Kebiasaan Kecil Saat Mandi Ini Dapat Menyebabkan Masalah Kesehatan yang Serius

6 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah orang melihat buang air kecil saat mandi sebagai suatu tindakan yang praktis dan tidak berisiko. Bahkan, ada yang berpendapat bahwa kebiasaan ini dapat membantu menghemat penggunaan air. Namun, meskipun terlihat sepele, kencing saat mandi sebenarnya bisa menimbulkan berbagai risiko kesehatan yang sering kali tidak disadari oleh banyak orang.

Kebiasaan ini mungkin tidak langsung menimbulkan masalah yang serius, terutama jika dilakukan di kamar mandi yang bersih dan pribadi. Namun, seorang ahli urologi bernama Jamin Brahmbhatt mengingatkan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan, terutama yang berkaitan dengan kebersihan dan fungsi tubuh manusia.

"Secara umum, ini mungkin bukan masalah besar," ujarnya dikutip dari Health pada Kamis, 26 Maret 2026.

Namun, Brahmbhatt juga menambahkan bahwa keyakinan bahwa urine dapat berfungsi sebagai antiseptik masih belum didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

Salah satu risiko yang harus diwaspadai adalah kemungkinan terjadinya infeksi. Banyak orang menganggap urine itu steril, tetapi kenyataannya tidak sepenuhnya demikian. Urine dapat mengandung bakteri, terutama bagi mereka yang mengalami infeksi saluran kemih (ISK).

"Urine sering dianggap steril karena tidak mengandung organisme hidup, tetapi itu tidak selalu benar. Seseorang bisa saja memiliki infeksi, dan urine juga bisa membawa bakteri dari uretra saat keluar," kata Brahmbhatt.

Apabila kebiasaan ini dilakukan di kamar mandi umum, risikonya bisa semakin meningkat. Lingkungan yang lembap dan hangat menjadi tempat yang ideal bagi pertumbuhan bakteri, jamur, dan virus. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko terinfeksi.

Di samping itu, kata Brahmbhatt, kebiasaan buang air kecil saat mandi juga dapat mempengaruhi kesehatan otot dasar panggul. Posisi berdiri saat kencing membuat kandung kemih tidak sepenuhnya dalam keadaan rileks, sehingga urine tidak dapat keluar dengan maksimal.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan lemahnya otot dasar panggul dan meningkatkan risiko inkontinensia urine, yaitu keadaan di mana seseorang kesulitan untuk menahan buang air kecil.

Di sisi lain, ada anggapan bahwa kencing saat mandi dapat membantu menghemat air dengan mengurangi frekuensi penyiraman toilet. Secara teori, hal ini memang benar. Namun, penghematan yang diperoleh relatif kecil jika dibandingkan dengan potensi risiko kesehatan yang mungkin muncul.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan tetap menjadi hal yang sangat penting. "Jika kebiasaan ini dilakukan, sebaiknya hanya di kamar mandi pribadi dan diikuti dengan pembersihan rutin menggunakan disinfektan setidaknya seminggu sekali," ujar Brahmbhatt.

Selain itu, saat menggunakan kamar mandi umum, sangat penting untuk selalu mengenakan alas kaki, menutup luka terbuka, dan tidak berbagi barang pribadi seperti handuk atau sabun.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |