Luka Diabetes Sulit Sembuh: Kenali 4 Penyebab dan 6 Cara Pengobatannya

1 day ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Luka diabetes, atau diabetic foot ulcer, adalah salah satu komplikasi serius dari penyakit diabetes melitus. Dokter spesialis bedah vaskular dari Eka Hospital Depok, Tom Christy Adriani, menjelaskan, kondisi ini terjadi akibat kombinasi kadar gula darah yang tidak terkontrol, gangguan saraf (neuropati), serta gangguan aliran darah (penyakit pembuluh darah perifer).

Luka diabetes dikenal sebagai luka yang sulit sembuh. Ada setidaknya empat faktor yang membuat luka ini sulit sembuh, di antaranya:

1. Kadar Gula Darah Tinggi

Kadar gula darah tinggi dapat menghambat proses penyembuhan dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

2. Neuropati Diabetik  

Neuropati diabetik adalah kerusakan saraf akibat diabetes. Ini bisa memicu penurunan sensasi nyeri dan membuat luka kecil sering tidak disadari.

3. Gangguan Sirkulasi Darah

Aliran darah yang kurang optimal menghambat suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan luka.

4. Infeksi  

Luka terbuka mudah terkontaminasi bakteri dan memicu infeksi.

Jika tidak ditangani dengan tepat dan aman, luka diabetes dapat berkembang menjadi infeksi berat hingga berisiko amputasi.

Oleh sebab itu, pemahaman mengenai pengobatan luka diabetes yang benar sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Prinsip Pengobatan Luka Diabetes

Pengobatan luka diabetes harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya fokus pada luka, tetapi juga kondisi umum pasien.

Tom menjelaskan enam prinsip pengobatan luka diabetes sebagai berikut:

1. Kontrol Gula Darah

Pengendalian kadar gula darah merupakan langkah paling mendasar. Kadar gula darah yang stabil membantu mempercepat regenerasi jaringan dan mencegah infeksi berulang. Pasien disarankan untuk:

  • Mengonsumsi obat diabetes sesuai anjuran dokter
  • Menjaga pola makan sehat
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur.
  • Pembersihan Luka Secara Rutin
  • Luka diabetes harus dibersihkan secara berkala menggunakan cairan steril. Tujuannya adalah menghilangkan kotoran, jaringan mati, dan bakteri yang dapat menghambat penyembuhan.

2. Pembersihan Jaringan Mati

Pembersihan jaringan mati atau debridement adalah tindakan medis untuk mengangkat jaringan mati atau terinfeksi pada luka. Tindakan ini penting agar jaringan sehat dapat tumbuh dengan optimal dan mencegah penyebaran infeksi.

3. Perawatan Luka Modern

Saat ini, perawatan luka diabetes telah berkembang dengan metode modern, seperti:

  • Balutan luka khusus yang menjaga kelembapan optimal
  • Terapi tekanan negatif (Negative Pressure Wound Therapy/NPWT)
  • Terapi oksigen hiperbarik pada kondisi tertentu
  • Metode ini terbukti lebih efektif dibandingkan perawatan konvensional jika dilakukan sesuai indikasi medis.

4. Pencegahan dan Penanganan Infeksi

Jika terdapat tanda infeksi seperti kemerahan, nyeri, bau tidak sedap, atau keluarnya cairan berlebih, dokter akan memberikan terapi antibiotik sesuai hasil pemeriksaan. Penggunaan antibiotik harus sesuai resep dan tidak boleh sembarangan.

5. Mengurangi Tekanan pada Area Luka

Tekanan berlebih pada area luka, terutama di telapak kaki, dapat memperlambat penyembuhan. Penggunaan alas kaki khusus atau offloading sangat dianjurkan untuk mengurangi tekanan.

Selain pengobatan, pencegahan juga sangat penting, antara lain:

  • Memeriksa kaki setiap hari
  • Menjaga kebersihan dan kelembapan kaki
  • Menggunakan alas kaki yang nyaman
  • Segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika ditemukan luka sekecil apa pun.

6. Perlu Pendekatan Menyeluruh

Tom mengatakan, pengobatan luka diabetes yang tepat dan aman memerlukan pendekatan menyeluruh.

 “Mulai dari kontrol gula darah, perawatan luka yang benar, hingga dukungan tim medis profesional,” ujar Tom.

Dengan penanganan yang cepat dan sesuai standar medis, risiko komplikasi serius seperti infeksi berat dan amputasi dapat diminimalkan.

“Pasien diabetes diharapkan lebih waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan kaki serta rutin melakukan kontrol ke dokter,” pungkasnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |