Cara Membuat Keripik Daun Beluntas Anti Sepah dan Gurih, Bisa Jadi Peluang Usaha

4 days ago 22

Liputan6.com, Jakarta - Daun beluntas merupakan tanaman herbal dengan aroma khas dan manfaat kesehatan, meski sering dihindari karena rasa sepahnya. Padahal, dengan teknik pengolahan yang tepat, daun beluntas dapat diubah menjadi keripik renyah dan gurih yang lezat serta menyehatkan.

Keripik daun beluntas juga memiliki peluang usaha yang menjanjikan karena bahan bakunya mudah didapat dan biaya produksinya relatif kecil. Tantangan utama terletak pada menghilangkan rasa pahit dan sepah, sehingga diperlukan ketelitian dalam pemilihan daun, proses perendaman, dan teknik penggorengan agar hasilnya berkualitas dan bernilai jual tinggi.

Berikut beberapa cara membuat keripik daun beluntas anti sepah dan gurih secara lengkap yang dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber pada Kamis (29/1). 

1. Pilih Daun Beluntas Muda dan Segar

Pemilihan daun beluntas menjadi faktor utama penentu rasa akhir keripik. Daun beluntas yang terlalu tua cenderung lebih pahit dan sepah, sehingga kurang cocok dijadikan keripik. Daun muda biasanya berwarna hijau cerah, teksturnya lembut, dan aromanya tidak terlalu tajam.

Daun yang segar juga akan menghasilkan keripik dengan warna lebih cantik setelah digoreng. Hindari daun yang layu, berlubang, atau terkena hama karena dapat memengaruhi cita rasa. Pemilihan bahan baku yang baik akan mengurangi risiko rasa pahit sejak awal.

Untuk usaha, sebaiknya lakukan sortir daun secara konsisten agar kualitas produk tetap terjaga. Daun yang seragam akan menghasilkan keripik dengan rasa dan tekstur yang stabil. Hal ini penting untuk menjaga kepuasan konsumen dalam jangka panjang.

2. Cuci Bersih dan Rendam untuk Mengurangi Rasa Sepah

Setelah daun dipilih, langkah selanjutnya adalah mencuci daun beluntas hingga benar-benar bersih. Proses ini bertujuan menghilangkan kotoran, debu, dan getah yang menempel di permukaan daun. Pencucian sebaiknya dilakukan di air mengalir agar hasilnya lebih optimal.

Perendaman menjadi tahap penting untuk mengurangi rasa sepah alami pada daun beluntas. Daun dapat direndam dalam air garam atau air kapur sirih dengan waktu tertentu. Proses ini membantu menarik zat penyebab rasa pahit keluar dari daun.

Setelah direndam, bilas kembali daun dengan air bersih hingga tidak ada sisa larutan. Tahap ini tidak boleh dilewatkan karena sangat berpengaruh pada rasa akhir keripik. Daun yang direndam dengan benar akan terasa lebih netral dan siap diolah.

3. Rebus Singkat untuk Menetralisir Pahit

Merebus daun beluntas secara singkat dapat membantu mengurangi rasa sepah yang masih tersisa. Rebus daun dalam air mendidih selama waktu terbatas agar teksturnya tidak terlalu lembek. Proses ini juga membantu menghilangkan aroma langu yang kurang sedap.

Setelah direbus, daun harus segera diangkat dan direndam air dingin. Teknik ini bertujuan menghentikan proses pemasakan agar warna daun tetap hijau. Selain itu, tekstur daun juga akan lebih terjaga saat digoreng nanti.

Langkah perebusan singkat ini sering diabaikan, padahal sangat berpengaruh pada hasil akhir. Dengan teknik yang tepat, daun beluntas akan terasa lebih ringan di lidah dan tidak meninggalkan rasa pahit berlebih.

4. Keringkan Daun Beluntas Sebelum Digoreng

Daun beluntas yang masih basah akan menyulitkan proses penggorengan dan membuat keripik kurang renyah. Oleh karena itu, daun harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum masuk tahap pelapisan adonan. Proses pengeringan bisa dilakukan dengan cara diangin-anginkan.

Pastikan daun benar-benar kering tanpa sisa air di permukaannya. Air yang tertinggal dapat menyebabkan minyak meletup saat penggorengan dan memengaruhi tekstur keripik. Daun yang kering akan menghasilkan lapisan tepung yang menempel sempurna.

Untuk produksi usaha, proses pengeringan bisa dibantu dengan spinner atau lap bersih. Tahap ini membantu mempercepat proses sekaligus menjaga kualitas produk tetap konsisten.

5. Gunakan Adonan Tepung yang Tepat dan Seimbang

Adonan tepung menjadi kunci utama kerenyahan keripik daun beluntas. Campuran tepung biasanya terdiri dari tepung beras dan tepung tapioka dengan perbandingan tertentu. Tepung beras memberikan tekstur renyah, sementara tapioka menambah keringanan.

Bumbu seperti bawang putih, ketumbar, dan garam bisa ditambahkan untuk menciptakan rasa gurih. Penggunaan bumbu harus seimbang agar tidak menutupi aroma khas beluntas, tetapi justru memperkaya rasa. Adonan sebaiknya tidak terlalu kental agar hasilnya tipis dan renyah.

Aduk adonan hingga benar-benar halus dan tidak menggumpal. Konsistensi adonan yang tepat akan membuat lapisan keripik merata saat digoreng. Hal ini sangat penting untuk menghasilkan keripik yang renyah dan tidak keras.

6. Goreng dengan Minyak Banyak dan Suhu Stabil

Penggorengan sebaiknya menggunakan minyak yang cukup banyak agar daun terendam sempurna. Minyak yang panas dan stabil membantu keripik matang merata tanpa menyerap terlalu banyak minyak. Suhu yang terlalu rendah akan membuat keripik lembek dan berminyak.

Masukkan daun satu per satu agar tidak saling menempel. Proses penggorengan sebaiknya dilakukan dengan api sedang untuk menjaga warna tetap cantik. Keripik yang matang akan berwarna hijau keemasan dan terasa ringan saat diangkat.

Setelah digoreng, tiriskan keripik dengan baik menggunakan saringan atau kertas minyak. Penirisan yang sempurna akan membuat keripik lebih tahan lama dan tidak cepat tengik. Tahap ini penting terutama jika keripik akan dijual.

7. Simpan dan Kemas dengan Benar untuk Peluang Usaha

Keripik daun beluntas harus benar-benar dingin sebelum dikemas. Pengemasan saat masih hangat dapat menyebabkan uap air terperangkap dan membuat keripik cepat melempem. Gunakan kemasan kedap udara agar kerenyahan tetap terjaga.

Untuk peluang usaha, kemasan yang menarik sangat memengaruhi minat pembeli. Gunakan plastik tebal atau standing pouch dengan label sederhana namun informatif. Cantumkan nama produk, komposisi, dan tanggal produksi.

Penyimpanan di tempat kering dan sejuk akan memperpanjang umur simpan keripik. Dengan proses yang tepat, keripik daun beluntas bisa bertahan cukup lama tanpa bahan pengawet. Ini menjadi nilai jual utama sebagai camilan sehat.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

1. Mengapa keripik daun beluntas terasa sepah?

Karena daun tidak direndam atau direbus dengan benar sebelum digoreng.

2. Apakah daun beluntas tua bisa digunakan?

Bisa, tetapi rasanya lebih pahit dan kurang direkomendasikan.

3. Bagaimana agar keripik tahan lama?

Pastikan benar-benar kering dan simpan dalam kemasan kedap udara.

4. Apakah keripik daun beluntas bisa dijual?

Bisa, karena termasuk camilan sehat dengan modal kecil dan peluang pasar luas.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |