Operasi Katarak Berbasis Ultrasound, Sayatan Kecil dengan Masa Pemulihan Singkat

1 day ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dokter Astrianda Suryono SpM SubspG mengatakan dahulu prosedur operasi katarak masih konvensional dengan waktu pemulihan yang lama. Namun, saat ini teknologi operasi katarak makin canggih minim sayatan.

Astrianda mengatakan saat ini sudah ada teknologi berbasis ultrasound bernama fakoemulsifikasi untuk operasi katarak.

"Teknik ini hanya membutuhkan sayatan kecil sehingga lensa yang keruh bisa dilembutkan dan disedot keluar tanpa perlu membuka luka lebar seperti metode lama," tutur Astrianda di sela-sela bakti sosial operasi katarak yang diadakan Ikatan Alumni Santa Ursula Jalan Pos Jakarta (Ini Sanur Posta/ISP) di RS St Carolus Jakarta pada Minggu, 25 Januari 2026. 

Pemulihan Pasca Operasi Lebih Singkat 

Keunggulan utama teknik fakoemulsifikasi terletak pada durasi perawatan pasca operasi yang jauh lebih singkat. Jika metode lama, mata pasien tidak boleh terkena air 1-2 bulan tapi dengan metode terbaru cukup 2-3 minggu. 

"Keunggulan dari teknologi ultrasound ini adalah proses penyembuhan yang jauh lebih cepat. Jika dulu pasien harus menunggu hingga satu atau dua bulan untuk boleh terkena air, kini dalam waktu dua hingga tiga minggu pasien sudah bisa beraktivitas normal seperti mandi dan keramas," tutur Astrianda.

Penentu: Perawatan Pasca Operasi Katarak

Kesuksesan operasi katarak tidak berhenti di ruang bedah, melainkan sangat ditentukan oleh perawatan pasca-operasi yang dijalani pasien. Pada fase ini, kedisiplinan menggunakan obat tetes mata anti-infeksi dan anti-radang sesuai anjuran dokter menjadi kunci utama untuk mencegah komplikasi serta mendukung proses pemulihan penglihatan secara optimal.

"Peran keluarga sangat krusial dalam membantu pasien lansia meneteskan obat anti-infeksi dan anti-radang secara rutin guna memastikan penglihatan mereka kembali jernih seperti sedia kala," kata Astrianda.

Baksos Operasi Katarak dari Alumni Santa Ursula Posta

Bakti Sosial Operasi Katarak rutin diselenggarakan Ikatan Alumni Santa Ursula Jalan Pos Jakarta (Ini Sanur Posta/ISP) sejak 2024. Pada tahun pertama ada 109 pasien katarak yang menjalani operasi. Lalu, 71 pasien katarak yang dioperasi pada 2025.

Kemudian pada tahun ini 80-an pasien kembali menjalani operasi pada Januari 2026 dari total pendaftar yang lolos skrining kesehatan.

Ketua ISP Inge Setiawati menyebutkan motivasi utama kegiatan ini dilakukan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dengan membantu memulihkan penglihatan agar mereka dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.

Melalui misi kemanusiaan ini, para alumni berharap dapat terus menyebarkan nilai-nilai kepedulian yang telah ditanamkan saat masa sekolah.

"Kami mengadakan bakti sosial katarak ini dalam rangka merayakan ke-165 tahun sekolah Santa Ursula, dengan membawa semangat Serviam sebagai wujud pengabdian dan untuk membantu sesama agar mereka bisa melihat kembalil," ungkap Inge.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |