Kronologi Dokter Internship Meninggal Campak, Sempat Bekerja Saat Sakit

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Dokter internship berinisial AMW, 25 tahun, yang bertugas di RSUD Pagelaran, Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia pada 26 Maret 2026. Dua minggu sebelumnya dia sempat menangani pasien campak di rumah sakit tempatnya bertugas. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memastikan hasil pemeriksaan laboratorium serum AMW positif campak.

"Sebelum meninggal, diambil serum. Hasil keluar pada 28 Maret 2026 menunjukkan positif campak," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dokter Andi Saguni, dalam konferensi pers daring pada Senin, 30 Maret 2026.

AMW merupakan dokter internship yang bertugas di Cianjur sejak Agustus 2025. Namun, pada pertengahan Maret 2026, AMW mulai mengalami gejala seperti demam, flu, dan batuk. Kondisinya sempat membaik, tapi kemudian mengalami perburukan dan segera dibawa ke RSUD Cimacan.

"Rupanya pada 25 Maret ada penurunan kesadaran. Jadi, saat dibawa ke RSUD Cimacan, AMW sudah mengalami penurunan kesadaran," kata Andi.

Setelah masuk rumah sakit, AMW dirujuk ke ICU pada 26 Maret 2026. Sayangnya, kondisi pasien terus memburuk, hingga akhirnya meninggal pada 26 Maret 2026 pukul 11.30 WIB dengan diagnosis campak disertai gangguan jantung dan otak.

Dokter Internship Sempat Menangani Pasien Campak

Andi menambahkan bahwa sebelum muncul gejala, AMW sempat menangani pasien campak di RSUD Pagelaran. Bahkan, saat mulai merasakan keluhan demam, flu, dan batuk, AMW tetap bertugas menangani kasus campak.

Berikut kronologi perjalanan penyakit dan tugas AMW:

8 Maret 2026

AMW berdinas menangani kasus campak di RSUD Pagelaran.

18 Maret 2026

AMW mengeluh demam, flu, dan batuk, kemudian meminta izin untuk tidak berdinas keesokan harinya, dan disetujui dokter pembimbing.

19 Maret 2026

AMW tetap datang untuk berdinas shift pagi selama tiga hari berturut-turut, menangani kasus campak pada 19 dan 21 Maret.

21 Maret 2026

Rash atau ruam mulai timbul. Meski demikian, AMW tetap berdinas di IGD menangani pasien suspek campak. Pada hari itu, AMW mengajukan cuti karena kondisi melemah, dan dokter pembimbing memberikan izin.

24 Maret 2026

AMW mengabari teman-temannya melalui pesan tertulis bahwa ia terkena campak dengan menunjukkan ruam di tangan.

25 Maret 2026

Pukul 23.00 WIB, AMW dibawa ke IGD RSUD Cimacan oleh keluarga karena mengalami penurunan kesadaran sekitar satu jam sebelumnya, disertai sesak napas.

26 Maret 2026

Pukul 00.30 WIB, AMW dirujuk ke ICU. Pukul 09.15 WIB terjadi perburukan, dilakukan intubasi, dan akhirnya meninggal pukul 11.30 WIB dengan diagnosis campak dan gangguan jantung serta otak.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |