Asupan Cairan Pasien Gangguan Ginjal Harus Diatur, Tak Boleh Asal Minum

15 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Kecukupan cairan berperan penting dalam menjaga fungsi ginjal agar tidak semakin menurun. Manajemen asupan air yang tepat dapat membantu ginjal bekerja lebih optimal dalam menyaring zat sisa metabolisme serta menjaga keseimbangan cairan tubuh

Namun, untuk pasien gangguan ginjal kebutuhan cairan berbeda dengan orang sehat sehingga perlu diatur oleh dokter yang menanganinya seperti disampaikan dokter spesialis gizi klinik Cut Hafiah.

“Orang yang gangguan ginjal bukan berarti harus jarang minum, tetapi harus diatur sesuai kondisi medisnya,” ujar Cut dalam acara Peluncuran Kampanye AQUVIVA 3-2-1 di Jakarta pada Kamis, 12 Februari 2026.

Ginjal memiliki fungsi vital dalam mengatur keseimbangan cairan, elektrolit, serta membuang limbah dari dalam darah melalui urine. Ketika asupan cairan terlalu sedikit, proses penyaringan dapat terganggu dan memperberat kerja ginjal. Dalam kondisi tertentu, kekurangan cairan bahkan dapat mempercepat penurunan fungsi organ tersebut. 

“Kekurangan cairan bisa membuat ginjal bekerja lebih keras dan dapat memicu pembentukan batu ginjal yang bisa menyumbat saluran kemih,” tambahnya.

Berapa Cairan yang Dibutuhkan Pasien Gangguan Ginjal?

Pengaturan cairan pada pasien gangguan ginjal tidak dapat disamaratakan. Namun, terkadang orang yang gangguan ginjal biasanya minum air putih sebanyak 3 sampai 4 gelas perhari. Tetapi tetap harus sesuai anjuran dokter.

Kebutuhan minum dipengaruhi oleh stadium penyakit, adanya pembengkakan, tekanan darah, hingga produksi urine harian. Pada pasien dengan fungsi ginjal yang masih cukup baik, asupan cairan umumnya tetap dianjurkan sesuai kebutuhan tubuh. 

Bahkan, dalam kondisi tertentu ketika laju filtrasi glomerulus masih baik, pasien tetap perlu mencukupi cairan agar fungsi penyaringan tidak semakin menurun. Sebaliknya, pada pasien dengan gangguan ginjal tahap lanjut atau yang menjalani dialisis, jumlah cairan biasanya dikurangi berdasarkan evaluasi medis.

Oleh karena itu, pemantauan berat badan, volume urine, dan kondisi klinis menjadi bagian penting dalam menentukan kebutuhan cairan harian.

Tanda Tubuh Kekurangan Cairan

Selain berdampak pada fungsi ginjal, kekurangan cairan juga mempengaruhi organ lain, termasuk kulit. Salah satu tanda awal dehidrasi yang kerap diabaikan adalah kulit terasa lebih kering. 

“Kulitnya merasa lebih kering, karena memang di kulit itu juga butuh sekali air. Kulit yang kurang terhidrasi bisa tampak kusam, terasa kasar, bahkan lebih rentan mengalami iritasi,” terangnya. 

Tak hanya itu, dehidrasi juga dapat ditandai dengan sulit berkonsentrasi, rasa lelah, hingga bibir kering. Kondisi ini sering kali dianggap sepele, padahal menjadi sinyal awal tubuh kekurangan cairan. 

Pada penderita gangguan ginjal, kondisi dehidrasi perlu dihindari karena dapat memperberat kerja organ yang sudah mengalami gangguan.

Pemenuhan cairan sebaiknya dilakukan secara bertahap sepanjang hari dan disesuaikan dengan anjuran dokter. Konsultasi rutin diperlukan agar kebutuhan cairan dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasien. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |