Filipina Gencar Promosikan Paket Tur Halal di Indonesia, Dekati Biro Umrah untuk Bikin Paket Khusus

4 days ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Departemen Pariwisata Filipina terus menggencarkan promosi wisatanya ke pasar Indonesia. Untuk menarik kunjungan wisatawan Indonesia, negeri mutiara laut timur itu menawarkan opsi paket tur halal alias ramah muslim saat berpartisipasi di dua pameran perjalanan ternama di Indonesia, yakni Astindo Travel Fair dan TTC Travel Mart 2026.

Khusus di Astindo Travel Fair yang berlangsung di ICE BSD pada 5--8 Februari 2026, Filipina membuka booth seluas 36 meter persegi untuk menampilkan sejumlah destinasi wisata unggulan, khususnya Pulau Boracay, Malay, Aklan, dan El Nido Palawan. Wisatawan juga direkomendasikan untuk mengunjungi Intramuros, yakni komplek wisata sejarah di Filipina yang didominasi bangunan peninggalan Spanyol.

Wisatawan juga bisa menikmati kereta wisata di Manila, berendam di pasir hangat di Pinetubo Hotspring, dan lainnya. Khusus untuk wisata halal, Filipina menyiapkan paket lengkap dari tempat wisata, makanan halal, hingga kemudahan beribadah bagi wisatawan muslim.

"Kami mengakui, pertimbuhan muslim di dunia, terutama di ASEAN, tinggi," kata Gwendolyn S. Batoon selaku Attache II and Head of ASEAN Markets - Office of Market Development Departemen Pariwisata Filipina, ditemui di Tangerang, Kamis, 5 Februari 2026.

Selain wisata halal, pihaknya juga menawarkan paket umrah yang dibarengi kunjungan wisata singkat ke Filipina sebelum terbang ke Tanah Suci. "Tanggal 11 ini, kami pertama kalinya akan memperkenalkan para agen umrah ke Filipina," ujarnya.

Gelar Table Top dengan Agen Perjalanan Indonesia

Setelah menyapa konsumen, rombongan dari Filipina itu akan melanjutkan agenda business-to-business (B2B) melalui TTC Travel Mart. Pertemuan ini akan diselenggarakan di dua kota besar, yakni di Redtop Hotel and Convention Center, Jakarta, pada 9 Februari 2026, dan dilanjutkan di JW Marriott Hotel, Surabaya, pada 11 Februari 2026.

Ajang tersebut memfasilitasi dialog langsung (no appointment setting) sehingga memungkinkan para pelaku industri pariwisata Filipina dan Indonesia untuk mengeksplorasi peluang kolaborasi pemasaran secara lebih lugas dan mendalam. Sejumlah mitra sektor swasta terkemuka asal Filipina, termasuk Pan Pacific Travel Corporation, Skyland Travel and Tours, dan Travelite Travel and Tours Co., dipastikan hadir untuk memperkuat jaringan bisnis dengan agen perjalanan lokal.

"Fun fact-nya, wisatawan asal Surabaya lebih suka terbang ke Manila via Bali, karena katanya lebih murah. Makanya, rute tersebut sering penuh,"  ungkap Gwendolyn.

Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Filipina

Gwendolyn menyatakan promosi wisata yang gencar dilaksanakan itu sebagai upaya untuk mempertahankan kehadiran Filipina di pasar negara ini. Ia berharap tingkat kunjungan wisatawan dari Indonesia ke Filipina meningkat seiring penyebaran informasi yang semakin masif.

Saat ini, berdasarkan data Kementerian Pariwisata Filipina, kunjungan wisatawan dari Indonesia pada Januari--Desember 2025 mencapai 48.251 orang. Hal itu masih jauh dari target yang disampaikan Filipina pada Juli 2025. Azucena C. Pallugna, Direktur Office of Market Development, Departemen Pariwisata Filipina, saat itu mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisata dari Indonesia ke Filipina masih belum seimbang.

Menurut data, total kunjungan wisatawan Indonesia yang melancong ke Filipina baru 27 persen kontribusinya. Sebaliknya, 73 persen warga Filipina berkunjung ke Indonesia.

"Kami ingin lebih seimbang. Saya harap kami bisa meningkatkan sekurang-kurangnya 15 persen dari yang kami miliki sekarang, menjadi 42 persen warga Indonesia yang melancong ke Filipina," katanya saat berkunjung ke Jakarta.

Perbaiki Indeks Wisata Ramah Muslim

Di bawah National Tourism Development Plan (NTDP) 2023--2028, Departemen Pariwisata Filipina merilis Panduan Akomodasi Ramah Muslim sebagai acuan bagi pelaku bisnis dalam memberi layanan yang ramah muslim. Total ada 27 hotel, mayoritas di Manila, yang diakui sebagai ramah muslim, khususnya terkait fasilitas penunjuk arah kiblat, sajadah, hingga dapur halal.

Di Filipina juga mulai bermunculan restoran halal untuk memfasilitasi kebutuhan konsumsi umat muslim.Salah satunya adalah menikmati adobo, makanan khas Filipina yang biasanya berbahan dasar daging babi tetapi tersedia versi halalnya.

Bahkan, jika ingin merasakan suasana lokal Filipina yang kental tapi ramah bagi muslim, turis muslim bisa mengunjungi Mindanao untuk mencicipi makanan lokal yang halal. Pasalnya, suku Moro yang mendiami lokasi itu mayoritas beragama Islam. 

Lewat berbagai upaya, Filipina berhasil naik peringkat secara signifikan di daftar Global Muslim Travel Index 2024. Posisinya sebagai destinasi ramah muslim terbaik di antara negara-negara non-OKI naik empat peringkat, dari nomor 12 ke nomor 8.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |