Campak adalah Penyakit yang Tak Sesederhana Ruam dan Demam, Ini Risikonya

5 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Campak adalah penyakit yang sering dianggap sepele karena identik dengan ruam merah dan demam yang akan hilang dalam beberapa hari. Padahal, di balik gejala tersebut, campak merupakan penyakit akut menular yang dapat menimbulkan komplikasi serius, bahkan berujung kematian.

Laman keslan.kemkes.go.id menjelaskan bahwa penyakit ini disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus dan termasuk dalam kelompok penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Meski lebih sering menyerang anak-anak, campak juga dapat terjadi pada remaja hingga orang dewasa, terutama mereka yang belum memiliki kekebalan tubuh yang cukup.

Penularan Campak Sangat Cepat dan Mudah

Campak dikenal sebagai salah satu penyakit yang sangat mudah menular. Penyebarannya terjadi dari orang ke orang melalui droplet saat penderita batuk atau bersin. Selain itu, virus juga dapat menyebar melalui udara (airborne) dan bertahan di permukaan benda selama beberapa jam.

Artinya, seseorang bisa terinfeksi hanya dengan berada di dekat penderita atau menyentuh benda yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh hidung atau mulut.

Tak heran jika dalam lingkungan padat, seperti rumah atau sekolah, penularan campak bisa terjadi sangat cepat, terutama pada individu yang belum memiliki kekebalan.

Gejala Campak Tak Hanya Ruam dan Demam

Banyak orang mengira campak hanya ditandai dengan ruam merah di kulit. Padahal, gejalanya jauh lebih kompleks dan bisa berkembang secara bertahap.

  • Demam tinggi
  • Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
  • Batuk kering, pilek, dan sakit tenggorokan
  • Tubuh lemas dan mudah lelah
  • Bercak merah (rash) pada kulit
  • Penurunan nafsu makan
  • Diare atau muntah
  • Bercak putih keabu-abuan di dalam mulut

Risiko Komplikasi yang Berbahaya

Campak bukan sekadar penyakit ringan. Pada kondisi tertentu, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh rendah, campak dapat memicu berbagai komplikasi serius.

  • Pneumonia (radang paru)
  • Ensefalitis (radang otak)
  • Infeksi telinga
  • Diare berat hingga dehidrasi
  • Kebutaan
  • Gizi buruk

Komplikasi inilah yang menjadi penyebab utama kematian akibat campak. Risiko akan semakin tinggi pada bayi, anak yang tidak diimunisasi, serta individu dengan kekurangan vitamin A.

Siapa yang Paling Berisiko?

  • Bayi di atas usia 1 tahun yang belum diimunisasi
  • Anak yang tinggal di lingkungan padat
  • Bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif
  • Orang yang bepergian ke wilayah dengan kasus campak tinggi
  • Individu dengan kekurangan vitamin A

Selain itu, remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi lengkap juga tetap berisiko terinfeksi.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |