Bisakah Anak Epilepsi Hidup Normal? Dokter Ungkap Kunci Bebas Kejang 2 Tahun

21 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Epilepsi pada anak kerap menimbulkan kekhawatiran besar bagi orang tua. Banyak yang bertanya, apakah anak dengan epilepsi bisa tumbuh dan hidup normal seperti anak lainnya? Jawabannya bisa, selama kondisi tersebut terkontrol dengan baik.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi, dr. Achmad Rafli, Sp.A, Subsp. Neuro(K), FICNA, menjelaskan bahwa epilepsi memang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya.

Namun, kondisi ini bisa dikendalikan sehingga anak tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. "Epilepsi itu tidak bisa sembuh, tapi bisa dikontrol kejangnya sampai tidak timbul kejang kembali," ujar Rafli.

Salah satu indikator penting dalam pengelolaan epilepsi adalah bebas kejang dalam jangka waktu tertentu. Menurut Rafli, jika anak mampu melewati periode dua tahun tanpa kejang dengan pengobatan rutin, maka peluang kekambuhan menjadi jauh lebih kecil.

"Biasanya kalau sudah dua tahun minum obat dan bebas kejang, kemungkinan kambuh itu di bawah 20 persen," ujarnya.

Inilah yang menjadi kunci agar anak dengan epilepsi bisa hidup lebih normal, yakni disiplin dalam pengobatan dan kontrol rutin ke dokter.

Gejala Epilepsi yang Sering Terlewat

Masalahnya, banyak orang tua tidak menyadari tanda awal epilepsi. Kejang tanpa demam sering dianggap sepele atau hanya kelelahan biasa. Padahal, kondisi ini bisa menjadi sinyal awal epilepsi.

"Kejang tanpa demam yang berulang lebih dari 24 jam harus dicurigai sebagai epilepsi dan perlu pemeriksaan lebih lanjut," ujar Rafli.

Pemeriksaan seperti EEG (electroencephalography) menjadi salah satu alat penting untuk mendeteksi aktivitas gelombang otak yang abnormal.

Dengan pengobatan yang tepat, anak epilepsi tetap bisa bersekolah, bermain, bahkan berprestasi. Kualitas hidup mereka sangat bergantung pada seberapa cepat diagnosis ditegakkan dan seberapa baik kontrol kejang dilakukan.

Namun, stigma di masyarakat masih menjadi tantangan. Banyak yang menganggap epilepsi sebagai penyakit menular atau sesuatu yang berbahaya secara sosial.

"Epilepsi itu tidak menular. Justru stigma negatif yang membuat anak sering dikucilkan," kata Rafli.

Selain pengobatan medis, peran orang tua sangat krusial. Edukasi tentang cara menangani kejang di rumah harus dipahami dengan baik, termasuk tetap tenang saat anak mengalami kejang.

Langkah sederhana seperti memiringkan posisi anak, melonggarkan pakaian, dan memberikan obat sesuai anjuran dokter bisa membantu menghentikan kejang lebih cepat.

"Yang pertama adalah jangan panik. Karena saat panik, orang tua sering tidak bisa berpikir jernih padahal tindakan cepat sangat dibutuhkan," ujarnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |