Kadin Soroti Pentingnya Intervensi Perusahaan untuk Lindungi Pekerja dari Dengue

12 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Peran dunia usaha dalam menghadapi ancaman dengue semakin disorot. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menegaskan bahwa perusahaan tidak bisa lagi hanya menjadi penonton dalam upaya pencegahan penyakit yang terus meningkat di Indonesia ini, terutama karena banyak kasus menyerang usia produktif.

Sejak diluncurkan pada 2024, gerakan SIAP Lawan Dengue hadir untuk mengubah cara pandang bahwa dengue bukan sekadar isu kesehatan masyarakat, melainkan juga risiko nyata bagi produktivitas dan keberlanjutan bisnis. Hingga April 2026, tercatat lebih dari 30 ribu kasus dengue di Indonesia dengan puluhan kematian, menandakan bahwa ancaman ini masih jauh dari terkendali.

Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Prima Yosephine, mengatakan, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh dan lintas sektor.

Dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada kelompok usia produktif. Prima, mengatakan, pencegahan perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari edukasi, pengendalian vektor, hingga kolaborasi lintas sektor.

Saat ini, lanjut Prima, Kemenkes juga tengah menyiapkan tindak lanjut dari Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (STRANAS) ke dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) sebagai langkah penguatan implementasi ke depan.

"Pendekatan seperti SIAP Lawan Dengue mendukung upaya nasional menuju pengendalian dengue yang lebih efektif dan berkelanjutan. Keterlibatan semua pihak sangat penting untuk menurunkan beban penyakit ini," ujarnya.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pembangunan Berkelanjutan KADIN Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani, menekankan pentingnya edukasi yang berkelanjutan, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat luas.

"Selama ini mungkin orang melihat dengue itu hanya terjadi pada saat hujan, itu tidak benar. Karena nyamuk berkembang biak setiap hari, sehingga penularannya bisa terjadi kapan saja," ujarnya.

Menurutnya, kesalahpahaman ini menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya pencegahan. Padahal, lingkungan kerja memiliki potensi menjadi titik penularan jika tidak dikelola dengan baik, mulai dari genangan air hingga sanitasi yang kurang optimal.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |