Panduan Wisatawan Pasca-Gempa Myanmar yang Berdampak ke Thailand, Bandara Beroperasi tapi Jalur Kereta Terganggu

2 days ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang Myanmar pada 28 Maret 2025, dengan getaran yang terasa hingga ibu kota Thailand, Bangkok. Kejadian ini memicu pengumuman keadaan darurat di kedua negara, dengan korban jiwa mencapai setidaknya 153 orang, termasuk 144 di Myanmar dan sembilan di Thailand.

Mengutip dari Independent.co.uk, Sabtu (29/3/2025), selain korban jiwa, lebih dari 700 orang dilaporkan terluka akibat bencana ini. Di Myanmar, kota Mandalay mengalami kerusakan parah dengan gedung-gedung runtuh dan puing-puing berserakan di jalanan.

Di Bangkok, gempa merobohkan gedung pencakar langit yang sedang dibangun, menewaskan beberapa pekerja dan menyebabkan banyak lainnya terjebak di reruntuhan. Operasi penyelamatan masih berlangsung untuk menyelamatkan mereka yang terjebak.

Bangunan dan infrastruktur di kedua negara mengalami kerusakan signifikan, termasuk runtuhnya gedung tinggi di dekat Pasar Chatuchak Bangkok. Di tengah situasi ini, warga dan wisatawan berlarian ke jalan untuk mencari tempat yang aman, dengan beberapa tamu hotel terlihat dalam jubah mandi dan pakaian renang.

Meski gempa menyebabkan kerusakan signifikan, bandara utama di Thailand tetap beroperasi. Airports of Thailand (AOT) mengonfirmasi bahwa enam bandara, termasuk Bandara Suvarnabhumi dan Bandara Don Mueang di Bangkok, telah menjalani inspeksi dan dinyatakan aman untuk kembali beroperasi normal pada pukul 14.30. Penerbangan masuk dan keluar sebagian besar tidak terganggu, meskipun ada beberapa penundaan dan pembatalan.

Namun, transportasi kota di Bangkok mengalami gangguan. Jalur kereta bawah tanah MRT Biru dan Ungu serta BTS Skytrain dihentikan sementara sebagai bagian dari protokol darurat. Jalur kereta ke pinggiran utara Rangsit juga mungkin mengalami penundaan karena inspeksi struktural. 

Saran dan Panduan Perjalanan

Di Myanmar, situasi di Bandara Mandalay lebih parah, dengan laporan penutupan bandara dan penumpang berlindung di landasan pacu saat gempa terjadi. Wisatawan disarankan untuk memeriksa status penerbangan dan transportasi sebelum melakukan perjalanan.

Pemerintah Inggris, melalui Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan (FCDO), telah memperbarui saran perjalanan untuk Thailand dan Myanmar. Wisatawan diimbau untuk tetap waspada terhadap gempa susulan dan memperhatikan saran dari otoritas lokal.

Di Thailand, meskipun bandara beroperasi normal, penumpang disarankan untuk tiba lebih awal di bandara untuk menghindari ketinggalan penerbangan akibat potensi kemacetan lalu lintas. Wisatawan yang berencana mengunjungi daerah-daerah yang terkena dampak gempa disarankan untuk memeriksa kondisi terkini dan mempertimbangkan keselamatan pribadi.

Bagi mereka yang berada di Myanmar, disarankan untuk mengikuti panduan dari otoritas lokal dan menghindari daerah-daerah yang paling parah terkena dampak. Wisatawan tetap memantau informasi terbaru dan mengikuti saran perjalanan resmi adalah langkah yang bijaksana untuk memastikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Gempa Myanmar Dipicu Sesar Sagaing

Mengutip dari kanal News Liputan6.com, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, gempa merusak yang mengguncang Myanmar dan Thailand ini dipicu oleh sesar Sagaing. Sesar geser ini membentang di Myanmar dari utara ke selatan sepanjang sekitar 1.200 kilometer.

"Sesar ini sangat aktif secara tektonik dan menjadi salah satu sumber gempa potensial di wilayah tersebut," kata Daryono kepada wartawan, Sabtu (29/3/2025).

Dia mengatakan, beberapa kota besar yang dilalui oleh Sesar Sagaing antara lain Mandalay, Sagaing, Naypyidaw, Bago, dan Yangon. Sesar ini, Daryono menyebut ini berisiko besar bagi kota-kota tersebut. "Sesar Sagaing memiliki mekanisme geser menganan (dextral strike-slip) dengan laju pergeseran cukup signifikan sekitar 18–22 mm per tahun," kata dia.

Ia menuturkan, sesar ini merupakan bagian dari sistem tektonik yang membatasi Lempeng India dan Lempeng Sunda, sehingga memiliki aktivitas seismik yang sangat signifikan.

"Sesar Sagaing di Myanmar telah beberapa kali memicu gempa besar yang menyebabkan kerusakan signifikan dan korban jiwa sangat besar, yakni gempa dahsyat pada 1931 (M7,5) 1946 (M7,3 dan M7,7) 1956 (7,0) 2012 (M6,8) 2025 (M7,7)," dia menandaskan.

Penyebab Thailand Ikut Luluh Lantak

Daryono ikut menjelaskan mengapa Thailand mengalami kerusakan parah akibat gempa Myanmar yang jaraknya sekitar 448,9 km. Menurutnya, hal itu terjadi lantaran adanya efek Long Vibration Period.

"Mengapa Bangkok yang sangat jauh bisa rusak karena gempa myanmar? Fenomena ini disebut efek Vibrasi Periode Panjang (Long Vibration Period) dimana gelombang gempa yg sumbernya jauh akan direspon oleh tanah lunak. Endapan sedimen tanah lunak tebal di Bangkok dpt merespon gempa dari jauh hingga membentuk resonansi yang mengancam gedung-gedung tinggi," kata dia kepada wartawan, Jumat, 28 Maret 2025.

Daryono mengatakan kondisi tersebut pernah terjadi pada 1985, yang mana gempa dahsyat mengguncang Meksiko dengan magnitudo 8,1. "Contoh pada tahun 1985, terjadi gempa dahsyat di zona subduksi Cocos berkekuatan M8,1 yang berpusat di pantai Michoacan, Meksiko. Meskipun jarak episentrum gempa ke Kota Meksiko adalah 350 km, kerusakan hebat terjadi di Mexico City, sebagian besar dari 9.500 korban jiwa meninggal terjadi di Mexico city yang dibangun di kawasan rawa purba yang direklamasi," kelas dia.

Ia menambahkan bahwa reclaimed land adalah unconsolidated material yang sangat berbahaya jika terjadi gempa kuat. Selain itu, kemungkinan rusaknya bangunan di Bangkok disebabkan oleh ffek direktivitas yaitu efek yang terjadi ketika energi gempa terfokus dalam satu arah. Efek ini dapat terjadi pada gempa bumi.

"Semakin tinggi direktivitas, semakin terkonsentrasi energi dalam satu arah," jelas Daryono. 

Tim penyelamat berupaya mencari korban di sebuah lokasi bangunan yang runtuh di Bangkok pada tanggal 28 Maret 2025, setelah gempa bumi dahsyat mengguncang Myanmar tengah. (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)
Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |