 2026: November Jadi Bulan Favorit Calon Pengantin dengan Persiapan Lebih dari Setahun

1 week ago 69

Liputan6.com, Jakarta - Bridestory kembali menggelar survei seputar tren pernikahan 2026 yang dilakukan pada akhir 2025 dengan 5.000 calon pengantin. Responden itu terdiri dari 58,7 persen wanita dan 41,3 persen pria yang sebagian besar berusia 25--30 tahun.

Dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Rabu (21/2/2026), berdasarkan hasil Wedding Survey Report, sebanyak 40,9 persen responden berencana menikah di kuartal IV/2026. November menjadi bulan terpopuler pilihan calon manten. Sementara, 21,8 persen lainnya memilih kuartal III/2026 sebagai waktu pernikahan mereka.

Terkait persiapan pernikahan impian, 92,5 persen responden memilih menggunakan layanan wedding planner dan organizer. Hal itu, menurut Bridestory, menunjukkan bahwa sebagai besar calon pengantin membutuhkan bantuan profesional untuk mengelola berbagai aspek pernikahan mereka, mulai dari sesi konsultasi, koordinasi vendor, manajemen anggaran, hingga penyusunan jadwal.

Hasil survei juga menemukan bahwa sebagian besar pasangan membutuhkan waktu lebih dari 12 bulan untuk mempersiapkan pernikahan mereka, sekitar 44,1 persen. Persiapan panjang itu dilakukan lantaran perlu melibatkan pencarian vendor, diskusi demi diskusi dengan wedding planner, menyusun anggaran dan menyiapkan bujet pernikahan, hingga implementasi tema yang sesuai harapan.

Kemudian, 30,3 persen responden lainnya menilai durasi 9--12 bulan cukup idel dalam menyiapkan pernikahan dan memastikan semua detail tertangani dengan baik. Namun, ada pula yang hanya membutuhkan waktu 3--6 bulan (7,5 persen) atau bahkan kurang dari itu, meskipun jumlahnya lebih kecil.

Venue Favorit hingga Jumlah Tamu

Menurut data yang terkumpul, sebagian besar responden memilih ballroom hotel (48,6 persen) sebagai tempat pernikahan impian mereka. Hal ini karena lokasi tersebut menawarkan kesan mewah berkapasitas besar. Gedung atau aula serbaguna juga cukup diminati (30 persen), terutama bagi pasangan yang ingin tetap mengadakan pernikahan formal namun dengan anggaran lebih terjangkau.

Pilihan area outdoor seperti taman, pantai, atau lokasi terbuka lainnya juga dipilih oleh 10 persen responden, menunjukkan minat yang tetap ada pada pernikahan yang lebih santai dan intim. Durasi persiapan menjadi faktor kunci dalam kelancaran sebuah perayaan janji suci.

Jumlah tamu yang diundang juga cukup bervariasi dengan mayoritas responden sebanyak (42 persen) setidaknya memilih untuk mengundang 101--300 tamu. Pernikahan skala menengah ini memungkinkan pasangan untuk tetap menjaga suasana intim namun tetap meriah.

Disusul oleh 301-500 tamu (31,2 persen), 501-1000 tamu (12,7 persen), dan lebih dari 1.000 tamu (3,3 persen). Hanya sebagian kecil responden, 3,5 persen, yang yang memilih untuk melangsungkan pernikahan berskala kecil atau microwedding dengan jumlah undangan di bawah 50 orang. 

Bujet Pernikahan hingga Digitalisasi Pernikahan

Bicara soal bujet pernikahan, mayoritas responden mengaku menyiapkan anggaran sebesar Rp250 juta--Rp500juta (39,9 persen), sedangkan 24,7 persen mengalokasikan dana sebesar Rp 500 juta - Rp1 miliar dan 22,3 persen lagi membatasi bujet mereka di angka maksimal Rp 250 juta.

Dalam memilih vendor pernikahan, portofolio vendor dan harga yang ditawarkan menjadi salah satu penentu bagi calon pengantin. Portofolio dan pricelist yang updated, memiliki variasi konsep dan tema pernikahan yang pernah ditangani, serta tersedia secara jelas di beragam platform digital dan media sosial tentu akan menjadi sebuah hal yang wajib dipersiapkan vendor pernikahan untuk menarik perhatian calon klien.

Survei juga menjaring insight soal digitalisasi pernikahan. Ternyata, 56 persen responden membuat laman pernikahan dan 91 persen responden menggunakan undangan dan buku tamu digital untuk mengatur daftar tamu mereka dengan lebih praktis. 

Temuan itu menunjukkan produk-produk digital seperti website, undangan digital, dan RSVP digital semakin digemari dan menjadi sebuah hal esensial dalam pernikahan pengantin masa kini. Melengkapi kebutuhan tersebut, Bridestory menghadirkan SayYes RSVP, sebuah platform komprehensif yang memungkinkan calon pengantin merancang narasi pernikahan secara personal sejak sentuhan pertama.

3 Pameran Pernikahan 2026

Natasza Kurniawan, Head of Marketing Bridestory, menyatakan bahwa laporan survei itu dirilis untuk membantu para vendor dan pelaku industri pernikahan memahami perilaku, preferensi, serta ekspektasi calon pengantin masa kini secara lebih mendalam.

"Data ini tidak hanya memetakan arah tren visual seperti tema dan warna, tetapi juga menggambarkan bagaimana pasangan merencanakan pernikahan, mengambil keputusan, hingga apa yang mereka anggap paling penting dalam sebuah perayaan pernikahan," kata Natasza.

"Dengan insight ini, kami berharap para vendor dan juga kami sebagai wedding platform dan market place terbesar di Indonesia dapat menyusun strategi, layanan, inovasi, produk, dan konsep yang lebih relevan, personal, dan sesuai dengan kebutuhan calon pengantin generasi sekarang," sambungnya.

Selain insight, Bridestory pun kembali menggelar event tahunan mereka, yakni Bridestory Market dan Bridestory Fair. Pada 2026, akan ada tiga event pameran yang menghadirkan ratusan booth vendor, yaitu Bridestory Market pada 12--15 Februari 2026 dan 3--6 September 2026 di ICE BSD, serta Bridestory Fair pada 5--7 Juni 2026 di JICC, Senayan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |