Hari Gizi Nasional 2026, Kenali Perbedaan Istilah Gizi dengan Nutrisi

13 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Hari Gizi Nasional (HGN) 2026 jatuh tepat pada hari ini, 25 Januari. Peringatan ini menjadi momen tepat untuk kembali belajar tentang perbedaan istilah gizi dengan nutrisi.

“Bahasa yang paling tepat itu zat gizi (bukan nutrisi),” kata Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Doddy Izwardy, kepada Health Liputn6.com saat ditemui di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gizi adalah zat makanan pokok yang diperlukan bagi pertumbuhan dan kesehatan badan. Jika dilihat dari bahasa Inggris, gizi merupakan terjemahan dari kata nutrition.

Sedangkan, kata nutrisi adalah terjemahan bahasa Inggris dari kata nutrient, yang mana menurut para ahli gizi penggunaanya lebih tepat pada hewan dan tumbuhan. Sedangkan gizi, tepat digunakan pada manusia.

Diskusi soal istilah gizi dan nutrisi ini muncul dalam Lomba Presentasi Edukasi Gizi. Seperti diketahui, memeringati Hari Gizi Nasional 2026, PERSAGI menggelar lomba tersebut. Lomba ini diikuti para mahasiswa di lingkungan Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Jakarta Selatan.

Dalam lomba ini, para peserta ditantang untuk menyampaikan edukasi gizi dengan cara menarik agar mudah diterima masyarakat. Usai melihat penampilan para peserta, dewan juri memberi catatan soal penggunaan istilah nutrisi, di mana seharusnya yang lebih tepat adalah istilah gizi karena merujuk pada manusia, bukan tumbuhan maupun hewan.

Bekal Ilmu bagi Peserta

Catatan para juri yang merupakan ahli gizi dari lingkungan Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Jakarta II serta alumni menjadi bekal ilmu bagi para peserta.

Pengetahuan yang benar tentang penggunaan istilah gizi dan nutrisi menjadi bekal penting bagi para peserta yang ke depannya diharapkan menjadi edukator-edukator gizi andal.

Sebelumnya, materi-materi yang dibawakan peserta cukup beragam, mulai dari kesadaran tentang Isi Piringku, jenis makanan yang sehat dan tak sehat untuk dikonsumsi sehari-hari, hingga manfaat konsumsi angkak untuk turunkan risiko anemia.

Kegiatan ini digelar perdana dan merupakan percobaan sehingga pesertanya hanya dari lingkungan Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Ke depannya, kegiatan yang didorong oleh Ikatan Alumni Gizi Tahun 1971 dan 1972 ini akan dibuka pula bagi mahasiswa dari Poltekkes lainnya.

Pentingnya Peran Gizi dalam Menunjang Kesehatan

Hari Gizi Nasional (HGN) yang diperingati setiap 25 Januari menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran gizi dalam menunjang kesehatan, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia.

Pada peringatan HGN ke-66, isu gizi masih menjadi perhatian utama seiring tingginya berbagai permasalahan gizi di Indonesia, seperti stunting, gizi kurang, anemia, obesitas, serta meningkatnya penyakit tidak menular. Sehingga, dibutuhkan edukasi gizi yang tidak hanya akurat secara ilmiah tetapi juga disampaikan secara menarik, mudah dipahami, dan mampu menangkal hoaks di tengah derasnya arus informasi digital.

Mahasiswa sebagai calon tenaga profesional di bidang kesehatan dan gizi memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menyampaikan edukasi gizi kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan menyampaikan pesan gizi secara persuasif berbasis bukti ilmiah, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini menjadi aksi nyata dalam menyiapkan generasi muda yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing, sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

Siapkan Mahasiswa agar Mampu Jadi Edukator Gizi

Tema kegiatan edukasi gizi ini selaras dengan tema Hari Gizi Nasional yang ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPP PERSAGI) yakni “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045” dan tema yang dicanangkan oleh Kemenkes RI yakni : “ Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dengan topik presentasi antara lain:

  • Gizi seimbang / Isi Piringku dalam kehidupan sehari-hari
  • Pencegahan stunting sejak remaja/Kenali Anemia
  • Gizi remaja dan kesehatan reproduksi
  • Pola makan sehat di era modern
  • Literasi gizi dan pemilihan pangan yang aman dan menyehatkan
  • Peran keluarga dalam pembentukan kebiasaan makan sehat
  • Makanan bergizi gratis bagi anak sekolah.

Kegiatan lomba ini diikuti oleh sembilan kelompok, yang masing-masing terdiri dari dua orang. Sebagai upaya menjawab tantangan edukasi gizi di masyarakat, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran aplikatif yang melatih dan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam mengemas serta menyampaikan pesan edukasi gizi secara efektif.

Lomba Presentasi Edukasi Gizi yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 ini dirancang untuk menilai sekaligus meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun materi edukasi gizi yang komunikatif, ilmiah, kreatif, persuasif, dan relevan dengan permasalahan gizi aktual, serta menumbuhkan profesionalisme calon ahli gizi sebagai edukator yang handal di bidang gizi dan kesehatan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |