Nadin Amizah Didiagnosis Spasmodic Dysphonia: Aku Merasa Ada di Titik Nol Lagi

17 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi Nadin Amizah, baru-baru ini membagikan cerita terkait kondisi kesehatannya. Melalui akun Instagram pribadinya @cakecaine, pelantun "Bertaut" itu mengunggah beberapa cuplikan medis yang menampilkan bahwa dirinya didiagnosis spasmodic dysphonia.

“Akhirnya menemukan (suspect) diagnosa untuk apa yang aku pikir adalah kemampuan bernyanyiku yang degrading/berkurang. Ternyata bukan itu masalah utamanya,” tulis Nadin dalam unggahan story Instagram pada Kamis, 8 Januari 2026.

Spasmodic dysphonia merupakan gangguan pada otot-otot di area laring yang sering disebut pita suara. Nadin mengaku kerap mengalami gejala seperti leher yang pegal ketika berbicara, suara serak, hingga fals saat bernyanyi.

Gejala tersebut membuat perempuan 25 tahun ini overthinking terkait kemampuan bernyanyinya. Latihan vokal ia lakukan kembali demi mendorong keahliannya. Setelah didiagnosis spasmodic dysphonia, ia justru bersyukur bahwa semua pemikiran tentang suaranya terjawab.

Meski sempat merasa terpuruk dan berpikir untuk berhenti bernyanyi, penyanyi Sorai ini menemukan cara untuk bangkit kembali. Sekarang dirinya merasa jauh lebih legowo dan menganggap kondisi ini membawanya kembali ke titik nol. Titik dimana ia harus belajar lagi dari awal.

“Jadi kalau aku menganggapnya ini bukan fase sakit, aku menganggapnya ini adalah fase belajar dari nol lagi. Anggap aku belum pernah bisa bernyanyi sebelumnya, anggap tubuh aku tidak terbiasa untuk bernyanyi. ini adalah momen aku harus mulai lagi dari nol,” tuturnya.

Dalam unggahannya yang lain, Nadin menunjukkan perbedaan pita suara normal dengan miliknya. Umumnya, otot pita suara bergerak lentur ketika seseorang berbicara.

Sebaliknya, pita suara Nadin terlihat lurus dan kaku ketika diperiksa dengan kamera khusus. Meski tidak menyebabkan dirinya kehilangan suara, kondisi ini tentu sangat mengganggunya ketika bernyanyi.

“Aku tuh nggak pernah sadar, orang-orang (bilang) bagus-bagus aja. Penonton juga kayak nge-DM aku tadi suara kamu bagus banget, you sound so nice, the performance was great. The thing is when I was performing, I was holding on for my dear life, aku kayak sakit, sakit banget,” ujar Nadin.

Meski sakit, kondisi ini tidak memerlukan vocal rest seperti kebanyakan gangguan pita suara lainnya. Nadin mengungkapkan dirinya masih bisa bernyanyi sambil menunggu terapi bicara untuk memperbaiki kondisi pita suaranya.

“PR-ku sekarang adalah untuk tetap latihan vokal (which I already do) dan ditambah rehab dengan speech therapy (belum mulai, nunggu jadwal). Namun karena tuntutan profesi, aku akan terus manggung paralel penyembuhan dan recovery,” tulisnya.

Berharap Ini Hanyalah Sebuah Fase Sementara

Kecintaannya terhadap bernyanyi yang tinggi membuat Nadin berharap fase ini tidak selamanya terjadi. Ia menjadikan kondisinya ini sebagai pelajaran dan tidak menahan diri untuk sembuh.

“Kalau pun memang ini diagnosanya, karena memang kan masih suspect, kalau yang aku lihat dari contoh-contoh yang sudah severe itu aku tuh nggak severe sama sekali. Jadi kayak aku berharap banget that this is just a phase. Mungkin ini hanya a blip in the moment kayak yaudah, biarkan aku jadikan ini pelajaran, tapi biarkan aku juga sembuh dari ini gitu,” ungkapnya.

Nadin juga mengungkapkan, memulai lagi dari nol memang menyeramkan. Ia merasa ada dua pilihan yang dihadapi, entah memulai lagi atau tidak melanjutkannya sama sekali.

Alih-alih berhenti, Nadin justru meyakinkan dirinya dengan lebih optimis. Jika dirinya harus melakukan usaha lebih untuk sesuatu yang dicintainya, maka akan ia lakukan dengan sepenuh hati.

I'd rather mulai lagi tapi dari nol, nggak apa-apa. Cuma ya, namanya mulai lagi dari nol mungkin kalian akan mendengar si kecetit-kecetit itu. Probably like a couple times di atas panggung dan itu sangat aku minimalisir banget dengan aku les nyanyi gitu. Thank you,” pungkasnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |