Nutri-Level pada Produk Pangan Gunakan Warna dan Alfabet, Kemenkes Beri Penjelasan

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi, mengungkap alasan di balik penggunaan elemen warna dan alfabet dalam Nutri-Level.

Nutri-Level adalah label berupa huruf A, B, C, D dengan warna hijau tua, hijau muda, kuning, dan merah untuk menunjukkan kandungan gula, garam, lemak (GGL) suatu produk pangan.

“Kenapa A, B, C, D? Karena orang Indonesia tuh lebih kenal A, B, C, D, jadi kalau dapat nilai C jelek kan? Makanya kita kasih huruf untuk menunjukkan bahwa C dan D adalah nilai yang kurang atau tidak sehat,” kata Nadia dalam temu media di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Nilai terburuk dalam Nutri-Level adalah D dengan warna merah. Penggunaan warna ini juga punya alasan sendiri.

“Kita pakai survei yah, orang Indonesia itu paling hafal dengan lampu merah. Jadi udah tahu kalau merah mesti setop. Makanya kita menggunakan level warna merah, oranye (kuning), hijau, dan hijau tua,” jelasnya.

Secara rinci, huruf dan warna dalam Nutri-Level mengandung GGL sebagai berikut:

A Hijau Tua

  • Gula kurang dari atau sama dengan 0,5 gram, tidak boleh menggunakan bahan tambahan pangan (BTP) pemanis baik alami dan/atau buatan.
  • Garam kurang dari atau sama dengan 5,0 mg.
  • Lemak total kurang dari atau sama dengan 0,5 gram.

B Hijau Muda

  • Gula lebih dari 0,5 gram hingga kurang dari atau sama dengan 6 gram, dapat menggunakan pemanis alami seperti sorbitol, maltitol, xylitol, glikosida steviol.
  • Garam lebih dari 5,0 hingga kurang dari atau sama dengan 120 mg.
  • Lemak lebih dari 0,5 hingga kurang dari atau sama dengan 3,0 gram.

C Kuning

  • Gula lebih dari 6,0 gram hingga kurang dari atau sama dengan 12,5 gram, dapat menggunakan BTP pemanis baik alami dan/atau buatan.
  • Garam lebih dari 120,0 hingga kurang dari atau sama dengan 500,0 mg.
  • Lemak lebih dari 3,0 hingga kurang dari atau sama dengan 17,0 gram.

D Merah

  • Gula lebih dari 12,5 gram, dapat menggunakan BTP pemanis baik alami atau buatan.
  • Garam lebih dari 500,0 mg.
  • Lemak lebih dari 17,0 gram.
Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |