Banyak Warga Konsumsi Antibiotik Tanpa Resep Dokter, Krisis Resistensi Antimikroba Sudah Terjadi

12 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Sekitar 80 persen warga konsumsi antibiotik tanpa resep dokter bila mengacu  data nasional 2021 hingga 2024. Padahal, konsumsi antibiotik secara tidak rasional bisa menyebabkan resistensi antimikroba.

“Data nasional menunjukkan bahwa 80% rakyat Indonesia menggunakan antibiotik tanpa resep dokter selama periode 2021 hingga 2024. Masyarakat menggunakan antibiotik secara tidak rasional dan menyimpang dari prinsip ilmu kefarmasian akibat penggunaan tanpa pengawasan medis,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar dalam Seminar AMR Warrior Campaign di Padang, Sumatra Barat pada Sabtu, 7 Februari 206.

Tingginya konsumsi antibiotik tanpa resep dokter membuat resistensi antimikroba (antimicrobial resistence/AMR) sudah mulai terjadi saat ini.

“AMR bukan isu masa depan. AMR adalah krisis yang sedang berlangsung saat ini," tegasnya.

Maka dari itu, Taruna menegaskan pengendalian konsumsi antibiotik yang bijak harus dilakukan antar sektor. Bila tidak penyakit infeksi yang seharusnya bisa diobati jadi mematikan.

Kasus Resistensi Penisilin Capai 43 Persen

Taruna mengatakan kasus resistansi terhadap antibiotik turunan dari penisilin telah mencapai angka 43% atau setara dengan hampir 300.000 orang di Indonesia. ⁠

Dampak resistansi menyebabkan penyakit ringan tidak lagi dapat disembuhkan dengan antibiotik sehingga mengancam nyawa pasien. Dampak tersebut menjadikan AMR disebut juga sebagai silent pandemic yang diprediksi akan menyebabkan 10 juta kematian global pada tahun 2050.

AMR bukan hanya tanggung jawab BPOM, Kementerian Kesehatan, maupun dinas kesehatan. melainkan juga lintas sektor lainnya, meliputi Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, hingga Kementerian Lingkungan Hidup.

“Contohnya, ⁠sektor perikanan sering menggunakan antibiotik sebagai pakan udang yang berisiko membahayakan kesehatan manusia saat dikonsumsi. Sementara, sektor pertanian sering menggunakan antibiotik sebagai pestisida untuk mengusir hama pada tanaman,” lanjutnya.

Konsumsi Antibiotik Harus Sesuai Resep Dokter

Taruna berharap edukasi mengenai bahaya resistansi antimikroba semakin meningkat. Sehingga masyarakat bisa paham bila mengonsumsi antibiotik harus dengan resep dokter.

"Jadilah AMR Warrior: gunakan antibiotik sesuai resep dokter, habiskan sesuai aturan, dan jangan membeli tanpa resep. Dari Padang, kita kirim pesan kuat bahwa Indonesia bergerak melawan AMR,” tegasnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |